Ayo Netizen

Masa Depan Transportasi Udara, Teknologi Pesawat Listrik Unjuk Gigi di Forum MVPN dan UBSI Sukabumi

Oleh: Ath Thaariq Rizki Putra Hasnan Minggu 26 Apr 2026, 14:43 WIB
Alessandro Arraniry Pritajaya (kiri) usai menerima sertifikat dalam Indonesia Youth Global Innovation Forum 2026 di UBSI Sukabumi.

SUKABUMI – Inovasi di dunia penerbangan terus berkembang, termasuk hadirnya konsep Advanced Air Mobility (AAM) yang dinilai akan menjadi masa depan industri transportasi udara.

Topik ini dibahas dalam Indonesia Youth Global Innovation Forum 2026 yang berlangsung di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi. Dalam forum tersebut, Alessandro Arraniry Pritajaya yang saat ini menjabat sebagai perwakilan Indonesia dari organisasi internasional di bidang pesawat listrik, AAM Institute.

Dalam pemaparannya, Alessandro menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan teknologi AAM. Dengan kondisi geografis yang terdiri dari ribuan pulau, kebutuhan akan transportasi yang cepat dan efisien menjadi semakin penting.

“AAM bisa menjadi solusi untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, terutama untuk daerah yang sulit dijangkau,” jelasnya.

Pesawat listrik generasi baru tersebut dirancang untuk perjalanan dengan waktu tempuh yang lebih efisien.

Selain itu, Alessandro juga menyoroti peran AAM dalam sektor logistik. Menurutnya, integrasi transportasi udara berbasis listrik dapat mempercepat distribusi barang, termasuk ke wilayah terpencil.

“Pengiriman logistik bisa dilakukan lebih cepat, sehingga melengkapi sistem transportasi yang sudah ada,” tambahnya.

Di sisi lain, penggunaan pesawat listrik yang rendah emisi juga dinilai ramah lingkungan dan berpotensi mendukung sektor pariwisata. Akses menuju destinasi wisata dapat semakin terbuka tanpa memberikan dampak besar terhadap lingkungan.

Menutup pemaparannya, Alessandro menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, industri, hingga institusi pendidikan dalam mengembangkan ekosistem AAM di Indonesia.

Dengan dukungan riset dan kesiapan infrastruktur, teknologi ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi secara merata. (*)

Reporter Ath Thaariq Rizki Putra Hasnan
Editor Aris Abdulsalam