Kedai itu memiliki aroma khas dari kuah bakso pangsit yang menggoda selera di seluruh penghujung bangunan kedai. Suasana yang ramai pengunjung dengan suara benturan antar mangkuk sendok dengan perbincangan hangat terjadi di kedai bernama Mie Akup.
Mie Akup Bandung menjadi salah satu kuliner UMKM Bandung yang masih eksis sejak 1987 yang berlokasi di Jalan Mekar Utama No. 33, Mekarwangi, Kec. Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Minggu (2/11/2025).
Miftah Rozi sebagai General Manager dari Mie Akup memberikan penjelasan bagaimana awalnya kedai ini terbentuk
“Mie Akup mempunyai cikal bakal berasal dari keluarga Pak H. Yakub yang memang usaha bisnisnya dirintis dari awal di gerobak kaki lima yang dijual di area lapangan Tegalega. Kemudian di hibahkan kepada orang yang lebih bisa membuat bisnis ini berjalan. Sesuai dengan branding kita dari 1987, mulainya itu dengan gerobak-gerobak jalan keliling, sangat sederhana, kaki lima. Itu awal mulanya dari situ dengan cita rasa yang memang kami pertahankan” ujarnya.
Dengan passion serta keinginan keluarga Pak H. Yakub untuk membuat mie sendiri dan di distribusikan kepada rekannya. Saat mie menjadi makanan keseharian dari masyarakat di Bandung. Maka mie ini menjadi angan-angan usaha yang dapat dikembangkan. Sampai saat ini rumah keluarga dari Pak H. Yakub masih ditempati dengan menjadi pabrik pengolahan mie yang akhirnya di sebar di seluruh kedai Mie Akup di Bandung.
Dengan berjalannya waktu serta rasa minat masyarakat kepada Mie Akup. Pada tahun 2021 Mie Akup memberanikan diri untuk membuka kedai mie pertamanya di Metro Margahayu. Dengan tempat yang lebih memadai agar pelanggan dapat makan di tempat. Diikuti dengan pembukaan cabang di daerah lain seperti Mekarwangi, Gegerkalong, dan Antapani. Selanjutnya Mie Akup akan membuka cabang pertamanya di Jakarta pada tahun 2026.
Mie Akup menjadi salah satu usaha kuliner UMKM yang bertahan dari masa ke masa. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Mie Akup untuk tetap bertahan di dunia bisnis kuliner. Berfokus dengan menjual mie, Mie Akup mempertahankan bisnis kulinernya dengan menjual berbagai variasi dari mie serta beberapa menu tambahan agar tetap ke kinian dan dapat diterima oleh seluruh kalangan usia.
Tak hanya dari sisi variasi menu mie, namun juga dengan bagaimana Mie Akup tetap mempertahankan cita rasanya dalam mie yang dimiliki oleh Mie Akup sejak 1987, agar tetap memiliki rasa yang konsisten dan tidak berubah dilidah pelanggan.
Miftah Rozi memberikan penjelasan bagaimana cita rasa dapat terus dipertahankan dalam menjaga konsistensi.
“Ketika kita berharap orang makan di kedai yang di Mekarwangi sama rasanya dengan yang makan di Metro. Tentunya kita harus memiliki satu tempat yang di mana tempat tersebut bisa mengelola dari master recipe yang akan di distribusikan kepada masing-masing kedai yang berada di central kitchen. Yang akan membantu bagaimana cara membuat mie, pangsit, baso, dan makanan lainnya agar takarannya tetap sama,” ucapnya dalam wawancara.
Selain dari cita rasa mie, Mie Akup mempunyai promosi yang unik dan sudah dilakukan sejak awal mereka berbisnis, dengan cara net promoter score. Mie Akup percaya bahwa jika score dari pelanggan baik maka mereka akan merekomendasikan makanan tersebut baik kepada keluarga dan teman tentang kenikmatan makanan dari Mie Akup.
Untuk sosial media sendiri, Mie Akup menjadikannya sebagai opsi kedua, saat ini Mie Akup aktif di sosial media seperti Instagram @mieakup1987 yang sudah memiliki pengikut sebanyak 22.1 ribu dan beberapa sosial media lainnya seperti TikTok serta Facebook. Adapun cabang-cabang Mie Akup menyesuaikan segmen dari pasarnya sendiri.
“Itu tergantung kedai kita berada, jika area kita berada di tempat yang banyak pemukiman, terutama pemukiman yang berada di sekitar kita, contohnya Mekarwangi, ternyata banyak pemukiman yang ada di sekitar kita perumahan termasuk perkantoran. Tentunya menjadi market kita mereka yang berada di sekitar kita” ujarnya.
Dengan segmen berdasarkan generasi seperti Gen Z, millenial, dan generasi lainnya, Mie Akup masuk ke dalam seluruh segmen usia dan generasi, mereka sudah paham dengan rasa dan konsistensi yang dimiliki oleh Mie Akup.
Meskipun sudah berjalan lama, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh Mie Akup seperti hadirnya beberapa kompetitor yang baru dan dari sisi status perekonomian secara makro, di mana daya membeli masyarakat menurun sehingga Mie Akup dengan segmen menengah masih bisa eksis di era saat ini.
Tak hanya saat ini, Mie Akup tetap berusaha untuk tetap hadir saat Covid-19, dengan keadaan sulit, pesanan secara online menjadi salah satu cara Mie Akup tetap hadir untuk masyarakat. Tetapi dari situasi sulit tersebut tidak pernah membuat usaha Mie Akup goyah, sehingga sampai hari ini Mie Akup masih bisa menjadi andalan bagi masyarakat di Bandung.
Mie Akup mempunyai harapan untuk lebih dikenal di daerah lain baik di dalam kota Bandung maupun di luar kota Bandung seperti di Jakarta. Mie Akup juga ingin selalu bisa hadir dan memberikan kebahagiaan kepada orang-orang, baik itu di dalam internal usahanya, pelanggan tetap, bahkan kepada masyarakat yang ingin mencoba Mie Akup. Mie Akup siap membuka cabang pertamanya di luar Bandung, yaitu di PIK 2 dan Cijantung yang akan dibuka pada 2026 mendatang.(*)