Tetap Mudik, Meski yang Dibawa Cuma Harapan Bukan Baju Baru

4 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Pemudik di Stasiun Leuwipanjang pada Kamis 19 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pemudik di Stasiun Leuwipanjang pada Kamis 19 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Siang yang teduh di bawah pepohonan tepi jalan kawasan ITB Bandung itu terasa biasa saja. Lalu lintas mengalir, motor datang dan pergi, dan orang-orang berkejaran dengan urusan masing-masing.

Namun, bagi sebagian orang, hari-hari menjelang Lebaran lalu bukan sekadar rutinitas tapi melainkan soal mudik, tentang menuntaskan rindu, meski yang dibawa tak selalu cukup.

Di tengah kondisi ekonomi yang menekan, keputusan untuk mudik tetap diambil, seperti yang tercermin dari proyeksi Kementerian Perhubungan. Jumlah pemudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, sedikit menurun dari 154,6 juta pada 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh faktor utama akibat ekonomi.

Di antara angka-angka besar itu, ada cerita kecil yang tak kalah berarti. Salah satunya datang dari Ujang Nurdin (43).

Pria asal Majalengka tersebut baru saja mengantarkan pelanggan yang turun di kawasan Jalan Ganesa Kota Bandung. Seragam hijau yang dikenakannya tampak rapi, sementara motornya terparkir tenang di sisi jalan.

Ujang Nurdin mudik ke Majalengka meski dalam keterbatasan finansial yang penting bertemu dengan anaknya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ujang Nurdin mudik ke Majalengka meski dalam keterbatasan finansial yang penting bertemu dengan anaknya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Sekilas, Ujang tak berbeda dari pengemudi ojek online lainnya. Ia lebih banyak diam. Namun ketika diajak berbincang, ceritanya mengalir pelan. Ia akan mudik meski yang dibawa cuma harapan bukan baju baru untuk anaknya.

Sebagai pengemudi ojek online, penghasilannya tak pernah pasti. Meski begitu, ia selalu berusaha menyisihkan sebagian kecil dari pendapatannya. Sedikit demi sedikit, ia kumpulkan untuk satu tujuan sederhana: pulang ke Majalengka saat Lebaran.

“Udah lama nabung, buat mudik sama beli baju anak. Ada sekitar sembilan ratus ribu,” kata Ujang.

Jumlah itu tidak ia ucapkan dengan kebanggaan berlebih, melainkan dengan rasa cukup. Uang itu bukan sekadar angka, melainkan hasil dari hari-hari panjang di jalan, dari setiap pesanan yang ia jalani.

“Ya disisihin aja tiap dapet, walaupun sedikit. Yang penting ada buat pulang,” lanjutnya.

Di balik tabungan itu, tersimpan janji sederhana untuk anaknya. Ia akan membelikan baju baru saat Lebaran. Sebuah janji kecil yang ia genggam erat, apa pun keadaan yang dihadapi.

THR yang Tak Dapat Dinikmati

Harapan Ujang sempat bertambah ketika ia menerima Tunjangan Hari Raya dari aplikator pada pertengahan Ramadan. Sekitar Rp350 ribu masuk ke dompet digitalnya—tambahan yang berarti di tengah keterbatasan.

“Malam itu masuk ke OVO, sekitar tiga ratus lima puluh ribu,” ucapnya.

Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Keesokan paginya, saat ia membuka ponsel, saldo tersebut sudah lenyap.

“Pas subuh dicek, udah hilang. Hilang sama tabungan saya juga. Saya terpukul banget itu, kayaknya kena hack,” ujar Ujang pelan.

Ia tidak meluapkan amarah. Hanya jeda sejenak dalam ucapannya yang menandakan ada kekecewaan yang ia simpan sendiri.

“Padahal udah bilang ke anak, tenang aja nanti beli baju,” tambahnya.

Ia sempat berniat mengurus ke kantor layanan, berharap ada kemungkinan uangnya kembali. Namun harapannya tak besar.

“Katanya akun nya bisa balik, tapi uangnya nggak bisa,” kata Ujang.

Kalimat itu terdengar datar, seperti sesuatu yang sudah ia terima—bahwa tak semua hal bisa ia kendalikan.

Penumpukan penumpang terjadi Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Kamis 19 Maret 2026 akibat keterlambatan kedatangan armada yang terjebak kemacetan arus mudik Lebaran 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Penumpukan penumpang terjadi Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Kamis 19 Maret 2026 akibat keterlambatan kedatangan armada yang terjebak kemacetan arus mudik Lebaran 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Kewajiban Pulang

Kehilangan itu sempat menggoyahkan rencananya. Dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas, setiap rupiah memiliki arti.

“Ya sempat kepikiran nggak jadi mudik,” ungkap Ujang.

Ia mulai menghitung ulang ongkos perjalanan, kebutuhan di jalan, dan sisa uang yang dimilikinya. Semua terasa makin sempit.

Namun di balik hitungan itu, ada sesuatu yang tak bisa diukur dengan angka.

“Tapi ya gimana, pengen ketemu keluarga,” katanya.

Kerinduan perlahan mengalahkan keraguan. Ujang memutuskan tetap pulang, meski dengan bekal yang jauh dari rencana awal.

“Ya diusahain aja, paling nambah narik (pelanggan) lagi,” ucapnya.

Ia menutup kekurangan dengan satu cara yang paling ia kuasai: bekerja lebih lama. Waktu di jalan ia tambah, tenaga ia dorong lebih jauh.

“Sekarang mah yang penting jalan terus aja, dapet berapa juga dijalanin,” kata Ujang.

Baginya, selama masih bisa bekerja, harapan belum benar-benar hilang.

Perjalanan ke Majalengka, yang berjarak sekitar 100 kilometer, tetap ia rencanakan dengan perhitungan sederhana. Ongkos bensin sekitar Rp50 ribu, ditambah biaya makan saat beristirahat di perjalanan.

“Paling bensin sama makan pas istirahat. Nggak banyak juga,” ujarnya.

Lebaran yang Sederhana

Bagi Ujang, mudik bukan sekadar tradisi tahunan. Lebih dari itu, ada makna yang tak tergantikan—tentang kembali, tentang bertemu.

“Yang penting bisa kumpul sama keluarga,” kata Ujang.

Kalimatnya sederhana, tapi diucapkan dengan keyakinan penuh. Di tengah kesibukannya sebagai perantau, Lebaran menjadi satu-satunya waktu untuk benar-benar pulang.

“Jarang ketemu, jadi Lebaran itu waktunya silaturahmi,” lanjutnya.

Ia tak menuntut banyak. Bukan soal membawa uang berlimpah atau hal-hal mewah.

“Yang penting bisa ketemu, itu aja udah senang,” ucapnya.

Di tengah tekanan ekonomi, kehilangan yang sempat membuatnya ragu, dan perjalanan panjang yang menanti, Ujang tetap memilih pulang.

Bagi Ujang dan sepenanggungan yang memiliki keterbatasan finansial untuk mudik, Lebaran bukan tentang apa yang dibawa. Melainkan tentang siapa yang menunggu, meski yang dibawa hanya harapan bukan baju baru.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Wisata & Kuliner 07 Jul 2026, 15:29

Jelajah Waduk Saguling, PLTA Surga Budidaya Ikan dan Wisata Favorit Pemancing

Waduk Saguling tidak hanya memasok listrik, tetapi juga menjadi sentra perikanan air tawar dengan puluhan ribu keramba jaring apung di Bandung Barat.

Waduk Saguling. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 10:49

Mengepakkan Sayap Ekonomi Kerakyatan Ketika Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Semenjak dinamakan Husein Sastranegara menjadi bandara komersial telah memberikan manfaat yang luas bagi penerbangan domestik maupun internasional.

Petugas membersihkan salahsatu fasilitas Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 09:06

Menjahit Harapan di Tengah Sepinya Pasar Thrifting Gedebage

Di tengah sepinya Pasar Cimol Gedebage, Dedi tetap bertahan sebagai penjahit pakaian thrifting. Feature ini mengangkat perjuangannya menghidupi keluarga sekaligus menjaga profesi warisan orang tuanya.

Pasar Cimol Gedebage. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)