Kesenian Reak masih menjadi salah satu kesenian tradisional Sunda yang dapat ditemui di wilayah Bandung Timur. Suara dogdog, musik tradisional, gerakan para pemain, serta arak-arakan menjadi ciri khas yang membuat pertunjukan Reak berlangsung meriah.
Di balik kemeriahan tersebut, Reak juga menghadapi persoalan yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat. Beberapa pertunjukan kerap diwarnai keributan antarpengunjung. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti konsumsi minuman keras, emosi, maupun persoalan pribadi yang terbawa ke dalam pertunjukan.
Situasi ini kemudian membuat sebagian masyarakat memandang Reak bukan hanya sebagai kesenian, tetapi juga sebagai kegiatan yang berpotensi menimbulkan keresahan. Padahal, kericuhan yang terjadi merupakan perilaku individu dan tidak dapat begitu saja disamakan dengan kesenian Reak itu sendiri.
Reak memiliki unsur budaya yang lebih luas. Selain dogdog dan arak-arakan, dalam beberapa pertunjukan terdapat unsur ritual dan kepercayaan masyarakat, termasuk kesurupan yang oleh sebagian pelaku dianggap sebagai bagian dari tradisi. Hal tersebut menunjukkan bahwa Reak tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Persoalannya, ketika keributan terus dikaitkan dengan pertunjukan Reak, citra kesenian tersebut dapat ikut terdampak. Masyarakat yang merasa tidak nyaman dapat menjadi semakin enggan menerima pelaksanaan pertunjukan di lingkungan mereka.
Karena itu, pelestarian Reak perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban. Para pelaku seni dan penonton memiliki peran untuk menjaga agar pertunjukan tetap menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan menikmati budaya Sunda, bukan menjadi tempat terjadinya konflik.
Reak pada akhirnya berada di antara dua kebutuhan: mempertahankan warisan budaya sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat. Menjaga keduanya menjadi penting agar suara dogdog tetap terdengar sebagai bagian dari budaya Bandung Timur, tanpa harus dibayangi oleh kericuhan yang dilakukan oleh oknum tertentu. (*)