Alunan musik berpadu dengan semilir angin pegunungan,menggema di antara pepohonan pinus yang menjulang tinggi. Cahaya pagi menembus kabut tipis, menyambut pengunjung yang datang mencari ketenangan dan pengalaman berbeda di Orchid Forest Cikole, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (26/10/2025).
Konsep penyelanggaraan konser musik di tengah hutan pinus menjadi identitas kuat Orchid Forest Cikole. Menurut Shiva Jeanuary Putrie, Marketing Event Orchid Forest, kawasan wisata ini di kembangkan melalui perpanduan tiga elemen utama: alam,manusia, dan musik.
“Orchid ingin menciptakan pengalaman bahwa menikmati musik tidak hanya di kota saja. Di tengah hutan pun, musik bisa hidup dan menghadirkan kedekatan dengan alam,” ujar Shiva.
Perempuan berambut panjang itu menyebut bahwa inovasi konser di tengah hutan memang dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih intim dengan alam.
“Kami ingin menghadirkan suasana bahwa musik tidak hanya hidup di ruang kota, tetapi juga bisa selaras dengan hutan,” ujar Shiva.

Konser musik yang digelar secara berkala memberikan sensasi berbeda bagi pengunjung. Suara instrumen yang menggema di antara pepohonan menciptakan atmosfer yang hangat, dan autentik.
“Banyak yang terpesona karena satu-satunya konser musik yang benar-benar dilakukan di tengah hutan pinus hanya ada di sini.” ujar Shiva.
Selain pengalaman musiknya yang khas, Orchid Forest juga menawarkan panorama alam yang sejuk dan asri. Berdiri di lahan seluas 12.000 hektar, kawasan ini menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari suasana kota. Jalur pejalan kaki tertata rapi, serta spot foto yang instagramable.
Dalam menjaga kelestarian lingkungan, pengelola melakukan pemeriksaan keamanan pohon setiap bulan.
“Jika ditemukan pohon yang sudah tidak kokoh, kami menebangnya dengan izin resmi, lalu menanam kembali pohon sebagai pengganti,” ujar Shiva.
Sejak insiden pohon tumbang pada 2023, pengawasan dilakukan lebih ketat, serta kawasan kini ditetapkan sebagai area bebas sampah plastik.
Berdasarkan riset tahunan, mayoritas pengunjung datang untuk menikmati suasana alami dan aktivitas healing. Namun, kehadiran konser musik outdoor membuat pengalaman tersebut semakin berkesan.
“Pengunjung tidak hanya datang untuk berfoto atau jalan santai. Mereka ingin merasakan harmoni antara suasana hutan dan alunan musik,” ujar Shiva.
Dalam hal promosi, Orchid Forest aktif memanfaatkan media sosial, dan kolaborasi KOL (Key Opinion Leader). Selain itu, mereka rutin mengadakan event bulanan, dan melakukan radio visit tahunan agar tetap di kenal luas oleh masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Orchid bukan hanya tempat wisata, tetapi juga tempat untuk menikmati event dan pengalaman baru di alam terbuka,” tegasnya.
Salah satu pengunjung, Budianto asal Bandung, mengaku terkesan.“Pertama kali melihat adanya konser di hutan, saya penasaran. Begitu datang, suasananya benar-benar berbeda tenang, segar, dan musiknya terasa dekat,” ujarnya. Harga tiket masuk kawasan wisata ini adalah Rp 40.000 per orang.
Dengan perpaduan harmonis antara musik, alam, dan interaksi manusia, Orchid Forest Cikole terus menghadirkan pengalaman wisata yang unik dan berkesan. Lebih dari sekadar objek wisata, tempat ini menjadi ruang untuk merasakan kembali hubungan manusia dengan alam melalui irama dan kesunyian yang berpadu indah. (*)