Ayo Netizen

Bukan Sekadar Tempat Ngopi: Cerita tentang Jeda di Kalatemu

Oleh: Yuhan Safarah
Tampak depan Kalatemu dengan logo kafe yang menjadi identitas tempat tersebut di Jalan Manisi, Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Yuhan Safarah)

Rutinitas yang terus berulang terkadang membuat seseorang ingin mencari suasana berbeda, meski hanya untuk sementara. Terinspirasi dari gagasan tentang zona nyaman dalam lagu “Zona Nyaman” milik Fourtwnty, keluar sejenak dari kebiasaan dapat menjadi cara sederhana untuk memberi ruang bagi diri sendiri. Di Jalan Manisi, Cibiru, Bandung, Kalatemu menjadi salah satu tempat untuk mengambil jeda, ditemani secangkir kopi dan suasana yang mendukung kebersamaan.

Berada agak jauh dari keramaian jalan utama, Kalatemu menawarkan suasana yang relatif tenang. Tanaman dan bunga yang menghiasi area kafe menambah kesan asri, sementara area dalam dan luar ruang memberikan pilihan tempat bagi pengunjung untuk menghabiskan waktu. Di antara percakapan para pengunjung, alunan musik terdengar lembut tanpa mendominasi suasana. Perpaduan keduanya menghadirkan suasana santai bagi mereka yang ingin berbincang bersama teman atau sekadar beristirahat sejenak dari kesibukan sehari-hari.

Pengalaman singgah juga terasa melalui pelayanan yang ramah. Saat pengunjung bertanya mengenai menu, staf dengan ramah membantu menjelaskan pilihan yang tersedia. Menurut kasir, Kopi Susu Kala dan Kopi Susu Temu termasuk menu kopi yang banyak diminati. Kopi Susu Kala memiliki cita rasa yang lembut dan tidak terlalu kuat, sehingga dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang menyukai kopi dengan rasa lebih ringan.

Baca Juga: Kamar Mewah dalam Lapas

Bagi Salva, salah seorang pengunjung, Kalatemu menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu di luar tempat kos. “Menurut aku sih masih worth it ya. Masih affordable,” ujarnya ketika menceritakan penilaiannya terhadap harga menu. Lokasinya yang dekat dari tempat kos dan jam operasional hingga tengah malam juga menjadi pertimbangannya untuk datang. Selain itu, suasananya yang tidak terlalu ramai membuat Salva merasa lebih leluasa saat mengerjakan tugas di luar kamar.

Bagi sebagian mahasiswa, berpindah dari kamar kos ke tempat yang berbeda dapat menjadi cara sederhana untuk mengubah suasana saat belajar atau menyelesaikan tugas. Kalatemu pun menjadi salah satu alternatif tempat untuk melakukan aktivitas tersebut, sekaligus menikmati minuman dan berbincang bersama teman. Dengan suasana yang relatif tenang, pengunjung memiliki pilihan untuk menghabiskan waktu sesuai kebutuhan mereka.

Pada akhirnya, jeda tidak selalu berarti meninggalkan rutinitas sepenuhnya. Terkadang, jeda hadir dalam bentuk sederhana: duduk sejenak, menikmati minuman, atau berbagi cerita dengan orang lain. Di Kalatemu, momen-momen kecil itu menjadi bagian dari pengalaman singgah sebelum setiap orang kembali pada kesibukannya masing-masing. (*)

Reporter Yuhan Safarah
Editor Aris Abdulsalam