Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Saatnya Pembenahan Serius dari Pemkot untuk Cibiru

Ariya Andhika
Ditulis oleh Ariya Andhika diterbitkan Senin 19 Jan 2026, 14:56 WIB
Suasana  kemacetan sore hari di sekitar Bundaran Cibiru. (Sumber: Ariya Andhika | Foto: Ariya Andhika)

Suasana kemacetan sore hari di sekitar Bundaran Cibiru. (Sumber: Ariya Andhika | Foto: Ariya Andhika)

Bundaran Cibiru,  dari arah Ujungberung, Cileunyi, dan Soekarno-Hatta selalu menjadi saksi atas kemacetan Kota Bandung yang mencapai titik yang mengkhawatirkan. Persoalan besar ini menjadi indikator nyata bahwa tata kelola kota sedang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Warga kian merasakan penurunan kenyamanan dan kualitas hidup akibat kondisi yang semakin semrawut.

Kemacetan terjadi hampir di seluruh ruas utama kota, terutama pada jam sibuk pergerakan dan mobilitas masyarakat yang seharusnya lancar menjadi terganggu akibat kemacetan yang terus menerus terjadi. Hal ini menunjukan bahwa secara keseluruhan pemerintah setempat belum terlalu efektif dalam mengurus mobilitas masyarakat sehari hari. 

Cibiru menjadi salah satu titik dari 30 titik kemacetan yang terjadi setiap harinya di Kota Bandung terutama pada jam berangkat dan pulang kerja, kawasan ini berubah menjadi antrean panjang kendaraan. Persimpangan yang semrawut akibat banyaknya parkir liar dan volume kendaraan yang terus meningkat membuat wilayah tersebut menjadi langganan kemacetan. 

Jika ditelusuri lebih dalam kemacetan bukanlah masalah yang bisa berdiri sendiri artinya ada faktor yang membuat kemacetan ini timbul dan membuat keresahan,salah satunya adalah tidak adanya aturan yang jelas hingga ketegasan dalam menindak. Sebenarnya dari dulu banyak sekali solusi yang telah di tawarkan oleh pemerintah seperti peningkatan transportasi publik,ganjil genap,sampai pembangunan jalan layang.

Namun  upaya rekayasa lalu lintas yang dilakukan pemerintah di beberapa lokasi itu tidak cukup efektif untuk setidaknya mengurangi masalah kemacetan di wilayah tersebut. Solusi penanganan seperti pengalihan  arus yang tidak efektif ini hanya memindahkan kepadatan dari satu titik ke titik lainnya, bukan mengurangi beban kendaraan yang melintas. 

Di tengah kemacetan yang memburuk, ketersediaan sarana  transportasi publik yang memadai   masih belum bisa menjadi solusi utama dalam mengatasi kemacetan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar untuk pemerintah, banyak warga yang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi karena lebih nyaman,hemat dan juga mudah di jangkau.

Ketergantungan pada kendaraan pribadi seperti ini tanpa di sadari meningkatkan volume kendaraan di jalanan sehingga jalan yang kapasitasnya terbatas tidak mampu menampung lonjakan arus kendaraan. Perilaku semacam ini yang mengakibatkan kemacetan sangat sulit untuk dihindari seakan akan menjadi rutinitas di setiap perjalanan.

Kemacetan yang berkepanjangan ini tentu akan mempunyai dampak serius dan bisa menjadi bom waktu bagi masyarakat, Selain polusi udara dan masalah kesehatan kemacetan juga mengganggu mobilitas masyarakat,memicu stress,bahkan bisa menimbulkan kerugian ekonomi. Situasi ini seperti di biarkan saja menjadi rutinitas harian seolah ketika kita berpergian dan menemui kemacetan di jalan adalah hal normal padahal masalah sekecil ini bisa melahirkan masalah yang lebih kompleks.

Suasana  kemacetan pagi hari di sekitar Bundaran Cibiru (Sumber: Ariya Andhika | Foto: Ariya Andhika)
Suasana kemacetan pagi hari di sekitar Bundaran Cibiru (Sumber: Ariya Andhika | Foto: Ariya Andhika)

Jika kondisi seperti ini terus diabaikan oleh masyarakat maupun pemerintah, bukan hanya kualitas hidup yang akan menurun, tetapi pesona Bandung sebagai tempat tinggal yang nyaman dan pusat ekonomi kreatif sudah akan terlupakan. Hal ini sangat di sayangkan karena bandung dulu adalah kota yang diidam idamkan oleh para perantau karena pesonanya dan tata kotanya yang rapih. 

Pemerintah kota setempat terutama Wali Kota Bandung M. farhan  tentu menjadi pihak pertama yang di pertanyakan atas keterjadian hal tersebut,karena kebijakannya belum mampu mengatasi permasalahan yang sudah lama terjadi di kalangan masyarakat. Banyak sekali kritik pedas yang mengarah langsung kepada beliau karena di anggap lalai dalam menuntaskan permasalahan yang terjadi.

Baca Juga: Evaluasi Efektivitas Implementasi Kebijakan Sapoe Sarebu di Jawa Barat

Roda kepemimpinan Kota Bandung seperti tengah hilang arah dikarenakan pemerintah kota seperti labil dalam mengambil setiap putusan kebijakan dan tidak adanya konsistensi dalam penegakan aturan. Seperti dishub atau petugas kepolisian yang kadang ada dan kadang menghilang ketika kemacetan terjadi kerap mereka sering dijuluki polisi cepe.

Julukan tersebut menjadi sinyal bahwa kesabaran masyarakat menipis mereka ingin bandung yang lebih inovatif  juga produktif. Dalam artian mempunyai arah kebijakan yang jelas, Bukan hanya sekedar wacana yang berubah ubah. 

Oleh sebab itu pemerintahan Kota Bandung perlu bergerak cepat dan tegas untuk memperbaiki situasi ini.  Pembenahan menyeluruh hingga penegakan aturan yang tegas sangat dibutuhkan untuk mengembalikan Bandung menjadi kota yang nyaman dan tertata bagi warganya. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ariya Andhika
Tentang Ariya Andhika
Mahasiswa telkom university

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)