Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Sulistianingsih
Ditulis oleh Sulistianingsih diterbitkan Jumat 20 Mar 2026, 19:10 WIB
Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Bandung ialah kota etnik, estetik, dan menarik untuk dilirik. Tak jarang pada musim liburan, terjadi kemacetan di mana-mana. Salah satunya kemacetan parah terpantau menjelang arus mudik lebaran pada Maret 2026 ini.

Berdasarkan laporan TomTom Traffic Index 2025, Bandung menduduki peringkat 16 kota termacet di dunia dan kota paling macet se-Indonesia. Posisi tersebut ditunjukkan dengan tingkat kemacetan 64% di mana rata-rata waktu tempuh 10 km di Bandung mencapai 32 menit.

Walau rintangan kemacetan menghadang, tak menyurutkan langkah wisatawan luar negeri ataupun wisatawan nusantara untuk tetap menjelajah Bandung. Bahkan perkembangan wisata di Bandung sangat pesat, terbukti dengan masuknya Bandung ke jajaran Top 3 Kota Wisata Asia pada awal 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan data okupansi hotel di kota Bandung terus meningkat. Tercatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Januari 2026 sebesar 54,90% pada hotel bintang, dan 38,87% pada hotel non bintang. Total TPK pada Januari 2026 adalah sebesar 50,86%, turun sebesar 13,28% dibandingkan dengan akhir tahun 2025.

Penurunan TPK pada Januari 2026 dapat berpengaruh terhadap kunjungan ke tempat wisata, namun tingkat signifikansinya tidak hanya diukur dari TPK saja. Sejatinya wisatawan bukan hanya berasal dari penduduk area luar Bandung saja, tapi warga kota Bandung pun pasti ingin menikmati sensasi liburan di kota sendiri, dengan memanfaatkan liburan lebaran kali ini.

Data kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bandung per akhir 2025, menginventarisir jumlah total penduduk kota Bandung mencapai 2.599.743 jiwa. Secara umum, meskipun terjadi eksodus mudik, sebagian besar populasi tetap menetap di Bandung atau melakukan mudik lokal. Angka spesifik warga yang tidak mudik tentu saja belum dirilis secara resmi, karena baru dapat diketahui melalui survei pasca lebaran. Namun diperkirakan jutaan orang akan tetap berada di Bandung.

Variasi Wisata di Kota Bandung

Potensi warga Bandung yang tidak mudik dapat menjadi peluang bagi industri wisata di Bandung. Beberapa jenis wisata yang dapat dinikmati di antaranya wisata alam (ekowisata), wisata budaya, wisata Bahari, wisata buatan, wisata pertanian (agrowisata), wisata religi/ziarah, wisata kuliner, wisata minat khusus/petualangan.

Beberapa rekomendasi wisata di Bandung sesuai jenis-jenis wisata yang disebutkan sebelumnya, di antaranya Taman Hutan Raya (Tahura), Hutan Kota Babakan Siliwangi, Museum Geologi, Museum Konferensi Asia Afrika, Gedung Sate, Jalan Braga (arsitektur kolonial), Saung Angklung Udjo, Kiara Artha Park, Kuliner Malam di Sudirman Street Day and Night Market, belanja di Factory Outlet Kawasan Cihampelas, dan yang lainnya.

Sebagian penonton turun ke panggung pertunjukan untuk bersenang - senang dan menyaksikan pertunjukan musik dan tarian di panggung Saung Angklung Udjo Selasa (11/03/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Sebagian penonton turun ke panggung pertunjukan untuk bersenang - senang dan menyaksikan pertunjukan musik dan tarian di panggung Saung Angklung Udjo Selasa (11/03/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Dengan maraknya wisata yang berkembang dan inovatif di kota Bandung, tentu saja dapat menggerakkan warga Bandung untuk tidak hanya berdiam diri di rumah pada liburan lebaran kali ini. Ada beberapa pendorong dan penarik motivasi dalam melakukan perjalanan wisata.

Pendorong Wisata

Menurut Azman (2019) faktor pendorong motivasi wisatawan melakukan perjalanan wisata di antaranya: Pertama, melepaskan diri dari rutinitas (escape), ada hal yang mendorong seseorang ingin melakukan perjalanan wisata ke daerah tujuan wisata untuk melepaskan diri dari rutinitas. Kedua, relaksasi (relaxation), ada juga seseorang yang ingin melakukan perjalanan wisata ke daerah tujuan wisata untuk relaksasi. Ketiga, bermain (play), seseorang ingin melakukan perjalanan wisata ke daerah tujuan wisata untuk bermain. Keempat, memperkuat ikatan keluarga (strengthening family bonds), seseorang melakukan perjalanan wisata ke daerah tujuan wisata untuk memperkuat ikatan keluarga. Kelima, gengsi (prestige), untuk meningkatkan gengsi menjadi faktor pendorong seseorang ingin melakukan perjalanan wisata ke daerah tujuan wisata. Keenam, interaksi sosial (social interaction), adanya faktor pendorong mengakibatkan seseorang ingin melakukan perjalanan wisata ke daerah tujuan wisata untuk berinteraksi dengan orang lain.

Penarik Wisata

Untuk faktor penarik motivasi wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata menurut Azman (2019) di antaranya: Pertama, price, harga atau biaya wisata ke daerah tempat wisata yang menyebabkan seseorang memilih daerah tempat wisata tersebut. Kedua, culture, adanya kebudayaan di daerah tujuan wisata yang menyebabkan seseorang memilih daerah tempat wisata tersebut. Ketiga, natural environment and weather attraction, faktor lingkungan dan cuaca yang masih alami di daerah tujuan wisata yang menyebabkan seseorang memilih daerah tempat wisata tersebut. Keempat, location, faktor lokasi sebuah daerah tujuan wisata yang menyebabkan seseorang memilih daerah tempat wisata tersebut. Kelima, facilities, ketersediaan fasilitas di daerah tujuan wisata yang menyebabkan seseorang memilih daerah tempat wisata tersebut. Keenam, entertainment and relaxation, ketersediaan hiburan dan relaksasi di daerah tujuan wisata yang menyebabkan seseorang memilih daerah tempat wisata tersebut. Ketujuh, safety, tingkat keamanan pada daerah tujuan wisata yang menyebabkan seseorang memilih daerah tempat wisata tersebut.

Wisata lancar, ekonomi berkembang

Berbagai event baik menjadi pendorong atau pun penarik naiknya kunjungan wisatawan, diharapkan semakin menggerakkan ekonomi dan sektor pariwisata di kota Bandung. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29% di tahun 2025, diharapkan meningkat di tahun 2026 ini. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menilai kinerja sektor pariwisata sepanjang tahun 2025 dinilai melampaui target yang telah ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Disbudpar Kota Bandung mencatat jumlah kunjungan wisatawan telah menembus 8,75 juta orang, melampaui indikator kinerja utama yang menjadi bagian dari perjanjian kinerja Kepala Disbudpar dengan Wali Kota Bandung.

Harapannya di liburan lebaran kali ini, berbagai jenis sektor pariwisata dapat memperlancar perputaran ekonomi di semua kalangan masyarakat, serta dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kota Bandung. Walau pada kenyataannya, capaian jumlah wisatawan tersebut belum dapat langsung dikaitkan dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata.

Disbudpar sendiri memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan berpotensi meningkat menjadi sekitar 9,1 juta orang di tahun 2026 ini, salah satunya potensi kunjungan wisata pada liburan lebaran kali ini. Proyeksi tersebut dihitung berdasarkan analisis statistik tren kunjungan yang cenderung mengalami peningkatan, potensi pasar yang sangat menjual, rencana pengembangan destinasi wisata di berbagai titik yang strategis, dan agenda pariwisata yang akan digelar sepanjang tahun 2026.

Perkembangan Wisata di Bandung

Poin-poin penting perkembangan wisata di Bandung, di antaranya: Pertama, pusat wisata baru & instagramable di mana selain wisata alam di Bandung Utara (Lembang) dan Selatan (Ciwidey), Bandung kini fokus pada urban tourism seperti kawasan Braga, Jalan Asia Afrika, dan kawasan kuliner tematik. Kedua, destinasi wisata terintegrasi dengan adanya pengembangan Bandung Timur sebagai pusat wisata terintegrasi, termasuk rencana revitalisasi lanjutan Alun-Alun Bandung. Ketiga, tren wisata terbaru yang sedang berkembang pesat termasuk glamping dengan city light view di Bandung Utara dan museum seni digital interaktif. Keempat, wisata kuliner & kreatif dengan ciri khas Bandung yang tetap menjadi primadona wisata kuliner dan belanja fashion (Paris van Java), menarik jutaan wisatawan, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Kelima, pengembangan eco-tourism dengan adanya perbaikan fasilitas di kawasan wisata alam seperti Tebing Keraton dan inisiatif pertanian terpadu di Sein Farm yang dimaksudkan untuk menjaga status lahan pertanian, penyediaan pangan, kepedulian hidup dan pertanian berkelanjutan.

Jadi tunggu apa lagi, para warga Bandung yang nggak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Selain manfaatnya dirasakan untuk diri sendiri dan keluarga, kita pun dapat menggerakkan perekonomian lokal khususnya di kota Bandung. Ekonomi tumbuh, masyarakat sejahtera, siapa lagi kalau bukan kita penggeraknya. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sulistianingsih
Lembaga Administrasi Negara

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Mei 2026, 19:46

Lembangku Sayang, Lembangku Malang: Warga Lokal yang Termarjimalkan

Kawasan tempat tinggal saya sekarang di Lembang adalah sebuah tempat yang dahulunya hanyalah hutan belantara tak bertuan.

Tanjakan Cibogo tahun 1955. Masih kebun dan sawah, dan sekarang kebun semakin terdesak, sawah telah hilang. (Sumber: wereldculturn.nl)
Wisata & Kuliner 12 Mei 2026, 17:37

Pilihan 5 Destinasi Wisata Puncak yang Jadi Favorit Wisatawan

Rekomendasi 5 wisata pilihan di Puncak Bogor, dari Kebun Teh Gunung Mas hingga Telaga Warna dan Kebun Raya Cibodas.

Wisata Kebun Teh Gunung Mas di Puncak Bogor. (Sumber: PTPN I Regional 2)
Linimasa 12 Mei 2026, 14:07

Hikayat Asy Syifa, Pondok Pesantren Anak Usia Dini Pertama

Pesantren Asy Syifa di Ciamis menjadi pelopor pondok khusus anak usia SD dengan pendidikan mandiri dan Al Quran.

Pesantren Asy Syifa di Ciamis. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 12 Mei 2026, 13:58

Panduan Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon: Tiket, Sejarah, dan Spot Wajib Dikunjungi

Panduan lengkap wisata Keraton Kasepuhan Cirebon, mulai sejarah, tiket masuk, daya tarik, hingga tips berkunjung ke situs budaya tertua di kota.

Keraton Kasepuhan Cirebon. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 13:51

Halo-Halo Bandung, Tidak Sekadar Narasi

Lagu Halo-Halo Bandung tidak hanya sekadar lagu yang tersimpan dalam memori sejarah, dari semangat perjuangan itu melahirkan nilai kesadaran masyarakat, dan dengan kesabaran untuk merawat Bandung.

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 12 Mei 2026, 12:27

Dari Rak “Buku Seks” sampai Arab-Israel yang Sengaja Dipertemukan, Mengintip Sisi Eksentrik Batu Api

Warung Batu Api di Jatinangor menyimpan cara unik Anton Solihin menyusun buku, dari rak “buku seks” hingga koleksi Arab-Israel yang sengaja dipajang saling berhadapan.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 10:02

Pernikahan di Era Gen Z: Ibadah, Tekanan Sosial, atau Pelarian?

Di balik romantisasi cinta Gen Z, ada pergaulan bebas, tekanan mental, dan tingginya perceraian muda.

Pernikahan sebagai ikatan suci (Sumber: Pixeabay / Foto: WenPhotos) (Sumber: Pixeabay | Foto: WenPhotos)
Beranda 12 Mei 2026, 09:45

Bersama T. Bachtiar, Ayobandung.id dan Himse Unpad Bahas Bandung dari Nama hingga Jejak Bencana

Ayobandung.id dan Himse Unpad menghadirkan T. Bachtiar dalam seminar interaktif yang membahas Bandung dari nama wilayah, tanah, bencana, hingga ingatan kolektif masyarakat.

Seminar interaktif “Nama yang Bercerita” bersama T. Bachtiar akan membahas cara membaca Bandung Raya melalui tanah, bencana, dan ingatan kolektif di Aula PSBJ FIB Unpad Jatinangor, 13 Mei 2026.
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 08:51

Apakah Benar Gaji Dosen Rendah karena Kompetensinya?

Rendahnya gaji dosen tidak hanya soal kompetensi, tetapi juga dipengaruhi minimnya dana riset, beban birokrasi kampus, dan sistem pendidikan yang belum ideal.

Pernyataan Wamendiktisaintek, Stella Christie "Gaji rendah dosen karena tidak kompeten". (Sumber: TikTok/@alee.gresik)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 20:03

Spirit Sportivitas Bola

Di balik kemegahan dan gemerlap setiap pertandingan sepakbola tersimpan sisi gelap yang mengusik para penggila sepak bola.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 19:09

Kelulusan, Selebrasi, dan Bersyukur

Hakikat kelulusan bukan terletak pada seberapa besar buket yang dibawa, panjangnya konvoi ucapan selamat, ramainya unggahan di media sosial.

Ilustrasi bentuk syukur atas capaian kelulusan dengan berdoa, memohon kepada Allah SWT (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 11 Mei 2026, 16:25

Di Cibadak, Warga Beda Agama Sudah Terbiasa Hidup Berdampingan Jauh Sebelum Ada Kampung Toleransi

Warga Cibadak di Astana Anyar telah lama hidup berdampingan lintas agama lewat kebiasaan saling membantu, menjaga lingkungan, dan menghormati perbedaan.

Asoey, pengurus Vihara Dharma Ramsi, merasakan kehidupan lintas agama di Astana Anyar berjalan alami lewat kebiasaan warga yang saling menghormati. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 11 Mei 2026, 14:31

Canting dan Ekosistem yang Belum Sempurna, Sebuah Harapan dari Kampung Kreatif Batik Difabel

Ekosistem yang sempurna mungkin belum ada. Tapi ekosistem yang terus berusaha, itu yang sedang terjadi di Kampung Kreatif Batik Difabel.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 13:53

Gelar Akademik Apakah Jaminan Kesuksesan?

Polarisasi pendapat antara melanjutkan kuliah dan langsung membuka usaha. Melanjutkan kuliah lebih berpeluang diserap dunia kerja dan langsung membuka usaha bisa mempercepat peluang sukses.

Ilustrasi wisuda. (Sumber: Pexels | Foto: Sun)
Wisata & Kuliner 11 Mei 2026, 13:48

Jelajah Palabuhanratu Sukabumi, Kota Pelabuhan Internasional yang Berubah jadi Tujuan Wisata Penuh Legenda

Palabuhanratu menyimpan sejarah pelabuhan kolonial, pantai sepanjang 105 km, serta mitos Nyi Roro Kidul yang masih dipercaya.

Pantai Karang Sari, Palabuhanratu Sukabumi. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 11:05

Freddie Mercury, AIDS, dan Luka Stigma yang Belum Usai

Malam Renungan AIDS Nusantara bukan sekadar seremoni mengenang korban HIV/AIDS.

Halaman muka surat kabar terbitan Inggris yang memberitakan kepergian Freddie Mercury. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 11 Mei 2026, 10:17

Toleransi di Cibadak Tidak Ramai Dibicarakan, Tapi Dijalani Setiap Hari

Warga Kampung Toleransi Cibadak di Astana Anyar hidup berdampingan di tengah perbedaan agama dan etnis lewat kebiasaan saling membantu dan menjaga kebersamaan.

Simbol berbagai agama berdiri berdampingan di Kelurahan Cibadak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 09:27

Modern untuk Kota, Melelahkan untuk Manusia

Selama kebutuhan dasar warganya masih terabaikan, Bandung akan terus terlihat modern dari luar, tetapi belum sepenuhnya menjadi kota yang nyaman untuk dijalani.

Bandung sibuk membangun kota, tetapi belum tentu membangun kenyamanan warganya. (Sumber: Designed by macrovector /Freepik)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 08:54

Kafe untuk Perantau yang Tak Mau Pulang

Cerita pendek tentang kafe di kota besar yang dikhususnya bagi perantau yang tidak mau pulang.

Ribuan koleksi buku tersusun padat di rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Mei 2026, 18:08

Kereta Cepat dan Tantangan First Mile–Last Mile

Tantangan first mile dan last mile memengaruhi total waktu perjalanan pengguna Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh), sehingga integrasi transportasi menjadi penting.

Layar di dalam kabin Whoosh yang menampilkan informasi kecepatan kereta saat itu. (Sumber: Dok. Penulis)