Ayo Netizen

Transportasi Umum yang Seharusnya Membantu Malah Menghambat, Bagaimana Respons Wali Kota Bandung?

Oleh: Ibrahim Sabit Agustian Selasa 09 Des 2025, 16:54 WIB
Pengendara memadati samping angkutan umum di JL. Raya Kopo, Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Senin. (01/12/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ibrahim Sabit Agustian)

Jalanan indah penuh kenangan dihiasi dengan suara klakson yang sedikit berkumandang dari belakang sesosok mobil berwarna hijau. Mobil berwarna hijau itu merupakan angkutan umum yang sering berhenti sementara untuk mencari penumpang di JL. Raya Kopo, Bojongloa Kidul, Kota Bandung.

Angkot mangkal di mana saja sudah seperti tradisi di sekitar jalanan yang hampir setiap pagi dipadati oleh pengendara itu. Para pengendara yang terlihat sudah terlalu lelah untuk mengeluhkan hal yang tak kunjung dibenahi oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Raifan Firdaus selaku pengguna jalan pulang pergi Kopo-Telkom University menerangkan bahwasannya angkot memang sudah setiap hari mangkal di sembarang tempat.

“Di dekat kawasan Hotel Arimbi sama di deket Bus Kismas tu biasanya banyak banget angkot yang suka tiba-tiba berhenti, seperti mangkal seenaknya banget jadi menghambat alur kan,” ujarnya terlihat sedikit kesal.

Wali Kota Bandung seharusnya lebih memperhatikan persoalan yang meski dianggap normal oleh masyarakat sekitar, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Hal ini sudah bukan soal dapat diterima atau tidaknya oleh masyarakat, tetapi soal bagaimana kenyamanan serta keselamatan masyarakat.

Dengan memberikan perhatian khusus, seharusnya pemerintah mengambil tindakan dengan setidaknya mengadakan tempat khusus bagi angkot untuk mangkal.

“Saya gatau ada atau tidak tempat mangkal angkot, tetapi bahkan kalo ada tolong diperbanyak soalnya biar angkot pada tertib,” ujarnya sambil bersemangat.

Baca Juga: Menagih Janji Saat Kampanye Kang Farhan: Mengapa Kota Bandung Raih Gelar Kota Termacet No. 1 di Indonesia?

Dalam langkah mengantisipasi keterlambatan yang diakibatkan oleh kemacetan tersebut, Raifan mengaku harus berangkat lebih pagi.

“Kalau terlambat tidak pernah karena saya tidak suka terlambat, jadi cara mengantisipasinya berangkat lebih pagi,” ujarnya sambil menggaruk kepala.

Angkot mangkal yang menghambat jalur transportasi lain di JL. Raya Kopo, Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Senin (01/12/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ibrahim Sabit Agustian)

Kekesalan warga tidak hanya disebabkan oleh mangkal sembarangan semata, pengendara angkot yang tiba-tiba berhenti juga cukup bisa menggertakkan gigi. Tidak hanya memicu kekesalan saja, hal ini dapat menyebabkan kecelakaan yang melibatkan bukan hanya supir angkot, tetapi juga pengendara lainnya.

Dalam artikel “Pemotor Terkapar Usai Tabrak Angkot Berhenti Mendadak di Jalan Margonda,” tulis media (news.okezone.com) disebutkan bahwa terjadi sebuah kecelakaan di jalur lambat Jalan Raya Margonda, Beji, Depok arah Jakarta pada Jumat (13/9/2024) siang. Korban yang seorang pemotor menabrak bagian belakang angkot saat angkot tersebut tiba-tiba berhenti sewaktu ingin mengambil penumpang.

Wali Kota Bandung seharusnya mengantisipasi kejadian yang sama terjadi di daerah rawan angkot mangkal sembarangan tersebut karena jika sudah terjadi maka akan merugikan. Apa bila sudah terjadi kecelakaan yang sampai merenggut nyawa seseorang lalu bagaimana dengan tanggung jawab? (*)

Reporter Ibrahim Sabit Agustian
Editor Aris Abdulsalam