Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

5 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung kembali memiliki peluang untuk bersinar. Setelah sempat kehilangan sebagian besar penerbangan jet komersial akibat pengalihan layanan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, kini Bandara Husein kembali membuka peluang konektivitas udara yang lebih dekat dengan pusat aktivitas masyarakat. Namun, ada pekerjaan penting yang perlu dipikirkan bersama, yakni menghadirkan tiket pesawat yang terjangkau sekaligus menjaga agar penerbangan tetap ramai dan berkelanjutan.

Perlu inisiatif dan inovasi dari pengelola bandara bersama maskapai, pemerintah, serta pelaku pariwisata. Bandara tidak cukup hanya memiliki landasan pacu dan terminal yang memadai. Harus ada model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Apron Bandara Husein Sastranegara yang semakin sibuk (Sumber: bandung.go.id)
Apron Bandara Husein Sastranegara yang semakin sibuk (Sumber: bandung.go.id)

Tiket Murah, Daya Tarik Utama

Sebelum pandemi Covid-19, harga tiket pada sejumlah rute penerbangan domestik relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan kondisi pada periode tertentu setelah pandemi. Masyarakat tentu berharap penerbangan langsung dari Bandung menuju kota-kota besar kembali menawarkan harga yang kompetitif.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa sepanjang 2025 jumlah penumpang angkutan udara domestik Indonesia mencapai 59,8 juta orang, turun 5,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, penumpang internasional mencapai 20,5 juta orang, meningkat 8,14 persen. Angka ini menunjukkan bahwa pasar penerbangan domestik masih menghadapi tantangan untuk tumbuh lebih kuat. 

Bagi Bandung, persoalannya bukan semata-mata ada atau tidaknya penerbangan, melainkan apakah masyarakat memperoleh pilihan jadwal, tujuan, dan harga yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Salah satu langkah yang layak dipertimbangkan adalah pemberian insentif jasa kebandarudaraan bagi maskapai yang membuka rute baru atau menambah frekuensi penerbangan. Insentif dapat berupa potongan biaya pendaratan, parkir pesawat, maupun layanan tertentu dalam periode promosi yang terukur.

Skema tersebut perlu dirancang secara transparan, memiliki batas waktu, dan dievaluasi berdasarkan jumlah penumpang serta keberlanjutan rute. Potongan biaya bandara tidak otomatis membuat tiket menjadi murah karena harga juga dipengaruhi bahan bakar, biaya pesawat, pajak, tingkat keterisian, dan strategi maskapai. Karena itu, insentif harus disertai komitmen maskapai untuk menawarkan tarif promosi yang benar-benar dirasakan penumpang.

Pentingnya fasilitas bandara Husein yang nyaman untuk kepentingan awak pesawat dan teknisi penerbangan (Sumber: bandung.go.id)
Pentingnya fasilitas bandara Husein yang nyaman untuk kepentingan awak pesawat dan teknisi penerbangan (Sumber: bandung.go.id)

Belajar dari Kertajati dan Bandara Lain

Pengalaman Bandara Kertajati di Majalengka memberikan pelajaran penting. Bandara berkapasitas besar tidak otomatis ramai apabila akses menuju terminal, frekuensi penerbangan, dan kebutuhan perjalanan masyarakat belum bertemu dalam satu ekosistem yang efisien.

Kertajati tetap memiliki peran strategis bagi Jawa Barat. Pada September 2026, misalnya, pengelola memperkuat konektivitas antar moda melalui trayek DAMRI Bandung–Kertajati–Indramayu dengan tarif yang diumumkan sebesar Rp60.000. Bandara ini juga menyiapkan dukungan untuk penerbangan internasional dan kegiatan kargo.

Namun, bagi warga Bandung, biaya perjalanan menuju bandara di Majalengka perlu dihitung bersama harga tiket pesawat. Tiket yang terlihat murah belum tentu menghasilkan biaya perjalanan keseluruhan yang rendah apabila penumpang harus mengeluarkan ongkos tambahan dan waktu lebih panjang untuk mencapai terminal.

Di sinilah Bandara Husein mempunyai keunggulan geografis. Lokasinya di dalam Kota Bandung membuatnya lebih dekat dengan kawasan perkantoran, pendidikan, hotel, pusat perdagangan, dan destinasi wisata perkotaan. Keunggulan ini dapat diterjemahkan menjadi penghematan waktu dan biaya akses bagi penumpang.

Perbandingannya dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga menarik. Bandara utama tersebut memiliki jaringan penerbangan luas dan jumlah penumpang besar sehingga dapat menarik berbagai maskapai serta mendukung konektivitas lanjutan. Bandara Husein memang tidak perlu meniru skala Soekarno-Hatta. Strategi yang lebih realistis adalah memilih rute dengan permintaan kuat, menjaga ketepatan jadwal, dan menawarkan pengalaman perjalanan yang praktis.

Sementara itu, pengalaman bandara regional seperti Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Ngloram di Blora, dan Wiriadinata di Tasikmalaya mengingatkan kita bahwa infrastruktur penerbangan membutuhkan permintaan yang nyata. Ketika jadwal reguler terbatas atau tidak tersedia, masyarakat cenderung kembali menggunakan moda transportasi lain. Status penerbangan setiap bandara dapat berubah, sehingga kondisi operasionalnya perlu diperiksa berdasarkan jadwal resmi terbaru, bukan hanya pengalaman masa lalu.

Perlu insentif yang menarik untuk maskapai penumpang dan logistik di Baandara Husein (Sumber: bandung.go.id)
Perlu insentif yang menarik untuk maskapai penumpang dan logistik di Baandara Husein (Sumber: bandung.go.id)

Bandara Bukan Sekadar Tempat Pesawat

PT Angkasa Pura Indonesia, yang beroperasi dengan merek InJourney Airports, terbentuk melalui penggabungan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II pada September 2024. Perusahaan ini mengelola jaringan bandara dan mendorong pengembangan bisnis penerbangan maupun nonpenerbangan.

Model bisnis bandara modern tidak hanya mengandalkan pendapatan dari layanan pesawat. Pendapatan non-aeronautika dapat berasal dari penyewaan ruang usaha, restoran, gerai ritel, periklanan, parkir, layanan transportasi, pergudangan, hingga pengembangan properti di kawasan bandara. Dengan model ini, aktivitas ekonomi dapat tetap berkembang melalui beragam layanan pendukung.

Bandara Husein bisa mengembangkan konsep tersebut secara bertahap. Area komersialnya dapat dirancang untuk menampung produk UMKM Bandung, kuliner khas Sunda, gerai oleh-oleh, serta layanan perjalanan yang terintegrasi. Namun, pengembangan komersial harus mengikuti kebutuhan pengguna dan tidak membebani biaya operasional yang akhirnya dibebankan kepada penumpang.

Bandara juga dapat menjadi pintu masuk paket wisata Bandung Raya. Kerjasama dengan hotel, biro perjalanan, pengelola destinasi, penyelenggara pameran, dan pelaku ekonomi kreatif dapat menghasilkan paket penerbangan sekaligus akomodasi, transportasi, serta tiket atraksi wisata.

Dalam psikologi ekonomi, terdapat gagasan bahwa aktivitas yang telah ramai cenderung menarik lebih banyak orang. Prinsip ini kerap dijelaskan melalui efek jejaring dan aglomerasi: semakin banyak pengguna dan kegiatan ekonomi berkumpul, semakin besar peluang munculnya layanan baru dan aktivitas tambahan.

Bagi Bandara Husein, gagasan tersebut dapat diterapkan melalui pengembangan permintaan secara bersamaan. Penerbangan langsung yang terjadwal menarik wisatawan dan pelaku bisnis. Kedatangan mereka menghidupkan hotel, restoran, transportasi lokal, dan destinasi wisata. Aktivitas ekonomi yang meningkat kemudian memperkuat alasan bagi maskapai untuk mempertahankan rute.

Pemerintah Kota Bandung dan pemerintah daerah di Bandung Raya dapat membantu melalui kalender acara yang terintegrasi dengan jadwal penerbangan. Festival kuliner, agenda budaya, pameran perdagangan, konferensi, serta kegiatan olahraga dapat dipromosikan sebagai paket perjalanan. Kementerian Pariwisata dan pihak terkait juga perlu mendorong promosi destinasi yang terhubung langsung dengan rute penerbangan.

Tentu saja, strategi tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni pembukaan rute. Ukuran keberhasilannya harus jelas: keterisian kursi, konsistensi jadwal, perkembangan harga tiket, pertumbuhan jumlah penumpang, serta keberlanjutan rute setelah masa promosi berakhir.

Visi Walikota Bandung M Farhan terkait Pengembangan Bandara Husein patut diapresiasi (Sumber: bandung.go.id)
Visi Walikota Bandung M Farhan terkait Pengembangan Bandara Husein patut diapresiasi (Sumber: bandung.go.id)

Menemukan Model yang Berkelanjutan

Bandara Husein mempunyai peluang untuk berkembang bukan dengan bersaing dalam segala hal, melainkan dengan memanfaatkan keunggulan lokasinya. Penerbangan langsung yang tepat sasaran, insentif yang terukur, akses transportasi yang mudah, dan kerjasama pariwisata dapat menjadi pondasi untuk membangun kembali pasar penerbangan Bandung.

Tiket murah memang penting, tetapi bukan satu-satunya jawaban. Yang dibutuhkan ialah keseimbangan antara kepentingan penumpang, kelayakan bisnis maskapai, pendapatan pengelola bandara, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Mungkinkah Bandara Husein menjadi pilihan utama warga Bandung untuk terbang dengan harga terjangkau? Sangat mungkin, sepanjang inovasi tidak hanya berorientasi pada pembukaan rute, tetapi juga membangun ekosistem yang membuat orang ingin datang, tinggal lebih lama, dan kembali lagi. Pada akhirnya, bandara yang ramai bukan sekadar tempat pesawat datang dan pergi, melainkan simpul ekonomi yang hidup bersama masyarakat di sekitarnya. (SRI)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 16:51

Membuka Monitor Oktober 1983: Saat Si Unyil, Gombloh, dan Bintang Idola Menemani Hari-Hari Kita

Majalah Monitor edisi Oktober 1983 mengajak kita pulang sejenak ke masa ketika hiburan tak datang setiap saat dalam genggaman, tetapi justru dinanti dengan penuh antusias.

Majalah Monitor edisi Oktober 1983, majalah hiburan dan keluarga dengan sampul mojang Bandung, Reita Soebita. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 15:42

Tahun Berulang, MAMPUS Berulang Tahun

Ejaan setiap pemilihan diksi sangat relevan, sehingga menciptakan makna, bahkan pembacaan yang multitafsir sering disebut sebagai perspektif.

Berulang Tahun MAMPUS (Malam Minggu Puisi) (Foto: Ayu Maimun)
Seni Budaya 12 Okt 2026, 14:41

Mengubah Gerakan Erotis Tari-tarian Kerakyatan Melalui Tari Lidah Agni

Tari kerakyatan tradisional sunda, memang kerap mendapat stigma terdapat unsur erotis. Akan tetapi, para peneliti ISBI Bandung mengubahnya menjadi gerakan tari lidah agni.

Salah satu gerakan Tari Lidah Agni  yang dipentaskan oleh Sanggar Putri Ayu Bandung (Foto: mildan)
Beranda 12 Okt 2026, 14:18

Menari dan Berbagi untuk Sesama Lewat Bhakti Nṛtya Pertiwi

Lebih dari sekadar pertunjukan, Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi ruang perjumpaan untuk merayakan keberagaman budaya.

Pertunjukan tari Kalimantan dalam Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi bagian dari perayaan keberagaman budaya Nusantara sekaligus ajakan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 14:01

Semrawut Parkir Liar Pasar Ujungberung: Jalan Sempit, Pejalan Kaki Terpaksa 'Nyempil' di Antara Kendaraan

Parkir liar di bahu jalan dan trotoar depan Pasar Ujungberung bikin ruas jalan menyempit. Pejalan kaki terpaksa nyempil di antara kendaraan

Kondisi parkir liar sepeda motor di bahu jalan depan Pasar Ujungberung yang menyebabkan penyempitan jalan. (Foto: Rahayu)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 13:22

Aksa Cafe Cirebon tempat Nongkrong Cozy di Cirebon

Aksa Cafe Cirebon menjadi salah satu tempat nongkrong anak muda yang punya tempat yang nyaman dan rasa makanan yang enak

Menu Aksa Cafe Cirebon (11/10/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 09:41

Kenapa Kekerasan Masih Terjadi di Sekolah

Kita miris melihat masih terjadinya kekerasan di sekolah, yang mengakibatkan seorang anak meninggal dunia. Ada yang harus dibenahi secara serius tentang tata kelola sekolah. Disiplin bukan hukuman.

Ilustrasi kekerasan di sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ivonne Vallejos)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 08:31

Paylater di Kalangan Gen Z Bandung: Kemudahan Transaksi atau Risiko Finansial?

Paylater menawarkan kemudahan transaksi bagi Gen Z, tetapi juga menyimpan risiko finansial. Kenali dampaknyadan pentingnya mengelola keuangan secara bijak agar tidak terjerat utang.

Ilustrasi AI penggunaan paylater di kalangan Gen Z dan risiko finansial yang perlu diwaspadai. (Sumber: OpenAI (AI-generated) | Foto: AI-generated image)
Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)