Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

6 menit baca
Sulistianingsih
Ditulis oleh Sulistianingsih diterbitkan
Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Bandung ialah kota etnik, estetik, dan menarik untuk dilirik. Tak jarang pada musim liburan, terjadi kemacetan di mana-mana. Salah satunya kemacetan parah terpantau menjelang arus mudik lebaran pada Maret 2026 ini.

Berdasarkan laporan TomTom Traffic Index 2025, Bandung menduduki peringkat 16 kota termacet di dunia dan kota paling macet se-Indonesia. Posisi tersebut ditunjukkan dengan tingkat kemacetan 64% di mana rata-rata waktu tempuh 10 km di Bandung mencapai 32 menit.

Walau rintangan kemacetan menghadang, tak menyurutkan langkah wisatawan luar negeri ataupun wisatawan nusantara untuk tetap menjelajah Bandung. Bahkan perkembangan wisata di Bandung sangat pesat, terbukti dengan masuknya Bandung ke jajaran Top 3 Kota Wisata Asia pada awal 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan data okupansi hotel di kota Bandung terus meningkat. Tercatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Januari 2026 sebesar 54,90% pada hotel bintang, dan 38,87% pada hotel non bintang. Total TPK pada Januari 2026 adalah sebesar 50,86%, turun sebesar 13,28% dibandingkan dengan akhir tahun 2025.

Penurunan TPK pada Januari 2026 dapat berpengaruh terhadap kunjungan ke tempat wisata, namun tingkat signifikansinya tidak hanya diukur dari TPK saja. Sejatinya wisatawan bukan hanya berasal dari penduduk area luar Bandung saja, tapi warga kota Bandung pun pasti ingin menikmati sensasi liburan di kota sendiri, dengan memanfaatkan liburan lebaran kali ini.

Data kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bandung per akhir 2025, menginventarisir jumlah total penduduk kota Bandung mencapai 2.599.743 jiwa. Secara umum, meskipun terjadi eksodus mudik, sebagian besar populasi tetap menetap di Bandung atau melakukan mudik lokal. Angka spesifik warga yang tidak mudik tentu saja belum dirilis secara resmi, karena baru dapat diketahui melalui survei pasca lebaran. Namun diperkirakan jutaan orang akan tetap berada di Bandung.

Variasi Wisata di Kota Bandung

Potensi warga Bandung yang tidak mudik dapat menjadi peluang bagi industri wisata di Bandung. Beberapa jenis wisata yang dapat dinikmati di antaranya wisata alam (ekowisata), wisata budaya, wisata Bahari, wisata buatan, wisata pertanian (agrowisata), wisata religi/ziarah, wisata kuliner, wisata minat khusus/petualangan.

Beberapa rekomendasi wisata di Bandung sesuai jenis-jenis wisata yang disebutkan sebelumnya, di antaranya Taman Hutan Raya (Tahura), Hutan Kota Babakan Siliwangi, Museum Geologi, Museum Konferensi Asia Afrika, Gedung Sate, Jalan Braga (arsitektur kolonial), Saung Angklung Udjo, Kiara Artha Park, Kuliner Malam di Sudirman Street Day and Night Market, belanja di Factory Outlet Kawasan Cihampelas, dan yang lainnya.

Sebagian penonton turun ke panggung pertunjukan untuk bersenang - senang dan menyaksikan pertunjukan musik dan tarian di panggung Saung Angklung Udjo Selasa (11/03/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Sebagian penonton turun ke panggung pertunjukan untuk bersenang - senang dan menyaksikan pertunjukan musik dan tarian di panggung Saung Angklung Udjo Selasa (11/03/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Dengan maraknya wisata yang berkembang dan inovatif di kota Bandung, tentu saja dapat menggerakkan warga Bandung untuk tidak hanya berdiam diri di rumah pada liburan lebaran kali ini. Ada beberapa pendorong dan penarik motivasi dalam melakukan perjalanan wisata.

Pendorong Wisata

Menurut Azman (2019) faktor pendorong motivasi wisatawan melakukan perjalanan wisata di antaranya: Pertama, melepaskan diri dari rutinitas (escape), ada hal yang mendorong seseorang ingin melakukan perjalanan wisata ke daerah tujuan wisata untuk melepaskan diri dari rutinitas. Kedua, relaksasi (relaxation), ada juga seseorang yang ingin melakukan perjalanan wisata ke daerah tujuan wisata untuk relaksasi. Ketiga, bermain (play), seseorang ingin melakukan perjalanan wisata ke daerah tujuan wisata untuk bermain. Keempat, memperkuat ikatan keluarga (strengthening family bonds), seseorang melakukan perjalanan wisata ke daerah tujuan wisata untuk memperkuat ikatan keluarga. Kelima, gengsi (prestige), untuk meningkatkan gengsi menjadi faktor pendorong seseorang ingin melakukan perjalanan wisata ke daerah tujuan wisata. Keenam, interaksi sosial (social interaction), adanya faktor pendorong mengakibatkan seseorang ingin melakukan perjalanan wisata ke daerah tujuan wisata untuk berinteraksi dengan orang lain.

Penarik Wisata

Untuk faktor penarik motivasi wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata menurut Azman (2019) di antaranya: Pertama, price, harga atau biaya wisata ke daerah tempat wisata yang menyebabkan seseorang memilih daerah tempat wisata tersebut. Kedua, culture, adanya kebudayaan di daerah tujuan wisata yang menyebabkan seseorang memilih daerah tempat wisata tersebut. Ketiga, natural environment and weather attraction, faktor lingkungan dan cuaca yang masih alami di daerah tujuan wisata yang menyebabkan seseorang memilih daerah tempat wisata tersebut. Keempat, location, faktor lokasi sebuah daerah tujuan wisata yang menyebabkan seseorang memilih daerah tempat wisata tersebut. Kelima, facilities, ketersediaan fasilitas di daerah tujuan wisata yang menyebabkan seseorang memilih daerah tempat wisata tersebut. Keenam, entertainment and relaxation, ketersediaan hiburan dan relaksasi di daerah tujuan wisata yang menyebabkan seseorang memilih daerah tempat wisata tersebut. Ketujuh, safety, tingkat keamanan pada daerah tujuan wisata yang menyebabkan seseorang memilih daerah tempat wisata tersebut.

Wisata lancar, ekonomi berkembang

Berbagai event baik menjadi pendorong atau pun penarik naiknya kunjungan wisatawan, diharapkan semakin menggerakkan ekonomi dan sektor pariwisata di kota Bandung. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29% di tahun 2025, diharapkan meningkat di tahun 2026 ini. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menilai kinerja sektor pariwisata sepanjang tahun 2025 dinilai melampaui target yang telah ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Disbudpar Kota Bandung mencatat jumlah kunjungan wisatawan telah menembus 8,75 juta orang, melampaui indikator kinerja utama yang menjadi bagian dari perjanjian kinerja Kepala Disbudpar dengan Wali Kota Bandung.

Harapannya di liburan lebaran kali ini, berbagai jenis sektor pariwisata dapat memperlancar perputaran ekonomi di semua kalangan masyarakat, serta dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kota Bandung. Walau pada kenyataannya, capaian jumlah wisatawan tersebut belum dapat langsung dikaitkan dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata.

Disbudpar sendiri memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan berpotensi meningkat menjadi sekitar 9,1 juta orang di tahun 2026 ini, salah satunya potensi kunjungan wisata pada liburan lebaran kali ini. Proyeksi tersebut dihitung berdasarkan analisis statistik tren kunjungan yang cenderung mengalami peningkatan, potensi pasar yang sangat menjual, rencana pengembangan destinasi wisata di berbagai titik yang strategis, dan agenda pariwisata yang akan digelar sepanjang tahun 2026.

Perkembangan Wisata di Bandung

Poin-poin penting perkembangan wisata di Bandung, di antaranya: Pertama, pusat wisata baru & instagramable di mana selain wisata alam di Bandung Utara (Lembang) dan Selatan (Ciwidey), Bandung kini fokus pada urban tourism seperti kawasan Braga, Jalan Asia Afrika, dan kawasan kuliner tematik. Kedua, destinasi wisata terintegrasi dengan adanya pengembangan Bandung Timur sebagai pusat wisata terintegrasi, termasuk rencana revitalisasi lanjutan Alun-Alun Bandung. Ketiga, tren wisata terbaru yang sedang berkembang pesat termasuk glamping dengan city light view di Bandung Utara dan museum seni digital interaktif. Keempat, wisata kuliner & kreatif dengan ciri khas Bandung yang tetap menjadi primadona wisata kuliner dan belanja fashion (Paris van Java), menarik jutaan wisatawan, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Kelima, pengembangan eco-tourism dengan adanya perbaikan fasilitas di kawasan wisata alam seperti Tebing Keraton dan inisiatif pertanian terpadu di Sein Farm yang dimaksudkan untuk menjaga status lahan pertanian, penyediaan pangan, kepedulian hidup dan pertanian berkelanjutan.

Jadi tunggu apa lagi, para warga Bandung yang nggak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Selain manfaatnya dirasakan untuk diri sendiri dan keluarga, kita pun dapat menggerakkan perekonomian lokal khususnya di kota Bandung. Ekonomi tumbuh, masyarakat sejahtera, siapa lagi kalau bukan kita penggeraknya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sulistianingsih
Tentang Sulistianingsih
Lembaga Administrasi Negara

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Sep 2026, 11:19

Sesi Cukur Malam

Berkisah pembicaraan dua orang sobat, tukang cukur dan pelanggannya yang seorang dosen. Mereka menggosipkan mengenai kesialan-kesialan nasib karib mereka semasa SMA.

Sesi Cukur Malam. (Sumber: Chat GPT)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 07:40

Gunta Akhiri: Mewujudkan Rumah Besar Para Insinyur Kota Bandung

Tantangan besar ketersediaan Insinyur Profesional mesti segera diatasi

Ilustrasi Ketua PII  Cabang Bandung, Gunta Akhiri dan Ketum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie (Sumber: dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:36

Cuma Rp216 Bisa Keliling Bandung! Merayakan Ulang Tahun Kota Kembang Naik Bandros dan TMB

Pemerintah Kota Bandung memberikan kado spesial kepada seluruh warga dan wisatawan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216.

Salah satu video Youtube Boby Rachma "BANDUNG TOUR ON BUS!! KELILING KOTA BANDUNG NAIK BANDROS!!".
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:06

Ekstrakurikuler yang Membahagiakan sebagai Resiliensi Pendidikan Berkelanjutan

Hadirnya pembelajaran ekstrakurikuler bagi murid diwujudkan dengan kegiatan yang lebih tepat dan memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan hobi atau minat bakatnya.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 08:26

Kamera Dulu, Peluk dan Tolong Kemudian

Fenomena masyarakat modern yang lebih mengutamakan kamera dan dokumentasi dibandingkan dengan mengutamakan empati.

Fenomena yang sering terjadi pada masyarakat modern yang menjadikan dokumentasi satu-satunya yang penting ketika terjadi sesuatu (Sumber: Generated AI)
Beranda 26 Sep 2026, 11:23

46 Kilometer Jalan yang Melintasi Kota Bandung Ini Bukan Milik Pemkot

Berdasarkan dokumen itu, sebagian besar ruas jalan nasional yang melintasi Kota Bandung tersebut membentang dari barat ke timur.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 19:46

MJT: Program Pemerintah Jawa Barat yang Cukup Solutif untuk Mengurangi Kemacetan

Metro Jabar Trans menjadi program yang cukup bermanfaat untuk meminimalisir kemacetan juga alternatif kendaraan umum yang terjangkau bagi masyarakat

Metro Jabar Trans menjadi salah satu transportasi umum pilihan masyarakat (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 18:19

Menonton Film di Bioskop Legendaris Bandung Era 90-an

Jauh sebelum bioskop hadir di dalam pusat perbelanjaan dan sinepleks modern, Bandung memiliki banyak gedung bioskop yang menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Penulis berdiri di seberang bekas Bioskop Dian, Jalan Dalem Kaum, tepat di seberang kawasan Alun-Alun Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 17:24

Apa yang Salah Ketika Kekerasan Dipertontonkan di Sosial Media secara Vulgar?

Tontonan pada konten media sosial kini banyak yang mempertontonkan kekerasan secara vulgar. Nilai-nilai humanistik kian tergerus. Apakah kita bisa bijak dan memikirkan dampaknya untuk masa depan?

Ilustrasi korban kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: Daniel Reche)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 16:50

Nilai Diri 'Dus Obat' dalam Perspektif Industri Farmasi

Dus obat yang sering kita sepelekan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan karena perlu spesifikasi tertentu saat diproduksi.

Dus Obat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Seni Budaya 25 Sep 2026, 15:21

Mengenal Makna Kehidupan Melalui Batik

Legenda Ki Bahu Reksa dihadirkan melalui empat panel batik tulis Pekalongan yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.

Luqiani Octa Pratiwi menghidupkan legenda Ki Bahu Reksa melalui wayang beber dan batik tulis khas Pekalongan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 15:17

Membenahi Kompetensi Sopir, Atasi Jalur Tengkorak di Bandung Raya

Regulasi mewajibkan pemerintah menjamin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi

Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 13:32

Api Biru Papandayan: Ketika Foto Indah Justru Bisa Menyimpan Bahaya

Foto yang baik tidak harus menjadi bukti bahwa fotografer berhasil mengalahkan jarak.

Fenomena blue fire. (Sumber: kemenparekraf.go.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 17:27

Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)