Ayo Netizen

Tradisi ‘Ngadem’ dan Cara Kita Menjemput Langkah Baru di Tanah Kelahiran

Oleh: Nenah Haryati Selasa 31 Mar 2026, 08:35 WIB
Pantai Pangandaran. (Sumber: Pexels | Foto: laylia)

Senin besok bukan lagi soal awal pekan biasa buat kita yang tinggal di Jawa Barat. Setelah seminggu penuh dimanjakan hangatnya kumpul keluarga dan serunya tradisi "ngadem" di pantai atau kolam renang, sekarang waktunya kita ditarik balik ke realitas. Jalanan yang mulai padat merayap dan bunyi alarm yang kembali berisik itu sebenarnya kode keras: langkah baru di bulan Syawal sudah harus dimulai sekarang juga.

Tapi kalau mau jujur, ada satu fenomena yang lucu sekaligus bikin bangga di Lebaran tahun ini. Siapa lagi kalau bukan peran Gen Z yang mendadak jadi "seksi acara". Kita nggak cuma datang buat makan opor, tapi sering kali jadi pemandu konten dadakan buat keluarga. Sangat kebayang di kepala gimana ke-riwehan keluarga besar ketika diajak bikin tren media sosial—dari atur angle foto sampai edit video biar kelihatan aesthetic.

Belum lagi yang merangkap jadi panitia Halalbihalal. Capek? Jelas. Tapi buat anak muda di Jawa Barat, Syawal itu bukan cuma soal silaturahmi formal, tapi soal kontribusi nyata. Ada rasa bangga tersendiri saat kita bisa dokumentasiin tawa orang tua atau sukses bikin acara kumpul keluarga jadi pecah. Peran-peran kecil inilah yang bikin Lebaran kita tetap relevan dan berwarna.

Setelah selesai urusan "dinas" keluarga, ritual "ngadem" jadi pelarian paling juara buat recharge energi. Mau itu ke pesisir selatan atau sekadar berenang di kolam terdekat, dinginnya air itu kayak penghapus penat setelah sebulan penuh puasa. Apalagi kalau sudah bahas Pelabuhanratu yang setiap tahun pasti tumplek padat pengunjung sampai jalanannya macet total. Tapi ya itulah kita, rela macet-macetan demi momen segar supaya besok pas Senin datang dan macet Jabar kembali menyapa, mental kita sudah jauh lebih siap buat menghadapi tantangan baru.

Teluk dengan pantai di selatan Jawa Barat yang landai, berpotensi terdampak hempasan maut tsunami. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T. Bachtiar)

Duka yang Mengintai di Balik Ombak

Tapi, di tengah serunya main air, ada satu pengingat pahit yang selalu bikin nyesek tiap tahunnya. Kabar soal korban yang hanyut terbawa ombak di pantai-pantai Jabar itu bukan cuma berita lewat, tapi teguran keras buat kita semua. Jangan sampai semangat menjemput harapan di awal Syawal ini malah berubah jadi duka karena kita lalai atau terlalu nekat. Hiburan itu penting, tapi keselamatan tetap nomor satu. Kita nggak mau kan, harapan yang sudah kita susun rapi malah terkubur dalam duka?

Baca Juga: Ganti Profesi Usai Lebaran, Mencari yang Lebih Cocok dengan Semangat Zaman

Balik ke rutinitas memang nggak pernah terasa gampang. Kita bakal kembali berjibaku dengan tumpukan tugas dan tanggung jawab harian. Di bulan syawal ini, segarnya alam Jawa Barat yang kemarin kita nikmati di tanah kelahiran harusnya jadi modal buat jaga semangat tetap nyala.

Jadi, mari kita hadapi Senin besok dengan hati yang lebih adem dan waspada. Karena di balik semua persiapan kita hari ini, ada mimpi besar yang sudah menunggu untuk kita wujudkan lewat kerja keras yang nyata.

Reporter Nenah Haryati
Editor Aris Abdulsalam