Saatnya Pembenahan Serius dari Pemkot untuk Cibiru

3 menit baca
Ariya Andhika
Ditulis oleh Ariya Andhika diterbitkan
Suasana  kemacetan sore hari di sekitar Bundaran Cibiru. (Sumber: Ariya Andhika | Foto: Ariya Andhika)
Suasana kemacetan sore hari di sekitar Bundaran Cibiru. (Sumber: Ariya Andhika | Foto: Ariya Andhika)

Bundaran Cibiru,  dari arah Ujungberung, Cileunyi, dan Soekarno-Hatta selalu menjadi saksi atas kemacetan Kota Bandung yang mencapai titik yang mengkhawatirkan. Persoalan besar ini menjadi indikator nyata bahwa tata kelola kota sedang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Warga kian merasakan penurunan kenyamanan dan kualitas hidup akibat kondisi yang semakin semrawut.

Kemacetan terjadi hampir di seluruh ruas utama kota, terutama pada jam sibuk pergerakan dan mobilitas masyarakat yang seharusnya lancar menjadi terganggu akibat kemacetan yang terus menerus terjadi. Hal ini menunjukan bahwa secara keseluruhan pemerintah setempat belum terlalu efektif dalam mengurus mobilitas masyarakat sehari hari. 

Cibiru menjadi salah satu titik dari 30 titik kemacetan yang terjadi setiap harinya di Kota Bandung terutama pada jam berangkat dan pulang kerja, kawasan ini berubah menjadi antrean panjang kendaraan. Persimpangan yang semrawut akibat banyaknya parkir liar dan volume kendaraan yang terus meningkat membuat wilayah tersebut menjadi langganan kemacetan. 

Jika ditelusuri lebih dalam kemacetan bukanlah masalah yang bisa berdiri sendiri artinya ada faktor yang membuat kemacetan ini timbul dan membuat keresahan,salah satunya adalah tidak adanya aturan yang jelas hingga ketegasan dalam menindak. Sebenarnya dari dulu banyak sekali solusi yang telah di tawarkan oleh pemerintah seperti peningkatan transportasi publik,ganjil genap,sampai pembangunan jalan layang.

Namun  upaya rekayasa lalu lintas yang dilakukan pemerintah di beberapa lokasi itu tidak cukup efektif untuk setidaknya mengurangi masalah kemacetan di wilayah tersebut. Solusi penanganan seperti pengalihan  arus yang tidak efektif ini hanya memindahkan kepadatan dari satu titik ke titik lainnya, bukan mengurangi beban kendaraan yang melintas. 

Di tengah kemacetan yang memburuk, ketersediaan sarana  transportasi publik yang memadai   masih belum bisa menjadi solusi utama dalam mengatasi kemacetan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar untuk pemerintah, banyak warga yang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi karena lebih nyaman,hemat dan juga mudah di jangkau.

Ketergantungan pada kendaraan pribadi seperti ini tanpa di sadari meningkatkan volume kendaraan di jalanan sehingga jalan yang kapasitasnya terbatas tidak mampu menampung lonjakan arus kendaraan. Perilaku semacam ini yang mengakibatkan kemacetan sangat sulit untuk dihindari seakan akan menjadi rutinitas di setiap perjalanan.

Kemacetan yang berkepanjangan ini tentu akan mempunyai dampak serius dan bisa menjadi bom waktu bagi masyarakat, Selain polusi udara dan masalah kesehatan kemacetan juga mengganggu mobilitas masyarakat,memicu stress,bahkan bisa menimbulkan kerugian ekonomi. Situasi ini seperti di biarkan saja menjadi rutinitas harian seolah ketika kita berpergian dan menemui kemacetan di jalan adalah hal normal padahal masalah sekecil ini bisa melahirkan masalah yang lebih kompleks.

Suasana  kemacetan pagi hari di sekitar Bundaran Cibiru (Sumber: Ariya Andhika | Foto: Ariya Andhika)
Suasana kemacetan pagi hari di sekitar Bundaran Cibiru (Sumber: Ariya Andhika | Foto: Ariya Andhika)

Jika kondisi seperti ini terus diabaikan oleh masyarakat maupun pemerintah, bukan hanya kualitas hidup yang akan menurun, tetapi pesona Bandung sebagai tempat tinggal yang nyaman dan pusat ekonomi kreatif sudah akan terlupakan. Hal ini sangat di sayangkan karena bandung dulu adalah kota yang diidam idamkan oleh para perantau karena pesonanya dan tata kotanya yang rapih. 

Pemerintah kota setempat terutama Wali Kota Bandung M. farhan  tentu menjadi pihak pertama yang di pertanyakan atas keterjadian hal tersebut,karena kebijakannya belum mampu mengatasi permasalahan yang sudah lama terjadi di kalangan masyarakat. Banyak sekali kritik pedas yang mengarah langsung kepada beliau karena di anggap lalai dalam menuntaskan permasalahan yang terjadi.

Baca Juga: Evaluasi Efektivitas Implementasi Kebijakan Sapoe Sarebu di Jawa Barat

Roda kepemimpinan Kota Bandung seperti tengah hilang arah dikarenakan pemerintah kota seperti labil dalam mengambil setiap putusan kebijakan dan tidak adanya konsistensi dalam penegakan aturan. Seperti dishub atau petugas kepolisian yang kadang ada dan kadang menghilang ketika kemacetan terjadi kerap mereka sering dijuluki polisi cepe.

Julukan tersebut menjadi sinyal bahwa kesabaran masyarakat menipis mereka ingin bandung yang lebih inovatif  juga produktif. Dalam artian mempunyai arah kebijakan yang jelas, Bukan hanya sekedar wacana yang berubah ubah. 

Oleh sebab itu pemerintahan Kota Bandung perlu bergerak cepat dan tegas untuk memperbaiki situasi ini.  Pembenahan menyeluruh hingga penegakan aturan yang tegas sangat dibutuhkan untuk mengembalikan Bandung menjadi kota yang nyaman dan tertata bagi warganya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ariya Andhika
Tentang Ariya Andhika
Mahasiswa telkom university

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Sep 2026, 20:26

Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

Menjelajah warisan Gunung Sunda Purba melalui kemegahan Gunung Burangrang. Sisi Utara membentang di Purwakarta dan Subang, sementara sisi Selatan megah berdiri di Bandung Barat.

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:26

Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim.

Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:00

ASN Gen Z dan Tantangan Mengubah Kepastian Menjadi Kinerja

Artikel ini mengkaji persepsi ASN Gen Z terhadap kecocokan karier, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan dalam birokrasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 17:01

Polemik Desil dalam Indikator Kesejahteraan Ekonomi

Apakah desil bisa dijadikan indikator dalam menentukan strata kesejahteraan masyarakat kini? Desil hanya sebuah istilah dalam algoritma statistik. Jangan memaksa manusia menjadi angka dalam database.

Bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli wilayah Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cihapit, Jalan Sabang, Kota Bandung, Jumat 18 Juli 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 16:37

Remy Sylado: Jejak Sang Maestro di Bandung

Jejak Remy Sylado di Bandung kembali ditelusuri melalui buku, arsip, dan kesaksian orang-orang terdekat yang menghidupkan kembali sosok maestro multidisipliner tersebut.

Silaturahmi menyambut terbitnya buku Remy Sylado dan Dua Brouwer yang dihadiri budayawan, pegiat seni, serta sahabat dekat Remy Sylado, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 15:11

KDM, Jawa Barat, dan Temtasi 2029

KDM membutuhkan policy dashboard, bukan sekadar social-media dashboard.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 10 Sep 2026, 10:57

Kampung Sate, Ketika Bambu Bisa Diubah Menjadi Rupiah Oleh Warga Satu Kampung

Kampung Randukurung Kutawaringin dikenal sebagai sentra tusuk sate. Warga mengolah bambu secara tradisional menjadi sumber penghasilan.

Di Kampung Randukurung, bambu gombong diolah menjadi ribuan tusuk sate dengan tangan dan peralatan tradisional. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 10:44

Stok Masker mulai Langka dan Harganya Melambung Kembali

Permintaan pasar yang tinggi seringkali membuat harga pun ikut naik begitu juga dengan kondisi yang terjadi pada masker.

Maskter kesehatan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 08:58

Strategi Kuliah Luar Negeri Tembus Ivy League dan Program Pre-College

Sejak didirikan pada tahun 2003, Euro Management Indonesia mengembangkan pola pendampingan studi ke luar negeri secara terpadu dan terintegrasi.

Suasana belajar di Euro Management Indonesia, Menteng Jakarta. (Foto: Humas Euro MI)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)