Ayo Netizen

Radio Nirom Rancaekek, Saksi Hidup Siaran Radio Hindia Belanda

Oleh: Azka Muhamad
Stasiun Malabar Di gunung Puntang (Sumber: muspen.komdigi.go.id)

NIROM (Nederlandsch-Indische Radio Omroep Maatschaapij) merupakan siaran radio swasta yang didirikan pada tahun 1928. Radio Nirom baru beroperasi dan melakukan siaran pada tahun 1934-1942 dengan berpusat di tanah jawa meliputi, Batavia, Bandung, Purwokerto, Jojgakarta, Surabaya, dan Malang.

Sedangkan wilayah operasi yang berada di luar pulau Jawa hanya berada di pulau Sumatera meliputi Bukittinggi dan Medan. Kementerian Komunikasi dan Digital Dalam website nya mengatakan bahwa Radio NIROM merupakan awal perkembangan radio di Indonesia terutama di daerah Jawa.

Pada masa itu NIROM menggunakan pemancar jarak jauh Malabar terbesar pada masa nya. Malabar menggunakan stasiun radio penerima sinyal yang berada di Jawa Barat diantaranya berada di Alun-alun Bandung, Dayeuhkolot dan juga Rancaekek.

Stasiun Malabar Di gunung Puntang (Sumber: https://muspen.komdigi.go.id/forum/radio-malabar-dan-awal-perjalanan-komunikasi-nirkabel-di-indonesia)

Stasiun NIROM Rancaekek merupakan salah satu dari stasiun penerima sinyal yang berada di Jawa Barat. NIROM Rancekek, Alun-alun Bandung dan juga Dayeuhkolot saling terhubung untuk menerima sinyal dari pemancar utama yaitu Stasiun Radio Malabar yang berada di Gunung Puntang.

Bale Bandung edisi 10 Maret 2018 menarasikan Dalam proses uji coba stasiun Malabar dengan dibantu Stasiun penerima sinyal di Jawa barat termasuk Rancaekek, Kata pertama yang diterima dari Belanda yaitu “Halo Halo Bandoeng”.

Radio Nirom Rancaekek (Sumber: https://www.kompasiana.com/temmykerhoven/5e42761c097f361a924ddde2/mengenal-rancaekek-daerah-langganan-banjir-yang-penuh-sejarah?page=all&page_images=3)

Stasiun radio NIROM Rancaekek berfungsi sebagai penerima sinyal jarak jauh (SW-Short Wave). NIROM Rancaekek menjadi sebuah bagian jaringan komunikasi yang menerima sinyal dari pemancar utama yaitu Stasiun Malabar di Gunung Puntang dan menghubungkan Hindia Belanda ke Belanda.

Bale Bandung edisi 10 Maret 2018 menyatakan, bahwa Stasiun NIROM Rancaekek pernah menerima pancaran dari laboratorium Phillips di Eindhoven pada gelombang pendek. Setelah berhasil memancarkan sinyal ke Hindia Belanda, didirikanlah PHOHI (Phillips Omroep Holland Indie) pada 18 Juni 1927. PHOHI akan menyelenggarakan siaran siarannya dari Huizen

 Stasiun NIROM Rancaekek merupakan saksi hidup dari perkembangan siaran radio di Indonesia. Sebagai sebuah bangunan sejarah yang penting pada masa nya, bangunan Radio NIROM kini hanya menyisakan sebuah bangunan yang tidak terawat. Minimnya perhatian terhadap situs bersejarah membuat Radio NIROM kini hanya bangunan kosong seperti pada umunya. Pertanyaanya, Apakah tak ada cara untuk merawat bangunan bersejarah seperti Stasiun Nirom Rancaekek ini? (*)

Reporter Azka Muhamad
Editor Aris Abdulsalam