Sejuknya udara setelah hujan di Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung, menyambut ramainya pengunjung yang datang ke Alun-alun Bandung untuk bersantai, bermain, dan beribadah pada Sabtu (1/11/2025). Suasana nyaman pasca renovasi yang familiar menjadikan destinasi ikonik ini kembali menjadi tujuan utama wisata warga dan wisatawan.
Menurut Sutaryo, salah seorang petugas di sekitar lokasi, yang diwawancarai baru-baru ini, kawasan Alun-alun Bandung kembali dibuka untuk semua kalangan.
"Pasca renovasi siapa pun boleh datang, baik anak-anak, orang tua, warga, maupun petugas," ujarnya, ditekankan bahwa tidak ada batasan usia maupun profesi untuk menikmati ruang publik ini.
Rumput sintetis yang ada menjadi spot favorit anak-anak untuk bermain dan bercengkrama dengan teman-temannya. Sementara itu, para orang tua lebih memilih bersantai sambil mengawasi anak-anak mereka atau sekadar mengambil foto bersama keluarga sebagai kenang-kenangan.
Sutaryo menambahkan bahwa akhir pekan dan hari libur nasional menjadi waktu paling padat kunjungan di Alun-alun Bandung.
"Biasanya alun-alun ini ramai dikunjungi di akhir pekan dan libur panjang," tuturnya, menunjukan bahwa tempat ini menjadi pilihan utama untuk menghabiskan waktu libur.

Setelah sempat mengalami pembatasan selama masa pandemi COVID-19, kini Alun-alun Bandung telah beroperasi normal setiap hari. Umumnya, lokasi ini buka selama 24 jam, memberikan fleksibilitas bagi pengunjung untuk datang kapan saja.
Namun, area tengah khususnya kawasan rumput sintetis beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 17.00 pada periode tertentu, seperti saat perayaan atau renovasi. Hal ini perlu diperhatikan agar pengunjung dapat menyesuaikan waktu kedatangan mereka.
Selain memiliki nilai historis sebagai ikon Kota Bandung, keindahan lingkungan serta suasana yang instagramable menjadi alasan utama mengapa Alun-alun Bandung diminati wisatawan luar kota. Akses yang gratis turut memperkuat daya tarik tersebut. "Banyak pengunjung datang untuk berfoto karena tempatnya menarik dan tidak berbayar," kata Sutaryo.
Untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pengunjung, pengelola menerapkan sistem keamanan terstruktur yang melibatkan berbagai pihak. Operasi keamanan dijalankan oleh satgas kota Bandung dengan metode plotting, di mana sebagian petugas ditempatkan di pos-pos pengawasan yang telah ditentukan, sementara sebagian lainnya melakukan patroli secara berkala di area alun-alun. Dengan akses mudah, panorama menarik, serta keamanan yang terjaga, Alun-alun Bandung kembali menjadi ruang publik yang diminati dan relevan bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menikmati pusat kota dengan nyaman. (*)