Transportasi Laut Pemudik: Antara Pelayaran Rakyat Anak Tiri dan Pelayaran Pelat Merah Anak Emas

Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan Senin 30 Mar 2026, 12:37 WIB
Ilustrasi kapal pelayaran rakyat. (Sumber: Pexels | Foto: Agus Triwinarso)

Ilustrasi kapal pelayaran rakyat. (Sumber: Pexels | Foto: Agus Triwinarso)

Perlu ada evaluasi di masa mendatang transportasi laut untuk pemudik lebaran hendaknya jangan menganak emaskan BUMN kelautan atau usaha pelayaran pelat merah. Pelayaran rakyat jangan diperlakukan seperti anak tiri tanpa perhatian yang berarti.

Seperti halnya PT KAI, Pelayaran pelat merah yakni PT ASDP dan Pelni panen besar saat lebaran 2026. Jumlah pemudik yang tercatat resmi menggunakan transportasi laut pada Lebaran 2026 mencapai sekitar 2,7 juta. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan penumpang di lintasan penyeberangan, dengan fokus utama pada rute Jawa–Sumatra–Bali.

PT ASDP melayani sekitar 2.596.597 orang penumpang selama periode mudik 2026, yang menunjukkan peningkatan sekitar 5,4 % dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu 667.526 unit kendaraan diangkut via feri, naik 7,2% dari periode sebelumnya.

Publik berharap agar otoritas Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP ) tidak hanya fokus terhadap penyeberangan utama karena masih banyak rute yang rawan. Apalagi kondisi pelayaran rakyat penuh dengan masalah operasional dan pembiayaan. Akibatnya kegiatan penyeberangan dengan pelayaran rakyat sarat dengan bahaya. Termasuk bahaya kebakaran kapal yang sering terjadi.
Pemerintah jangan hanya berkonsentrasi menangani arus penyeberangan di Pulau Jawa, Sumatera dan Pulau Bali. Kondisi penyeberangan di luar pulau itu juga butuh perhatian. Terutama bagi mereka yang mudik ke pelosok daerah terpencil.

Sebagai evaluasi, publik berharap agar ASDP jangan hanya fokus pada tujuh lintasan penyeberangan utama (terpantau nasional) selama arus mudik dan balik, yakni, Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Penajam-Kariangau (Balikpapan), Bajoe-Kolaka, dan Tanjung Kelian-Tanjung Api-Api.

Sistem pengembangan angkutan penyeberangan nasional idealnya mengikuti pola poros memanjang, penghubung poros dan poros internasional. Konfigurasi poros memanjang: meliputi poros utara, tengah dan selatan yang menghubungkan pulau-pulau arah timur dan barat.

Penyeberangan poros utara dari Sabang sampai Jayapura melalui Pontianak, Nunukan, Manado, Ternate dan Biak. Jaringan poros tengah dari Palembang ke Jayapura melalui Banjarmasin, Ujung Pandang, Kendari, Ambon, Sorong dan Biak. Jaringan transportasi penyeberangan poros selatan dari Sabang sampai Merauke melalui Jakarta, Bali, Bima, Kupang, dan Tual.

Penyeberangan penghubung poros merupakan lintas penghubung simpul aktivitas ekonomi yang terdapat sepanjang poros. Lintas penghubung poros yang terus dikembangkan diantaranya Surabaya - Makassar, Apatuna - Mbai, Bima - Bau-Bau.
Sedangkan poros internasional meliputi lintas penyeberangan antara Indonesia dengan negara-negara tetangga untuk mendukung kerjasama regional dan kutub-kutub pertumbuhan. Untuk mendukung kerjasama regional dan kutub-kutub pertumbuhan, diidentifikasikan lintas penyeberangan yang perlu dikembangkan antara Indonesia dengan negara-negara tetangga antara lain Kupang - Darwin, Medan - Langkawi, Sulawesi Utara - Tawau.

Ilustrasi kapal laut. (Sumber: Pexels | Foto: ria via)
Ilustrasi kapal laut. (Sumber: Pexels | Foto: ria via)

Saat ini usaha penyeberangan, khususnya usaha pelayaran rakyat faktor keselamatannya masih mengkhawatirkan. Karena terpaksa melakukan kanibalisme suku cadang permesinan dan konstruksi. Kanibalisme itulah yang menyebabkan performansi daya angkut kapal semakin buruk. Daya angkut kapal yang secara teknis disebut dengan istilah deadweight ton (DWT) semakin menurun. Bahkan, berbagai peralatan mekanik dan elektronik yang ada di kapal tidak terkalibrasi dengan baik. Akibatnya, berbagai parameter tidak terukur secara akurat.
Kemenhub perlu membantu kesiapan operasional ASDP yang merupakan usaha rakyat. Hingga kini operator ASDP itu kesulitan menyediakan kapal baru. Akibatnya, kapal-kapal tua masih dioperasikan. Selama ini operator mengoperasikan kapal-kapal tua dan bekas pakai dari luar negeri yang umurnya mencapai 25 tahun.
Jumlah kasus kebakaran kapal di Indonesia tergolong tinggi. Baik kapal logistik, kapal pelayaran rakyat (Pelra), kapal perikanan, kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan (ASDP), dan juga kapal yang dioperasikan oleh pihak keamanan.
Seperti halnya konstruksi bangunan gedung risiko konstruksi kapal juga semakin tinggi akibat beberapa faktor. Yakni faktor alam dan faktor teknis. Faktor alam akibat cuaca ekstrim menyebabkan konstruksi dan komponen kapal mudah terbakar.

Pelayaran nasional sebagian besar merupakan pelayaran rakyat. Namun kondisinya masih rawan kecelakaan. Perusahaan pelayaran tidak mampu memenuhi biaya perawatan dan suku cadang. Akibatnya, pengusaha sering melakukan kanibalisme suku cadang permesinan dan konstruksi. Kanibalisme itulah yang menyebabkan performansi daya angkut kapal semakin buruk. Daya angkut kapal yang secara teknis disebut dengan istilah deadweight ton (DWT) semakin menurun. Bahkan, berbagai peralatan mekanik dan elektronik yang ada di kapal tidak terkalibrasi dengan baik.

Akibatnya, berbagai parameter tidak terukur secara akurat. Tata kelola palka atau ruangan muatan kapal juga sering terabaikan sehingga mengganggu kesetimbangan. Tidak jarang antara bale space atau ruangan untuk muatan umum dengan grain space atau muatan curah dalam kondisi campur aduk. Hal tersebut bisa mengganggu prosedur keamanan kapal dalam mengukur markah kambangan atau plimsoll mark untuk mengetahui tanda batas daya muat kapal.
Saatnya pemerintah memberikan insentif permodalan dan keterampilan teknis pada usaha pelayaran rakyat.

Para pengusaha pelayaran rakyat perlu segera bantuan pemerintah dan perlu diberi pengetahuan yang baik lewat training terkait dengan regulasi dan masalah teknis. Juga memahami berbagai konvensi yang dikeluarkan oleh The United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).Yakni regulasi International Maritime Organization (IMO) yang mengatur keamanan angkutan laut.
Persoalan pelanggaran operasi muatan kapal merupakan salah satu titik kritis prosedur pemeriksaan di pelabuhan. Mestinya operasi muatan bahan berbahaya dalam kapal harus mengikuti ketentuan International Maritime Dangerous Goods (IMDG). Namun, awak kapal acapkali mengabaikan syarat pemadatan muatan sesuai prosedur yang benar. Dalam arti muatan yang satu dengan yang lainnya tidak saling merusak akibat pemadatan yang salah. Selain pemadatan yang salah juga tidak terpenuhinya dunnage, yakni prosedur untuk melindungi muatan. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)
Beranda 22 Mei 2026, 15:02

Hutan di Papua Selatan yang Dincar untuk PSN Seluas 3,5 Juta Lapangan Sepakbola Standar FIFA

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti 2,5 juta hektare hutan Papua yang masuk proyek pangan dan energi, setara 3,5 juta lapangan bola.

Tayangan di film Pesta Babi. (Sumber: Jubi TV)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 13:08

Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

Kadang manusia lebih setan dari setan itu sendiri. Satu tindakan impulsif atas pilihan pribadi sering kali justru mengkambinghitamkan mahluk di dunia lain.

Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)
Wisata & Kuliner 22 Mei 2026, 11:14

Jelajah Pesona Green Canyon Karawang, Sungai Jernih di Tengah Tebing Lumut Hijau

Green Canyon Karawang menawarkan sungai jernih, tebing lumut hijau, canyoning, dan suasana alam sejuk di kawasan Pangkalan.

Green Canyon Karawang. (Sumber: KCIC)
Komunitas 22 Mei 2026, 08:47

Cara Anti Leumpunk Club Susur Sudut Tersembunyi Kota Bandung Pakai GPS Sungut dan Modal Tawa

Menatap Bandung dari gang sempit bersama Anti Leumpunk Club. Modal tanya warga dan saling ledek, jalan kaki 8 km jadi ruang sehat yang penuh tawa.

Ayu dan Meiyama bersama rekannya di Anti Leumpunk Club di Lapangan Saparua, Kamis 21 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 08:35

Buku, Keluarga, dan Literasi

Buku menjadi jendela dunia yang pertama kali dikenalkan dari rumah, sebelum anak mengenal ruang belajar yang lebih luas, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Seseorang sedang asyik membaca (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Beranda 21 Mei 2026, 21:21

Ekosistem Digital Kian Bising, Media Lokal Didorong Kembali ke Publik

Media lokal didorong kembali mengutamakan kepentingan publik di tengah ancaman AI, hilangnya trafik klik, dan maraknya buzzer di ruang digital.

Pembukaan Jateng Media Summit 2026, Kamis (21/5/2026). (Sumber: Suara.com | Foto: Budi Arista Romadhoni)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 20:34

Reformasi Dibungkam, Otoritarianisme Gaya Baru Bangkit Kembali

Pembatalan sepihak kegiatan peringatan 28 Tahun Reformasi di Jakarta bukan lagi sekadar persoalan administrasi hotel.

Peringatan 28 Tahun Reformasi 98 di Jakarta. (Foto: Dokumen pribadi)
Beranda 21 Mei 2026, 19:31

Papua Bukan Tanah Kosong, Tapi Terus Dianggap Tanah Tanpa Suara

Film Pesta Babi memperlihatkan Papua dari sudut yang jarang terlihat: ketakutan, kehilangan tanah, dan pembangunan yang meninggalkan luka.

Hofni Sibetai mahasiswa asal Papua menyampaikan pandangannya seusai nobar Pesta Babi di Pusat Studi Bahasa Jepang Universitas Padjadjaran, Rabu 20 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 19:03

Malam Jum’at Bukan Sekadar Baca Yasin: Menyelami Kedalaman Ritual Spiritual Warga NU

Ritual kebanyakan warga Nu membaca yasin pada malam jumat sudah menjadi sebuat tradisi

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 17:17

Cintapada, Padasuka, Padaasih, Toponim yang Merekam Kekayaan Alam dan Kekhawatiran

Kata 'pada' terdapat dalam berbagai kata dan sering terkait dengan makna alam, tempat, atau daerah.

Kampung Cipadakati di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Peta: Google maps)
Wisata & Kuliner 21 Mei 2026, 16:00

Jelajah Kuliner Roti Bandung, dari Bakery Viral Kekinian hingga Toko Jadul Legendaris

Bandung punya banyak bakery populer, mulai dari artisan sourdough modern hingga toko roti jadul dengan resep yang hampir tidak berubah.

Ilustrasi roti hits di Bandung.
Ayo Biz 21 Mei 2026, 15:38

Ketika QRIS Jadi ‘Game Changer’ Ekosistem Pembayaran Nasional, UMKM Terbantu Signifikan

QRIS adalah game changer dalam ekosistem pembayaran nasional.

Pegawai Cikopi Mang Eko saat melayani konsumen di Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Linimasa 21 Mei 2026, 14:48

Dari Tragedi Sampah ke Konservasi, Wajah Baru Eks TPA Leuwigajah

Dua dekade setelah longsor maut 2005, eks TPA Leuwigajah kini dijadikan area konservasi di Cimahi.

Lahan eks TPA Leuwigajah. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 12:20

Ketika Reformasi Mulai Bergulir

Di tengah tekanan Orde Baru yang masih terasa, pers mulai tampil lebih berani.

Sejumlah surat kabar menyoroti gelombang demonstrasi pada era Reformasi Mei 1998. (Sumber: Surat kabar Kedaulatan Rakyat dan Berita Buana | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 09:21

Siswa Tahun 1980-an adalah Generasi Tangguh

Ketangguhan para siswa tahun 1980-an adalah jawaban dalam menangani bebagai permasalahan generasinya.

Ilustrasi siswa. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 08:32

Bandung Review, Membangun Kesadaran Kolektif

Hegemoni sosial seharusnya menjadi semangat untuk membangun kesadaran kolektif, dengan mengadopsi nilai-nilai lokal seperti someah, silih asah, silih asih dan silih asuh untuk membangun kota inklusif

Keramaian kawasan Cikapundung Bandung yang menjadi salah satu pusat aktivitas kota. (Foto: Agus Wahyudi)
Wisata & Kuliner 21 Mei 2026, 08:00

Panduan Wisata ke Kampung Turis Karawang, Oase Pedesaan di Balik Kota Industri

Kampung Turis Karawang menawarkan wisata alam, sawah terasering, waterpark, kuliner Sunda, hingga villa dan camping di kawasan Tegalwaru.

Kampung Turis Karawang.