Kota Bandung berkembang menjadi pusat bisnis dan ekonomi kreatif dengan cepat. Berkat aktivitas ekonomi kota, banyak bisnis beroperasi dan memperoleh keuntungan. Dalam situasi seperti ini, kontribusi nyata dunia usaha terhadap masyarakat seharusnya diwakili oleh Corporate Social Responsibility (CSR). Pada kenyataannya, CSR di Bandung sering dipandang hanya sebagai agenda formal yang belum sepenuhnya menangani kebutuhan sosial secara mendalam.
Program CSR masih fokus pada kegiatan jangka pendek seperti bantuan sesaat atau acara seremonial yang tidak berkelanjutan.Namun demikian, Bandung menghadapi banyak masalah sosial, seperti masalah lingkungan, pendidikan, kesenjangan ekonomi, dan keterbatasan dalam mendapatkan akses ke pemberdayaan masyarakat.Solusi sosial yang buruk dapat terjadi ketika CSR hanya digunakan untuk memenuhi tugas atau meningkatkan reputasi perusahaan. Ini juga terjadi ketika pemerintah daerah dan perusahaan tidak bekerja sama dengan baik. Banyak program CSR tidak memiliki tujuan yang jelas dan tidak terkait dengan kebutuhan kota yang paling penting.
Akibatnya, ada wilayah yang menerima banyak program, sementara wilayah lain kurang tersentuh. Dengan demikian, pemerataan pembangunan sosial di Bandung masih kurang didukung oleh CSR. Sebaliknya, Pemerintah Kota Bandung memiliki posisi strategis untuk mengarahkan CSR agar lebih terfokus dan berdampak. Dengan menggunakan perencanaan yang berbasis data kebutuhan masyarakat, CSR dapat difokuskan pada hal-hal penting seperti pendidikan, pelestarian lingkungan, penguatan UMKM, dan pemberdayaan komunitas lokal. Perusahaan akan menjadi mitra pembangunan kota dan bukan hanya donatur dengan pendekatan ini.

Aspek transparansi juga menjadi elemen penting dalam pengelolaan CSR.Masyarakat berhak untuk mengetahui bagaimana program dijalankan, apa yang diharapkan darinya, dan apa yang dicapai. Keterbukaan informasi akan meningkatkan akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan publik pada komitmen sosial perusahaan. Selain itu, kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat. Pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dapat dipertemukan dalam satu wadah koordinasi CSR yang aktif. Melalui forum tersebut, program CSR dapat disusun secara bersama, menghindari tumpang tindih, dan memastikan bahwa setiap kegiatan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
CSR sebenarnya adalah investasi sosial jangka panjang, bukan beban tambahan bagi perusahaan. Lingkungan sosial yang sehat, masyarakat yang berdaya, dan kota yang inklusif akan menciptakan lingkungan usaha yang lebih stabil dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilan CSR juga akan berdampak positif pada keberlangsungan bisnis. Pembangunan sosial yang berkeadilan dan peningkatan ekonomi sangat penting bagi Bandung. Kota ini dapat memaksimalkan peran dunia usaha dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dengan pengelolaan CSR yang lebih terarah, transparan, dan kolaboratif.
CSR yang dijalankan dengan serius akan menunjukkan bahwa kepedulian sosial dan kepentingan bisnis dapat berjalan bersama.CSR sebenarnya adalah investasi sosial jangka panjang, bukan beban tambahan bagi perusahaan. Tempat tinggal yang sehat, komunitas yang berdaya, dan kota yang inklusif akan menghasilkan lingkungan usaha yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, keberhasilan CSR juga akan menguntungkan keberlangsungan bisnis. Pembangunan sosial yang berkeadilan dan peningkatan ekonomi sangat penting bagi Bandung. Kota ini dapat memaksimalkan peran dunia usaha dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dengan pengelolaan CSR yang lebih terarah, transparan, dan bekerja sama. CSR yang dijalankan secara serius akan menjadi bukti bahwa kepentingan bisnis dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan. (*)