'Ngeureuyeuh' Membawa Athiya Cake dari Dapur Rumahan Jadi Pemberi Lapangan Kerja

5 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Produk Athiya Cake di kompleks perumahan Mega Mutiara Tasik Regency, Kabupaten Tasikmalaya, (20/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Produk Athiya Cake di kompleks perumahan Mega Mutiara Tasik Regency, Kabupaten Tasikmalaya, (20/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.ID Dalam bahasa Sunda, ngeureuyeuh berarti mengerjakan sesuatu secara tekun, konsisten, dan tidak tergesa-gesa. Pelan tapi pasti, tanpa berhenti. Kata itulah yang oleh Rika Muflihah menggambarkan wirausaha kue rumahan yang ia rintis dari nol: Athiya Cake.

Kini, di pertengahan 2026, dapur Rika tidak lagi sepi seperti dahulu. Pesanan mengalir hampir setiap hari. Rata-rata sepuluh loyang kue terproduksi setiap harinya. Angka ini pun melonjak drastis di momen-momen tertentu. Saat Lebaran Idul Fitri lalu, misalnya, Rika menerima pre-order hingga 100 loyang yang diselesaikan dalam dua hari pengerjaan. Di hari-hari ramai lainnya, produksi bisa mencapai 25 hingga 50 loyang.

Rika pun sesekali membuka stand di bazar-bazar, seperti saat Ramadan atau momentum lain. Langkah sederhana macam itu menunjukkan gerak usahanya yang mulai keluar dari dapur menuju pasar yang lebih luas. Kini ia pun tidak lagi bekerja sendirian, dengan merekrut tenaga kerja sebagai helper atau karyawan sementara.

Tak Disangka Jadi Pengusaha

Kisah Rika sebagai wirausahawan bukanlah target yang direncanakan. Ketika beberapa pekerjaan yang ia lakoni tak cukup signifikan memberi perubahan, ia memutar arah. Bermodal kecintaan pada dunia kuliner, ia mulai bereksperimen di dapur sendiri, menghasilkan kue-kue yang lama-lama mulai dipesan tetangga dan kenalan.

Namun perjalanan itu sempat terhenti. Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia memukul banyak usaha kecil, termasuk milik Rika. Pesanan sepi, semangat surut. Mimpi yang sempat tumbuh seolah harus dilipat kembali.

Ihwal yang kemudian membuka babak baru adalah keberaniannya mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia. Modal yang ia dapatkan menjadi fondasi untuk bangkit. Dia memperbaiki peralatan, menambah bahan baku, dan yang terpenting, mempercayai kembali bahwa usahanya layak untuk diteruskan.

Rika Muflihah (kiri) pemilik Athiya Cake bersama petugas Sertifikasi Halal. (Sumber: Athiya Cake)
Rika Muflihah (kiri) pemilik Athiya Cake bersama petugas Sertifikasi Halal. (Sumber: Athiya Cake)

Secara nasional, KUR BRI bukanlah program baru, dan dampaknya terus meluas. Hingga Mei 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 84,36 triliun atau setara 46,87 persen dari total alokasi tahun ini sebesar Rp 180 triliun. Secara kumulatif sejak 2015, BRI telah menyalurkan lebih dari Rp 1.520 triliun kepada lebih dari 48,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Program ini menawarkan suku bunga rendah sebesar 6 persen per tahun, dengan plafon hingga Rp 500 juta dan tenor hingga 60 bulan. Untuk KUR Mikro hingga plafon Rp 100 juta, debitur bahkan tidak diwajibkan menyerahkan agunan tambahan. Sebuah kemudahan yang sangat berarti bagi pelaku usaha kecil yang baru merintis seperti Rika.

Fakta yang menarik ialah sebanyak 213 ribu debitur KUR BRI tercatat berhasil naik kelas pada 2026; dan Rika, dengan segala perkembangannya, adalah wajah nyata dari statistik ini.

"KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. Penyaluran yang diarahkan ke sektor-sektor produktif diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat sekaligus memperkuat basis ekonomi daerah," ujar Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya, dalam pernyataan resmi. 

Ia menambahkan bahwa semangat program ini sejalan dengan kisah-kisah seperti milik Rika. 

"Kami ingin pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar naik kelas — memperluas skala bisnis, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya," tambah Akhmad.

Berkat modal tambahan dengan KUR BRI, salah satu perkembangan yang paling membanggakan dari Athiya Cake bukan cuma soal angka omzet, melainkan tentang orang-orang yang kini ikut terlibat. Saat pesanan menumpuk, ia memanggil satu atau dua orang untuk membantu. Mereka bukan karyawan tetap dalam arti formal, melainkan kenalan dari lingkaran kerabat dan teman yang membutuhkan tambahan penghasilan.

"Waktu Lebaran kemarin, kami sampai ngerjain 100 loyang dalam dua hari. Saya tidak mungkin sanggup sendiri. Jadi saya minta tolong beberapa orang yang memang lagi butuh kerjaan tambahan. Alhamdulillah, bisa saling bantu," cerita Rika kepada ayobandung.id, (20/6/2026).

Produk Athiya Cake di kompleks perumahan Mega Mutiara Tasik Regency, Kabupaten Tasikmalaya, (15/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Produk Athiya Cake di kompleks perumahan Mega Mutiara Tasik Regency, Kabupaten Tasikmalaya, (15/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Sederhana, tapi bermakna. Usaha yang lahir dari ketidakpastian kini justru menjadi sumber pendapatan tambahan bagi orang lain.

"Puji syukur, ngeureuyeuh. Saya tidak pernah menyangka usaha ini bisa sampai di titik ini. Dulu cuma coba-coba, sekarang sudah ada yang bantu. Rasanya beda," lanjut Rika, merangkum semua perjalanannya dalam satu kalimat.

Produk yang Terus Berkembang

Athiya Cake kini hadir dalam dua ukuran loyang: reguler (diameter 20 cm atau kotak 20x20 cm) dan small (persegi 20x10 cm). Varian produknya terus bertambah, dari bolu original, bolu marmer, bolu gula aren, bolu pandan, hingga bolu ketan keju lumer yang menjadi salah satu favorit pelanggan. Ada pula cakey brownies dan fudgy brownies untuk yang menyukai tekstur lebih padat dan cokelat.

Harga yang ditawarkan terbilang bersahabat. Untuk ukuran small, harga mulai dari Rp22 ribu. Untuk ukuran reguler, berkisar antara Rp38 ribu hingga Rp85 ribu untuk brownies cake potong. Semua produk dibuat made by order, tidak ada stok siap, setiap kue dibuat khusus sesuai pesanan dengan waktu pemesanan minimal H-2.

Kabar tentang produk Athiya Cake rupanya sudah sampai ke luar Tasikmalaya. Amalia Nurhidayah, perempuan asal Bandung yang tengah mencari referensi untuk memulai usaha kuliner, sengaja memesan brownies Athiya Cake lewat keluarganya, dengan harapan mendapatkan perbandingan rasa dan harga.

"Cukup kaget, ya. Rasanya enak banget, tapi harganya jauh lebih murah dibanding produk serupa yang biasa saya temukan di Bandung," ujarnya, (21/6/2026).

Pengalaman itu, kata Amalia, justru memberinya perspektif baru soal usaha kuliner rumahan. 

"Kalau kualitasnya sudah seperti ini, dengan harga yang terjangkau, saya rasa pasarnya besar," imbuh Amalia.

Sampai sejauh ini, Rika belum berhenti bermimpi. Ke depan, ia ingin Athiya Cake punya toko, tempat fisik yang bisa dikunjungi pelanggan dan bukan hanya menerima pesanan lewat pesan singkat.

"Pengen punya toko sendiri suatu hari nanti, biar pelanggan bisa langsung datang, lihat produknya, pilih sendiri," tutup Rika. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)