Tari kejang mulai menunjukan geliatnya tahun 1970-an, ketika DJ Kool Herc mulai menghasilkan musik yang sedikit berbeda dengan musik-musik pada zaman dulu. Sebuah musik Hip Hop dengan beat yang patah-patah atau biasa disebut dengan break beat yang berjasa dalam menghasilkan musik yang dapat menginspirasi para penari kejang menciptakan gaya-gaya yang memikat dan unik. Selain sebagai DJ yang menciptakan sebuah musik yang sangat pas untuk breakdance, Kool Herc juga termasuk salah satu senior di dunia musik Hip Hop.
Michael Jackson berperan pula mendorong pertumbuhan breakdance. Ia mulai memperkenalkan robot dance atau gerakan menyerupai robot pada lagu-lagu yang dibawakannya pada tahun 1974 di penampilan perdananya di televisi. Selain itu, di setiap penampilannya Michael Jackson juga selalu membawakan berbagai macam gerakan yang cukup melegenda, salah satunya ialah moon-walk. Michael Jackson juga selalu menemukan tarian-tarian baru yang menebarkan virus di masyarakat.
Perkembangan jenis tarian yang satu ini pun sangat pesat, pada tahun 1980-an, breakdance sudah menjadi seperti gaya di Amerika. Hampir di setiap malam di beberapa bagian kota terdapat beberapa komunitas yang saling menunjukan kebolehannya dalam melakukan jenis tarian ini. Tidak hanya di jalan-jalan saja tarian ini ditemukan karena di klub dan pesta pun menjadi lahan empuk bagi para penari kejang untuk unjuk kebolehan mereka.
Breakdance lahir bukan dari panggung mewah atau sekolah tari terkenal, melainkan dari kehidupan jalanan yang keras di kawasan Bronx, New York, Amerika Serikat, pada awal tahun 1970-an. Breakdance salah satu tarian modern yang paling terkenal di dunia. Gerakannya enerjik, penuh putaran, lompatan, dan atraksi tubuh yang membuat banyak orang terpukau.
Gaya dasar breaking umumnya terdiri dari empat elemen utama yaitu Toprock, gerakan tari awal yang dilakukan dengan posisi berdiri, lalu Footwork, gerakan kaki yang lincah dan cepat di lantai. kemudian Freeze, gerakan menghentikan tubuh secara tiba-tiba dalam pose artistik dan Power moves, gerakan akrobatik yang membutuhkan kekuatan dan keseimbangan ekstrem seperti windmill atau flare.
Breakdance muncul sebagai bagian dari budaya hip hop. Saat itu, banyak anak muda di kawasan Bronx hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit. Tingginya angka kriminalitas dan tawuran antar geng membuat suasana kota menjadi tidak aman. Di tengah keadaan tersebut, para pemuda mencari cara untuk mengekspresikan diri tanpa kekerasan. Musik, seni grafiti, rap, dan tarian menjadi jalan pelampiasan kreativitas mereka.
Waktu akhir tahun 1970-an sampai 1980-an, breakdance mulai dikenal luas melalui televisi, film, dan kompetisi tari. Film seperti Beat Street dan Breakin membuat masyarakat dunia mulai mengenal budaya hip hop, termasuk breakdance. Gerakan breakdance yang unik membuat banyak anak muda tertarik mempelajarinya.
Tarian ini tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga kreativitas dan gaya pribadi. Setiap penari memiliki ciri khas masing-masing. Ada yang ahli dalam gerakan kaki cepat, ada yang fokus pada putaran kepala, bahkan ada yang terkenal karena gerakan akrobatiknya. Breakdance kemudian berkembang menjadi budaya global. Kompetisi internasional mulai digelar di berbagai negara. Banyak komunitas tari bermunculan dan saling bertukar gaya.
Breakdance bukan sekadar hiburan atau tarian biasa. Tarian ini memiliki dampak besar terhadap gaya hidup dan budaya anak muda. Selain itu, breakdance juga membantu menjauhkan sebagian anak muda dari pergaulan negatif. Banyak remaja memilih menyalurkan energi mereka melalui latihan tari dibanding terlibat dalam tawuran atau tindakan kriminal.
Di Indonesia, breakdance mulai dikenal sekitar tahun 1980-an melalui banyak film Barat, video musik, dan acara televisi. Saat itu, budaya hip hop mulai masuk ke berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Anak muda Indonesia tertarik karena breakdance terlihat modern, keren, dan berbeda dari tarian lain.
Mereka mulai meniru gerakan yang dilihat di televisi atau kaset video. Karena belum banyak sekolah tari modern, latihan sering dilakukan di halaman rumah, taman kota, atau pusat keramaian. Ada juga film lokal yang turut mempengaruhi meluasnya breakdance berjudul 'Gejolak Anak Muda' yang dibintangi Chicha Koeswoyo dan Rico Tampatty taayang tahun 1985 lalu,
Kota Bandung menjadi salah satu pusat perkembangan breakdance di Indonesia. Bandung memang dikenal sebagai kota kreatif yang dekat dengan budaya anak muda. Musik, seni jalanan, fashion, hingga komunitas tari tumbuh sangat pesat di kota ini. Komunitas breakdance di Bandung berkembang cukup solid. Mereka tidak hanya tampil dalam acara hiburan, tetapi juga mengikuti kompetisi tingkat nasional bahkan internasional. Beberapa kelompok tari dari Bandung dikenal memiliki kemampuan yang sangat baik dan sering menjadi juara dalam perlombaan.
Popularitas breakdance di Bandung juga dipengaruhi oleh budaya distro dan musik independen yang berkembang pesat. Breakdance menjadi bagian dari gaya hidup urban anak muda Bandung. Penampilan seperti celana longgar, topi, sepatu sneakers, dan musik hip hop menjadi identitas yang melekat pada para penari.
Saat ini, breakdance tetap eksis meskipun tren hiburan terus berubah. Menariknya, breakdance kini juga masuk dalam ajang olahraga dunia. Panitia Olimpiade telah menetapkan bahwa breakdance sebagai salah satu cabang olah raga yang berhak tandang di arena Olimpiade pada 24 juni 2022.

Ketika berlangsung Olimpiade Paris 2024, breakdance resmi dipertandingkan sebagai cabang olahraga baru. Hal ini menunjukkan bahwa tarian jalanan yang dahulu dianggap sekadar hiburan kini telah mendapatkan pengakuan internasional, namun hal tersebut tidak akan terjadi lagi pada Olimpiade tahun 2028 di Los Angeles, AS seperti yang dikutip dari beberapa sumber berita.
Breakdance adalah bukti bahwa seni dapat lahir dari kehidupan sederhana dan berkembang menjadi budaya dunia. Berawal dari jalanan Bronx di New York, breakdance kini dikenal hampir di seluruh negara, termasuk Indonesia.Tarian ini bukan hanya soal gerakan akrobatik, tetapi juga tentang kreativitas, kerja keras, persahabatan, dan semangat kebebasan berekspresi.
Di Kota Kembang Bandung tahun 1980-an breakdance pernah menjadi fenomena raksasa yang menunjukkan betapa sangat kuatnya pengaruh budaya global terhadap kehidupan kawula muda Bandung, meski belum sekencang sekarang karena ada internet, kawula muda Kota Kembang serentak terkena virus tarian gaya kejang-kejang atau patah-patah alias breakdance. (*)