Artificial Intelligence (AI) merupakan perkembangan teknologi pada masa kini yang mampu membantu para akuntan dalam memudahkan penyusunan laporan keuangan, meminimalisir kesalahan, mendeteksi adanya kecurangan, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat. Selain itu AI di dunia akuntansi digunakan untuk membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual. Dengan kemampuannya mengolah dan menganalisis data secara cepat, AI dapat meningkatkan efisiensi kerja serta menghemat waktu dalam proses akuntansi.
Dengan bantuan AI penyusunan laporan keuangan menjadi lebih efektif dan lebih dinamis. AI dapat membuat pekerjaan akuntan menjadi lebih efisien, seperti memasukkan data dari faktur dan dokumen keuangan. Selain itu, AI mampu membantu meningkatkan kualitas data akuntansi karena sistem dapat mengidentifikasi kesalahan dan pola tertentu dalam data yang diproses. Salah satu bentuk AI yaitu machine learning dan natural language. Penerapan machine learning dan natural language processing dalam pelaporan keuangan membuat proses audit dan pelaporan menjadi lebih efisien dibandingkan metode konvensional (Esanov, 2025: 1348).
Kondisi ini membuat akuntan dapat lebih fokus pada analisis strategis dan pengambilan keputusan, karena tugas administratif yang berulang telah diambil alih oleh sistem AI. Dengan demikian, akuntan dapat lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan analisis dan pertimbangan profesional, sedangkan pekerjaan yang bersifat rutin dapat dibantu oleh AI.
AI membantu akuntan dalam mendeteksi kecurangan secara otomatis dan lebih cepat dengan cara menganalisis data - data transaksi, melihat pola yang tidak biasa, dan juga manipulasi laporan keuangan sebelum kerugian membesar. Dalam praktiknya, AI tidak hanya berperan dalam penyusunan laporan keuangan, tetapi juga menjadi alat penting dalam mendeteksi kecurangan yang terjadi di perusahaan. Melalui kemampuan analisis data yang canggih, AI dapat menemukan pola - pola transaksi yang menyimpang seperti pencurian dan kesalahan dalam menginput transaksi.
Salah satu penerapannya adalah Artificial Neural Network (ANN), yang dapat digunakan untuk memprediksi adanya fraudulent financial reporting berdasarkan berbagai indikator keuangan. Penelitian Riany, Sukmadilaga, dan Yunita menunjukkan bahwa model ANN mampu mendeteksi indikasi fraudulent financial reporting pada laporan keuangan dan dapat membantu auditor dalam mengidentifikasi salah saji material akibat kecurangan (Riany et al., 2021: 66). Dengan adanya kemampuan tersebut, akuntan dan auditor dimudahkan dalam menemukan transaksi atau laporan yang mencurigakan sebelum masalah tersebut menumpuk menjadi masalah yang besar nantinya. Meskipun demikian, hasil yang diberikan AI tetap perlu diverifikasi oleh manusia agar keputusan terkait adanya kecurangan tidak hanya bergantung pada sistem otomatis.
Di dunia akuntansi para akuntan harus bisa mengambil keputusan yang tepat bagi perusahaannya, maka dari itu AI mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat agar tidak adanya kesalahan pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil seorang akuntan dapat memiliki risiko kurang tepat ketika kondisi perusahaan berubah di masa mendatang, sehingga AI dapat membantu akuntan dalam mengambil keputusan yang lebih tepat bagi perusahaan.

Dengan memanfaatkan kemampuan analitik prediktif yang ditawarkan oleh AI, para akuntan dapat menganalisis pola dan tren serta menghasilkan prediksi yang lebih akurat untuk mendukung pengambilan keputusan (Goel et al., 2023: 963). AI akan memberikan informasi yang dapat membantu perusahaan dalam menentukan penggunaan sumber daya, melakukan perencanaan, dan memperkirakan kondisi keuangan di masa mendatang. Namun, keputusan akhir tetap membutuhkan pertimbangan akuntan karena AI tidak sepenuhnya dapat memahami kondisi perusahaan dan pertimbangan manusia yang ada di dalamnya. AI digunakan hanya sebagai alat bantu para akuntan saja tidak sepenuhnya mengambil alih tugas akuntan untuk pengambilan keputusan.
Secara keseluruhan AI banyak membantu para akuntan membuat pekerjaan menjadi lebih cepat, akurat, dan mudah. Teknologi yang semakin canggih ini seperti AI banyak membantu menyelesaikan pekerjaan akuntan dan juga membuat proses kerja menjadi lebih praktis dan terstruktur. Meskipun AI sendiri memberikan banyak kemudahan namun tetap dibutuhkan pertimbangan dan kemampuan logika manusia, sehingga AI hanya sebagai alat bantu akuntan saja dalam proses kerja. Dengan demikian, penggunaan AI dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung perkembangan dunia akuntansi di tengah kemajuan teknologi yang semakin cepat ini. (*)