Pengembangan Mainan Anak Bercorak Tradisional

5 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Permainan tradisional Sunda di halaman Gedung Pakuan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Permainan tradisional Sunda di halaman Gedung Pakuan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Industri atau kerajinan mainan anak perlu mendapat perhatian serius. Baik terkait dengan desain produksi hingga event promosinya. Terdapat hubungan yang sangat erat antara jenis mainan yang dimainkan anak dengan jenis kecerdasan yang berkembang di dalam otaknya. 

Meminjam teori Multiple Intelligences  atau kecerdasan jamak yang dibuat  oleh Howard Gardner serta berbagai riset neurosains, mainan bukanlah sekadar alat hiburan, melainkan stimulus spesifik yang mengaktifkan sirkuit saraf tertentu di otak.

Saatnya pemerintah daerah berupaya keras untuk mengembangkan kaulinan barudak atau mainan anak yang memiliki potensi ekonomi yang bagus jika diproduksi secara massal menggunakan pendekatan desain industri modern. Kalimat kuncinya adalah mengubah material yang dulunya rapuh menjadi lebih kokoh, presisi, aman, dan memiliki kemasan yang memikat. 

Jenis mainan tradisional Sunda yang potensial untuk diproduksi secara massal beserta rekomendasi pengembangan desainnya antara lain Gasing Panggal  atau Gasing Kayu Sunda. Berbeda dengan gasing modern berbahan plastik, gasing tradisional Sunda mengandalkan ketangkasan motorik untuk melilitkan tali dan melemparnya agar berputar lama di tanah. jenis mainan ini disukai anak-anak karena memiliki unsur kompetisi. Pentingnya desain industri yang menggunakan mesin bubut otomatis CNC agar bentuknya presisi dan seimbang. Selain itu permukaannya dapat dilapisi cat water based warna warni cerah atau grafis corak batik Megamendung. 

Masih ada jenis mainan tradisional Sunda lainnya yang potensial seperti Kelom Batok Egrang Batok Kelapa, Bedil Karet (pistol mainan kayu) hingga mobil-mobilan kayu atau bambu.

Perlu strategi komersialisasi produk mainan tradisional. Dengan  menerapkan tiga faktor kemasan  yang menarik. Dalam kemasan tercantum sertifikasi SNI yang tentunya menggunakan material non-toxic demi keamanan konsumen anak-anak. Kemasan sebaiknya bernuansa Kemasan yang bercerita (story telling packaging
). Di kemasan juga menyematkan kode QR pada mainan fisik yang jika dipindai akan mengarah ke video tutorial interaktif cara bermain atau animasi cerita rakyat Sunda terkait.

Bersuka ria dengan mainan tradisional di halaman Gedung Pakuan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bersuka ria dengan mainan tradisional di halaman Gedung Pakuan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Mengembangkan desain mainan anak bercorak lokal atau tradisional adalah langkah strategis untuk melestarikan kearifan budaya sekaligus membangun daya saing produk domestik terhadap gempuran produk impor. Melalui pendekatan yang interaktif, unsur tradisional yang sering dianggap kuno dapat diubah menjadi media edukasi yang modern, ramah anak, dan menyenangkan.

Proses pengembangan produk mainan mengikuti langkah-langkah terstruktur berbasis Design Thinking agar tepat sasaran. Proses desain sebaiknya melalui riset dan observasi cara anak-anak bermain saat ini untuk memahami karakteristik psikologis dan motorik mereka.

Setelah itu membuat prototipe atau purwarupa sebagai model awal fisik mainan untuk menguji dimensi, kekuatan, dan fungsionalitas sebelum diproduksi massal.

Memasukkan desain industri mainan anak bercorak lokal ke dalam kurikulum di sekolah atau istilahnya zaman orang tua kita adalah prakarya adalah langkah strategis untuk mencetak generasi yang inovatif, menghargai budaya, dan memiliki jiwa berwirausaha (entrepreneurship) sejak dini.

Saatnya produk mainan anak tradisional mendapatkan prioritas utama dan mesti bisa mendominasi Pustaka Mainan PAUD di Jawa Barat. Pemerintah daerah perlu menegaskan kepada seluruh sekolah taman kanak-kanak atau PAUD harus membeli mainan anak buatan pengrajin lokal. Pengadaaan barang dan jasa untuk sekolah terkait dengan mainan anak dan alat peraga pendidikan mesti buatan lokal.

Saat ini masih banyak perusahaan atau pengrajin lokal yang memproduksi mainan anak di Jawa Barat. Seperti misalnya di Jalan Soekarno-Hatta kota Bandung yang memproduksi rumah boneka Barbie yang sangat menawan.  Rumah boneka diproduksi oleh perajin bernama Tasudin. Dari tangan kreatif Tasudin rumah Barbie tercipta dengan aneka bentuk yang indah dan menarik animo anak.

Selain itu ada Kampung Cikapol, Dusun Paciwilan, Desa Rajamandala, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya yang merupakan kampung pengrajin kompor mainan mini. Dan masih banyak lagi pengrajin yang kini perlu dibantu secara serius agar tidak mati karena serbuan barang impor.

Melihat produk mainan anak yang dipajang di rak toko atau toserba hati saya sedih. Pasalnya bermacam produk itu ternyata didominasi oleh produk impor, utamanya dari Cina. Saya teringat saat kecil dahulu, ketika mainan didominasi oleh produk kerajinan lokal dari bahan lokal juga. Produk mainan lokal atau produk mainan tradisional itu kini  sangat jarang kita jumpai.

Bahkan dunia pendidikan, yang memiliki anggaran yang cukup besar, sayangnya juga dibelanjakan untuk mainan anak yang sebagian besar buatan luar negeri. Atau bisa juga mainan anak impor namun bungkusnya dibuat seolah-olah buatan pengrajin dalam negeri (lokal).

Saatnya anggaran untuk pengadaan Pustaka Mainan (Toy Library) di lingkungan PAUD atau TK di seluruh Indonesia mestinya menggunakan produk dalam negeri dalam arti yang sebenarnya. Pustaka Mainan adalah program layanan yang menyediakan tempat bermain serta berbagai alat mainan anak usia dini yang dapat diakses oleh anak-anak.

Dinas pendidikan dalam melaksanakan program bantuan pemerintah untuk Pustaka Mainan seharusnya menekankan penggunaan produk lokal. Karena produk lokal kualitasnya masih ada yang belum baik, maka pemerintah perlu bekerja sama dengan ahli desain kreatif dari berbagai perguruan tinggi tersebut untuk membantu sebagai konsultan para pengrajin yang tergolong UMKM untuk memperbaiki desain produk dan aspek lainnya. Sehingga produk mainan anak buatan pengrajin dalam negeri bisa tumbuh menghadapi persaingan.

Sekedar catatan, pelaksanaan Bantuan Pustaka Mainan dimaksudkan untuk membantu meningkatkan mutu prasarana PAUD atau taman kanak-kanak yang merupakan bagian dari strategi untuk mendukung peningkatan akses layanan PAUD/TK berkualitas. Perlu mewujudkan tata kelola program bantuan yang baik (good) dan bersih (clean), terbuka (transparan), dan bertanggung jawab (accountable) yang semuanya itu berbasis penggunaan produk dalam negeri.

Pengembangan UMKM industri kreatif produk mainan anak di negeri ini kurang efektif dalam menghadapi persaingan global. Diperlukan konsultan untuk UMKM sektor industri kreatif berbasis desa yang mengajarkan prinsip eco product dan meningkatkan nilai tambah yang optimal.Menteri  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam kabinet perlu memberikan perhatian khusus kepada industri kreatif mainan anak. Produk mainan anak perlu perhatian khusus karena memiliki dampak ekonomi yang sangat prospektif. Terutama bagi industri mainan anak yang berbasis lokalitas dan berbau tradisional.

Jika kemampuan desain dan relevansi tema produk mainan anak buatan Indonesia bermutu baik, maka punya kesempatan mengisi ceruk pasar global. Oleh sebab itu Menparekraf dalam Kabinet Presiden Prabowo mendatang perlu gerak cepat membangkitkan industri lokal mainan anak. Tentunya dengan berbagai insentif dan program perbaikan desain. Industri kecil dan menengah (IKM) sektor mainan anak dan alat peraga pendidikan perlu perhatian khusus karena hal ini bisa menyerap tenaga kerja yang cukup besar.

Tidak semua anak usia dini mempunyai akses terhadap mainan anak yang sehat dan berkualitas.Kita sering melihat sikap orang tua yang menilai bermain dengan mainan hanya membuang waktu. Padahal menurut psikologi anak bermain merupakan salah satu cara untuk mengasah kemampuan motorik anak. Juga menumbuhkan proses kreatif sejak dini. Dengan mainan anak yang berkualitas buatan lokal, maka daya imajinasi bangsa juga ikut terbangun. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 24 Jun 2026, 11:22

Panduan Wisata Gembira Loka Zoo Yogyakarta: Harga Tiket, Wahana, dan Koleksi Satwa

Gembira Loka Zoo Yogyakarta menawarkan ratusan koleksi satwa, wahana keluarga, Zona Cakar, hingga Kereta Taring. Simak panduan lengkap sebelum berkunjung.

Gembira Loka Zoo Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 10:43

Analisis Konteks Historis Dibalik Pembuatan Film Kuldesak 1998

Artike lini membahas tentang latar belakang historis dari pembuatan Film Kuldesak 1998

Cuplikan adegan aktor Ryan Hidayat dan Iwa K dalam film Kuldesak 1998. (Sumber: Komunitas Pecinta Film Jadul Indonesia, Facebook. facebook.com)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 09:28

Ayobandung sebagai Inspirasi Literasi di Era Digitalisasi

Di era digitalisasi, apakah literasi semakin bagus atau kian redup.

Ilustrasi website Ayobandung.id. (Sumber: Pexels/gravity cut)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 08:58

Pengembangan Mainan Anak Bercorak Tradisional

Perlu strategi komersialisasi produk mainan tradisional dengan  menerapkan kemasan  yang menarik.

Permainan tradisional Sunda di halaman Gedung Pakuan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 08:42

Menerobos Aturan di Simpang: Salah Pengendara atau Desain Jalan?

ATCS Dishub Kota Bandung mencatat ratusan pelanggaran di 10 lokasi simpang dengan tingkat pelanggaran tertinggi setiap bulan.

Dua pengendara sepeda motor kedapatan berhenti di zebra cross (4/5/2026). (Sumber: Instagram/@atcs.kotabandung)
Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 18:54

Panduan Wisata Waduk Jatiluhur, Bendungan Terbesar Indonesia yang jadi Destinasi Favorit

Panduan lengkap Waduk Jatiluhur Purwakarta, mulai dari sejarah bendungan terbesar di Indonesia, aktivitas wisata, kuliner khas, hingga tips berkunjung terbaru.

Waduk Jatiluhur. (Sumber: Disparbud Purwakarta)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 18:11

Penyalin Cahaya: Ketika Kekerasan Seksual tidak Memandang Gender

Kekerasan dan Pelecehan Seksual hari ini tidak memandang gender karena bisa terjadi kepada perempuan maupun laki-laki.

Penyalin Cahaya adalah film yang merepresentasikan kekerasan dan pelecehan seksual yang tidak memandang gender. (Istimewa)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 17:56

Membedah Konsistensi Pesan Promo Launching Brand oleh Perusahaan Sportswear di Berbagai Platform

Kolaborasi Nike dan NAKED Copenhagen menghadirkan produk yang menggabungkan unsur fashion dan sneakers dalam satu desain yang unik.

Diambil dari Website Resmi Nike
Ayo Biz 23 Jun 2026, 17:38

'Ngeureuyeuh' Membawa Athiya Cake dari Dapur Rumahan Jadi Pemberi Lapangan Kerja

Kini, di pertengahan 2026, dapur Rika tidak lagi sepi seperti dahulu. Pesanan mengalir hampir setiap hari.

Produk Athiya Cake di kompleks perumahan Mega Mutiara Tasik Regency, Kabupaten Tasikmalaya, (20/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Sejarah 23 Jun 2026, 16:25

Hikayat Ngamplang, dari Pusat Pemulihan Paru Pertama Hingga Pemberi Julukan Swiss Van Java

Dibangun pada 1912 sebagai sanatorium, Ngamplang kemudian berkembang menjadi wisata yang mendunia.

Salah satu sudut bangunan Sanatorium Ngamplang Garut yang kini berubah fungsi jadi lapangan golf. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 16:04

Trotoar, PKL, dan Keadilan Ruang Kota

Kebutuhan trotoar, PKL yang tertata dan berkelanjutan hingga adanya keadilan ruang kota.

Warga berjalan di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 15:11

Optimasi Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Kendaraan Listrik

Audit teknologi tidak hanya terkait dengan transfer teknologi namun juga bertujuan untuk memperluas lapangan kerja yang layak secara berkesinambungan.

Ilustrasi kendaraan listrik. (Sumber: Pexels | Foto: Mad Knoxx)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:55

Kegagalan Penataan Kota, Menumbuhkan Tata Jalanan

Di balik semrawutnya Pasar Cicadas, membuat PKL terpaksa menutup akses toko. Namun justru memunculkan simbiosis sebagai jalan tengah keduanya tetap hidup.

Sejumlah spanduk penolakan pembangunan jalur BRT yang dipasang oleh para pedagang terlihat di depan lapak PKL, Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, (17/12026). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:37

Fenomena Live Shopping, Mengapa Mahasiswa Sulit Menahan Godaan Belanja?

Menilik fenomena live shopping dari sudut pandang mahasiswa. Mengapa diskon temporal dan live shopping begitu adiktif hingga memicu gaya hidup konsumtif?

ilustrasi live shopping. (Sumber: gemini)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 12:26

World Cup TVRI

Selain tahun ini, TVRI pernah melakukannya pada tahun 1970.

Bola Piala Dunia 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: UKinUSA)
Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 11:51

Panduan Wisata Kota Lama Semarang: Riwayat Jejak Kolonial di Jantung Kota Pelabuhan

Kota Lama Semarang menawarkan pengalaman berjalan kaki di antara bangunan kolonial, museum, galeri seni, dan kuliner legendaris Jawa Tengah.

Kota Lama Semarang. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 11:40

Jejak Keemasan Majalah Vista

Jejak Keemasan Majalah Vista: Menelusuri Dunia Hiburan Era 1980-90-an

Pebulutangkis nasional Hastomo Arbi menghiasi sampul depan Majalah Vista edisi Juni 1985. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 10:48

Menelisik Bisnis Jastip Fashion, Antara Peluang Ekonomi dan Celah Kebocoran Pajak

Jastip fashion membuka peluang ekonomi, tetapi berisiko menimbulkan kebocoran pajak jika tidak diatur.

Ilustrasi jastip fashion. (Sumber: gemini.ai | Foto: gemini.ai)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 09:50

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu

Ritual Upacara Ngeurtakeun Bumi Lamba di Tangkuban Parahu adalah upacara adat Sunda untuk menjaga harmoni manusia dan alam, sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas budaya.

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu. (Sumber: Penulis | Foto: Rio Praja)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 08:06

Menelusuri Jejak Selabintana, Hotel Tua di Sukabumi dari Masa Kolonial

Sekilas sejarah mengenai Hotel Selabintana, hotel legendaris dari masa kolonial yang masih bertahan hingga masa kini

Hotel Selabintana sekitar Tahun 1928 (Foto: Sumber: Digital Collection KITLV Universiteit Leiden)