Ayo Netizen

Menilik Komunikasi Digital dalam Publikasi Peluncuran Layanan Kereta Api

Oleh: tiarahma ds
Ilustrasi komunikasi digital layanan kereta api. (AI)

Publikasi PT Kereta Api Indonesia mengenai peluncuran KA Sangkuriang rute Bandung–Banyuwangi menunjukkan upaya komunikasi digital yang cukup baik kepada masyarakat luas. Menurut saya, website dan Instagram KAI mampu menyampaikan informasi secara konsisten meskipun menggunakan gaya komunikasi yang berbeda pada setiap platform digital.

Pada website resmi, KAI menjelaskan informasi peluncuran KA Sangkuriang secara rinci mulai dari jadwal perjalanan, promo tiket, hingga fasilitas perjalanan kepada masyarakat luas. Sementara itu, Instagram menyampaikan informasi lebih singkat dan santai agar pengguna media sosial dapat memahami isi publikasi dengan lebih cepat dan mudah.

Dari hasil pengamatan saya, penggunaan kata kunci pada website dan Instagram sebenarnya masih memiliki fokus informasi yang sama kepada seluruh masyarakat pembaca digital. Kedua media sama-sama menonjolkan kata “KA Sangkuriang”, “Bandung–Banyuwangi”, dan “diskon lima puluh persen” sebagai inti utama publikasi peluncuran layanan terbaru milik KAI.

Namun, penyampaian kata kunci pada Instagram dibuat lebih santai dan komunikatif dibandingkan website resmi yang menggunakan bahasa formal serta lebih informatif kepada pembaca digital. Caption Instagram menggunakan kalimat seperti “you wish it, you get it, Bestie!” dan “Guys!” agar terasa lebih dekat dengan pengguna media sosial.

Menurut (Fahera et al., 2024), piramida terbalik merupakan teknik penulisan berita yang menempatkan informasi paling penting pada bagian awal, kemudian diikuti informasi pendukung yang lebih rinci. Teknik ini bertujuan agar pembaca dapat memahami inti berita dengan cepat tanpa harus membaca seluruh isi tulisan.

Menurut saya, teori tersebut terlihat pada artikel website resmi KAI yang langsung menyampaikan informasi mengenai peluncuran KA Sangkuriang dan promo diskon tiket pada bagian awal tulisan. Setelah itu, website baru menjelaskan informasi tambahan seperti jadwal keberangkatan, pilihan kelas perjalanan, fasilitas kereta, serta kota-kota yang dilewati selama perjalanan menuju Banyuwangi.

Berbeda dengan website, Instagram menggunakan teknik penulisan yang lebih singkat dan persuasif agar informasi cepat dipahami pengguna media sosial dari berbagai kalangan usia pembaca. Caption dibuat lebih ringan karena audiens Instagram biasanya lebih tertarik membaca informasi pendek dengan tambahan emoji dan tampilan visual menarik.

Dari sisi konsistensi gaya komunikasi, saya melihat KAI cukup mampu menyesuaikan karakter media tanpa menghilangkan identitas perusahaan sebagai penyedia transportasi publik modern terpercaya bagi masyarakat luas. Website tetap mempertahankan gaya profesional dan informatif, sedangkan Instagram menggunakan gaya santai agar hubungan komunikasi bersama audiens terasa lebih dekat.

Menurut saya, perbedaan gaya komunikasi tersebut bukan menjadi kelemahan, tetapi menunjukkan kemampuan Digital Public Relations dalam memahami karakter audiens setiap platform media digital perusahaan secara tepat. Strategi komunikasi tersebut membuat pesan mengenai peluncuran KA Sangkuriang tetap tersampaikan secara efektif kepada masyarakat melalui website resmi maupun Instagram perusahaan.

Secara keseluruhan, saya menilai publikasi KAI pada website dan Instagram sudah cukup konsisten dalam menyampaikan informasi mengenai peluncuran layanan perjalanan baru kepada masyarakat luas. Walaupun gaya penulisannya berbeda, kedua media tetap berhasil membangun opini publik positif terhadap layanan transportasi KA Sangkuriang Bandung–Banyuwangi. (*)

Referensi:

  • Fahera, H., Musa, S., & Nuraini. (2024). Analisis Penulisan Berita Pada Media Online Kompas.com Dengan Struktur Piramida Terbalik Sebagai Pemanfaatan Media Ajar Melalui TikTok di SMA. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(2), 415–421. https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/8473
Reporter tiarahma ds
Editor Aris Abdulsalam