Ayo Netizen

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Oleh: Athhar Jundi Pratama Attaqa
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa masyarakat sebagai Om Zein, resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik usai ramainya kritik di media sosial mengenai lagu ciptaannya yang berjudul "Lalaki Langit, Lalanang Bejat". Lagu yang menggunakan aliran Sunda tersebut viral di media sosial namun menuai polemik luas karena dinilai mengandung lirik yang merendahkan martabat perempuan.

Akibat kegaduhan tersebut, Om Zein harus menjalani proses pemeriksaan berkala selama delapan jam oleh Inspektorat Jenderal Kemendagri di Jakarta. Tim pemeriksa melayangkan pertanyaan yang berfokus pada latar belakang proses penciptaan hingga alur publikasi lagu di platform digital.

Melansir laporan dari Detik.com, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irwan mengonfirmasi bahwa sang bupati memberikan jawaban secara kooperatif. "Beliau memberikan jawaban dengan kooperatif, menyatakan merasa bersalah, menyadari sudah bertindak salah, dan menyesalinya," ungkap Benni. Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, pihak Itjen kini tengah menyusun laporan untuk diserahkan kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, guna penentuan rekomendasi sanksi atas dugaan pelanggaran asas kepatutan pejabat publik.

Polemik pun sempat menembus jalur hukum setelah Lembaga Jabar Bantuan Hukum (JBH) melayangkan somasi terbuka. Dalam video klarifikasi resminya, Om Zein menyatakan bahwa lirik lagu tersebut sebenarnya berasal dari puisi yang ia tulis pada tahun 2020 dengan judul yang sama, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala daerah. Karya tersebut diklaim murni sebagai bentuk refleksi spiritual dan otokritik terhadap fase kelam masa lalu pribadinya sebagai pengembara, bukan ditujukan untuk mendiskreditkan kaum hawa.

"Jika lirik dan syairnya dianggap merendahkan pihak lain, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya tidak bermaksud untuk itu," tutur Om Zein. Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Bupati Purwakarta memastikan telah menarik dan menghapus seluruh unggahan video lagu tersebut dari seluruh platform media sosial miliknya. (*)

Reporter Athhar Jundi Pratama Attaqa
Editor Aris Abdulsalam