Ayo Netizen

Semoga Abadi dalam Gejolak Api Neraka

Oleh: Dias Ashari
Jika kritik secara halus tak di dengar maka biarkan gejolak api dalam jiwa yang berbicara. (Sumber: Pexels)

Semoga abadi dalam gejolak api neraka untuk semua dalang pembakaran karhutla di negeri ini. Pembakaran yang tak hanya membumi hanguskan hutan sebagai penyedia oksigen bagi seluruh manusia. Melainkan rumah bagi flora dan fauna yang tidak bisa mereka tuntut balik karena tidak memiliki legalitas tanah.

Semoga abadi dalam api neraka. Semua penguasa yang hanya diam membisu. Mereka yang paling punya kuasa untuk menetapkan karhutla sebagai bencana nasional tapi mereka memilih diam dan entah apa yang mereka tunggu. Mereka yang tak hanya punya kuasa dalam jabatan tapi mereka para tokoh yang diam padahal punya potensi meng-influence para follower yang telah menjadi kawan online setianya. Mereka yang punya suara besar dan sangat berpengaruh menggerakkan massa tapi diam juga barangkali karena merasa nyaman dalam ketidakadilan selama bukan mereka korbannya.

Semoga abadi dalam api neraka. Semua pengusaha yang memonopoli keadaan ini. Mereka yang tega membakar hutan tidak hanya untuk kepentingan lahan sawit. Namun mereka juga yang sengaja membakar karena nilai jual lahan kosongnya naik. Meraka yang hanya mementingkan isi perut dan membeli kemewahan tanpa memiliki kesadaran dari dampak yang ditumbulkan. Bagaimana masyarakat sekitar terdampak ISPA. Bagaimana ibu hamil dan janin yang dikandungnya terdampak asap karhutla. Bagaimana para lansia yang jangankan bisa bernapas normal karena penyakit bawaan di tengah udara segar, kini justru semakin sulit untuk bernapas.

Semoga abadi dalam api neraka. Mereka yang menyebabkan banyak anak tak masuk sekolah. Ditengah kualitas pendidikan kita yang jauh dari kata layak itu kini makin kehilangan kesempatannya untuk belajar. Kondisi yang tidak memungkinkan untuk berada di luar rumah, membuat sejumlah anak-anak terpaksa harus belajar dari rumah. Tak hanya akan kesulitan menerima materi karena tidak semua anak didampingi oleh orang tuanya di rumah. Anak-anak pun kehilangan berinteraksi bersama teman-temannya. Kehilangan masa bermain juga mengeksplorasi hal-hal yang hanya tersedia dalam interaksi sosial. Anak-anak yang terhambat akses belajar karena keterbatasan perangkat belajar juga ketersediaan internet yang mumpuni.

Semoga abadi dalam api neraka. Mereka yang membuat banyak keluarga menderita. Di tengah ekonomi negara kita yang tidak stabil, kejadin karhutla tentu menjadi penyebab utama terganggunya perekonomian masyarakat. Meski sebagian besar dari mereka memilih untuk tetap bekerja tapi nyawa menjadi taruhannya. Paru-paru yang semakin tersedak oleh udara yang berbahaya. Jarak pandang dalam berkendara yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Membuat keluarga pedagang menderita karena penurunan jumlah pembelian karena masyarakat membatasi mobilitas di luar rumahnya.

Semoga abadi dalam api neraka. Mereka yang membuat satwa dan keanekaragaman hayati kehilangan rumahnya. Mereka yang tak butuh berbagi luas tanah menggunakan sertifikat yang biasanya komoditas manusia perjual-belikan. Mereka yang tak butuh gedung tinggi untuk melakukan sejumlah aktifitas perkantoran. Mereka hanya butuh pohon untuk tempat mencari makan. Mereka hanya butuh rimbunan tanaman untuk melindungi mereka dari panas dan hujan. Mereka hanya butuh manusia tidak melewati batasnya karena sudah mendominasi hidup di bumi. Mereka hanya butuh tempatnya tidak diganggu. Kita kadang lupa mereka adalah bagian dari ekosistem yang membuat manusia masih eksis di muka bumi ini. Tanpa mereka perlahan manusia bisa kehilangan banyak hal dalam hidupnya.

Semoga abadi dalam api neraka. Mereka yang membuat matahari kehilangan sinarnya karena asap pekat karhutla. Matahari yang tak sekedar menjadi penerang bagi bumi di siang hari. Matahari juga berguna dalam banyak hal dalam kehidupan manusia salah satunya pembangkit listrik tenaga surya yang ramah lingkungan. Matahari juga kehilangan kesempatannya untuk menyinari pepohonan dalam proses fotosintesis. Matahari pun kehilangan kesempatan memberikan nutrisi alami vitamin D kepada tubuh manusia.

Semoga lekas pulih ibu pertiwi. Semoga masyarakat masih tetap bisa hidup damai di negeri ini. Semoga kita selalu diberikan kekuatan yang dipaksa hidup sehat dan waras di negara yang sakit. (*)

Reporter Dias Ashari
Editor Aris Abdulsalam