Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

3 menit baca
Nabilla Hady Ramadhany
Ditulis oleh Nabilla Hady Ramadhany diterbitkan
Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)
Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)

Seberapa banyak dari kita yang betul-betul memahami sejarah yang ada di sekeliling kita? Salah satu warisan masa lalu yang dekat dengan masyarakat Rancaekek adalah Situs Candi Bojong Menje, sebuah tempat bersejarah yang terletak di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Meski tidak sebesar dan seterkenal candi-candi seperti Burobudur maupun Prambanan, situs ini tetap menyimpan bagian penting dari sejarah yang pernah ada di daerah ini.

Situs Candi Bojong Menje ditemukan pada tahun 2002. Penemuan ini selanjutnya diikuti dengan penelitian oleh arkeolog dan ditemukan berbagai bagian yang menunjukan adanya struktur candi. Dari penemuan yang awalnya tampak biasa, muncul sebuah warisan yang membawa cerita tentang sejarah dari lingkungan yang selama ini kita huni.

Sayangnya, Situs Candi Bojong Menje belum mendapatkan perhatian yang layak sebanding dengan sejarahnya. Posisi candi yang dikelilingi oleh kawasan industri membuatnya mudah terabaikan. Bagi orang-orang yang selalu melewati lokasi ini, keberadaannya mungkin sudah terasa biasa saja. Tidak banyak yang berhenti untuk menggali informasi tentang bagaimana candi ini ditemukan, dari zaman mana candi ini berasal, atau alasan mengapa peninggalan ini masih penting.

Proses penggalian Situs Candi Bojong Menje setelah ditemukan pada tahun 2002 (Sumber: idsejarah.net (foto yang dimuat pada artikel tahun 2017) | Foto: Tidak diketahui)
Proses penggalian Situs Candi Bojong Menje setelah ditemukan pada tahun 2002 (Sumber: idsejarah.net (foto yang dimuat pada artikel tahun 2017) | Foto: Tidak diketahui)

Hal ini juga tampak dalam berita Tempo pada Mei 2024 oleh Anwar Siswandi. Situs Candi Bojong Menje disebutkan telah tidak terurus selama belasan tahun sejak ditemukan. Terletak diantara perumahan penduduk dan dikelilingi oleh kawasan industri. Sementara keadaan situs saat itu masih berupa batu yang belum ditata kembali seperti candi. Dalam berita yang sama, pengelola situs juga berharap agar dilakukan penggalian supaya Situs Candi Bojong Menje dapat menjadi wisata edukasi untuk masyarakat luas.

Padahal sebenarnya, kedekatan dengan suatu warisan sejarah seharusnya dapat memberikan peluang untuk memahami sejarah dari lokasi yang paling dekat dengan diri kita. Kita seringkali belajar tentang sejarah lewat buku, museum, atau tempat-tempat yang terkenal, tetapi sering kali melupakan bahwa lingkungan tempat kita dibesarkan juga memiliki kisahnya sendiri. Candi Bojong Menje merupakan salah satu dari bagian kecil ini.

Mengutip dari Tirto.id 2024 oleh Gilang Ramadhan, usia Situs Candi Bojong Menje diperkirakan setara dengan Candi Dieng, bahkan lebih tua dari candi-candi lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang artinya Jawa Barat ternyata menyimpan kisah yang sama tuanya. Karena itu, UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya menegaskan bahwa cagar budaya perlu dilestarikan karena mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, maupun kebudayaan.

Baca Juga: Membuka Monitor Oktober 1983: Saat Si Unyil, Gombloh, dan Bintang Idola Menemani Hari-Hari Kita

Di daerah ini, masyarakat, khususnya generasi muda, bisa ikut serta. Mengenali sejarah tidak perlu dimulai dengan menjadi seorang pakar sejarah, tetapi cukup dengan rasa penasaran terhadap apa yang terjadi di sekeliling kita. Menyelidiki cerita tentang Situs Candi Bojong Menje, mendiskusikannya, atau memperkenalkannya melalui karya dan platform media sosial yang bisa menjadi cara mudah untuk membuat ceritanya tetap hidup. Saat kita memahami arti dari sebuah warisan, rasa peduli dan memiliki juga dapat berkembang dengan sendirinya.

Situs Candi Bojong Menje bisa jadi hanya sepotong kecil dari sejarah, tetapi sejarah yang lengkap disusun dari banyak bagian kecil yang tidak semuanya dikenal. Jika kita tidak mengenalnya sekarang, semakin sedikit orang yang bisa menceritakannya pada generasi yang akan datang. Oleh karena itu, kita tidak perlu menunggu Situs Candi Bojong Menje untuk menjadi terkenal untuk kita mulai peduli. Cukup dengan mulai mengenal dan memahami cerita yang ada di sekitar kita. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 16:51

Membuka Monitor Oktober 1983: Saat Si Unyil, Gombloh, dan Bintang Idola Menemani Hari-Hari Kita

Majalah Monitor edisi Oktober 1983 mengajak kita pulang sejenak ke masa ketika hiburan tak datang setiap saat dalam genggaman, tetapi justru dinanti dengan penuh antusias.

Majalah Monitor edisi Oktober 1983, majalah hiburan dan keluarga dengan sampul mojang Bandung, Reita Soebita. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 15:42

Tahun Berulang, MAMPUS Berulang Tahun

Ejaan setiap pemilihan diksi sangat relevan, sehingga menciptakan makna, bahkan pembacaan yang multitafsir sering disebut sebagai perspektif.

Berulang Tahun MAMPUS (Malam Minggu Puisi) (Foto: Ayu Maimun)
Seni Budaya 12 Okt 2026, 14:41

Mengubah Gerakan Erotis Tari-tarian Kerakyatan Melalui Tari Lidah Agni

Tari kerakyatan tradisional sunda, memang kerap mendapat stigma terdapat unsur erotis. Akan tetapi, para peneliti ISBI Bandung mengubahnya menjadi gerakan tari lidah agni.

Salah satu gerakan Tari Lidah Agni  yang dipentaskan oleh Sanggar Putri Ayu Bandung (Foto: mildan)
Beranda 12 Okt 2026, 14:18

Menari dan Berbagi untuk Sesama Lewat Bhakti Nṛtya Pertiwi

Lebih dari sekadar pertunjukan, Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi ruang perjumpaan untuk merayakan keberagaman budaya.

Pertunjukan tari Kalimantan dalam Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi bagian dari perayaan keberagaman budaya Nusantara sekaligus ajakan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 14:01

Semrawut Parkir Liar Pasar Ujungberung: Jalan Sempit, Pejalan Kaki Terpaksa 'Nyempil' di Antara Kendaraan

Parkir liar di bahu jalan dan trotoar depan Pasar Ujungberung bikin ruas jalan menyempit. Pejalan kaki terpaksa nyempil di antara kendaraan

Kondisi parkir liar sepeda motor di bahu jalan depan Pasar Ujungberung yang menyebabkan penyempitan jalan. (Foto: Rahayu)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 13:22

Aksa Cafe Cirebon tempat Nongkrong Cozy di Cirebon

Aksa Cafe Cirebon menjadi salah satu tempat nongkrong anak muda yang punya tempat yang nyaman dan rasa makanan yang enak

Menu Aksa Cafe Cirebon (11/10/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 09:41

Kenapa Kekerasan Masih Terjadi di Sekolah

Kita miris melihat masih terjadinya kekerasan di sekolah, yang mengakibatkan seorang anak meninggal dunia. Ada yang harus dibenahi secara serius tentang tata kelola sekolah. Disiplin bukan hukuman.

Ilustrasi kekerasan di sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ivonne Vallejos)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 08:31

Paylater di Kalangan Gen Z Bandung: Kemudahan Transaksi atau Risiko Finansial?

Paylater menawarkan kemudahan transaksi bagi Gen Z, tetapi juga menyimpan risiko finansial. Kenali dampaknyadan pentingnya mengelola keuangan secara bijak agar tidak terjerat utang.

Ilustrasi AI penggunaan paylater di kalangan Gen Z dan risiko finansial yang perlu diwaspadai. (Sumber: OpenAI (AI-generated) | Foto: AI-generated image)
Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)