Citra Kota Bandung dengan destinasi wisata kuliner, wisata fashion, wisata budaya sudah terpatri di masyarakat baik dalam kota maupun luar kota, bahkan mancanegara.
Maka tidak salah jika kota Bandung menjadi favorit destinasi bagi masyarakat, rekomendasi wisata ke Kota Bandung tidak pernah sepi, selalu terbarukan. Jika mendengar kota Bandung maka selalu terngiang kota yang menyenangkan dan memberi memori baik.
Terusan dari citra baik dan idaman bagi wisatawan domestik dan mancanegara, kota Bandung masih memiliki sejuta cerita dari wisata yang makin melekat digrandrungi oleh wisatawan.
Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.
Meskipun wisata olahraga cenderung baru, namun keunikan serta keanggunan kota Bandung menjadi cerita tersendiri. Selain kota yang mencirikan sebagai destinasi wisata yang mengagumkan, wisata olahraga di kota ini perlu diuraikan, dan mungkin menjadi wisata yang wajib didatangi dan diikuti setiap menuju kota kembang.
Jika ditelusuri jejaknya, wisata olahraga di kota Bandung tercipta awal mulanya abad ke 20-an di tahun 1902 sampai 1910 di masa Hindia Belanda yang pembangunannya bermula dari fasilitas pemandian umum dan lapangan terbuka.
Di lembah Sungai Cikapundung, kawasan Jalan Cihampelas tercatat sebagai kolam pemandian umum atau olahraga air. Dilanjut dengan Lapangan Saparua yang dinobatkan sebagai lapangan publik pertama di kota Bandung. Menariknya Lapangan Saparua hingga hari ini menjadi spot favorit sebagai wisata olahraga.
Pentahelix Komitmen Wisata Olahraga

Tidak sulit untuk menemukan spot wisata olahraga di kota Bandung, yang notabene dapat diakses dan memberikan kemudahan bagi masyarakat atau wisatawan untuk berkunjung.
Di beberapa spot wisata olahraga kita menemukan banyak peluang mendatangkan wisatawan, namun diperlukan komitmen tinggi dari pemerintah serta masyarakat penyelenggara, bahwa spot wisata olahraga dibutuhkan peraturan dan kemauan masyarakat untuk memaksimal wisata ini.
Bagaimana agar wisata olahraga ini menjadi ikon utama bagi kota Bandung yang memberikan makna bagi wisatawan? Tentu dibutuhkan langkah yang inovatif dengan pentahelix, keberlangsungannya dengan kolaborasi yang efektif dan sangat tepat.
Langkah pentahelix yaitu model kolaborasi multi sektor yang menyatukan lima elemen kunci, di antaranya pemerintah (government), akademisi (academic), dunia usaha (business), komunitas (community), dan media (media), untuk mencapai tujuan bersama secara gotong-royong.
Dalam hal peranannya, keberadaan pemerintah bertindak sebagai regulator dan fasilitator yan menyediakan kebijakan setiap kegiatan wisata olahraga. Dilanjutkan dengan akademisi, yang memberikan hasil penelitian atau memberikan kajian ilmiah tentang wisata olahraga yang akan dilaksanakan. Multi disiplin dari para akademisi dapat menggunakan rekomendasinya.
Dari sisi dunia usahanya, tentu peranan para investor, wisata olahraga sangat mendukung bagi kerjasama dengan UMKM, dan menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat. Hadirnya komunitas ini sebagai penggeraknya, hadirnya peserta tentu dapat dimaksimalkan sebagai basisnya.
Kemudian, hadirnya media sebagai jembatan informasi, panitia membuat promosi, kerjasama dengan media online dan cetak, serta memberikan informasi lengkap sehingga peserta bisa datang dan hadir dalam wisata olahraga.
Melalui pentahelix ini wisata olahraga bukanlah sesuatu yang mustahil. Sebab itu, pentahelix membuka akses masyarakat untuk lebih menyadari tentang wisata olahraga yang membangkitkan segala aspeknya.

Popularitas Wisata Olahraga
Setelah adanya pentahelix inilah, kita akan tahu bahwa kota Bandung menjadi kota favorit bagi pelari. Popularitasnya sudah membuktikan bahwa wisata olahraga ini tercermin pada kegiatan yang telah diselenggarakan.
Dengan banyaknya kegiatan wisata olahraga di Kota Bandung di antaranya ajang lari Bandoeng 10 K, Bandung QRIS Run, Tahura Trail Run, juga wisata petualangan alam yaitu Offroad & Fun Offroad, Outbound & Paintball, dan festival olahraga tradisional.
Dengan banyaknya ajang tersebut, wisatawan akan mudah memilih kegiatan disesuaikan dengan tanggal yang telah ditetapkan.
Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan itu pula terdapat data yang mengejutkan dan memberikan dampak positif, volume peserta Tahura Trail Run pun terdapat 2.883 peserta, uniknya mayoritas pelari datang dari luar wilayah. Bahkan Soekarno Run mencapai 6.601 pelari.
Pergerakan ekonomi pada wisata olahraga meningkat dan menciptakan gelombang hadirnya wisatawan ke kota Bandung. Tentunya perputaran uang di kota Bandung mencatatkan tingkat kepuasan.
Daya tarik kota Bandung sebagai kota favorit pelari menandakan bahwa wisata olahraga sudah terpercaya dan wisatawan ke kota Bandung dapat memilih sport tourism pilihan yang utama. Berbondong-bondong mengikuti wisata olahraga memberikan manfaat selain hiburan dan wisata, juga menyehatkan. (*)