DI PENGHUJUNG 2025 ada yang viral di media sosial dari Kabupaten Bandung, tepatnya dari Kampung Dangdeur, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran. Bukan tentang persiapan menyambut tahun baru, tetapi adanya kisah viral tentang seorang bocah berusia 10 tahun. Tanpa rasa takut sedikit pun, ia tampak sedang menangkap ular di persawahan hanya dengan tangan kosong. Dengan asyiknya, kemudian ular-ular itu dimasukkan ke dalam baju kausnya dan dijual kepada seseorang.
Seseorang itu adalah Kang Moel, tetangganya—teman sekomunitas dengan Kang Panji Petualang--seorang pawang ular yang sekaligus perekam video momen-momen “menegangkan” setiap kali Dika—sebutan nama bocil itu--membawa ular-ular kepadanya. Oh, rupanya Kang Moel lah yang pertama kali memperkenalkan ular kepada Dika.

Pada mulanya ketika sedang mencari belut, Dika sering melihat Kang Moel sedang memandikan ular-ular peliharaannya di halaman rumahnya. Pada mulanya Dika hanya melihat, tetapi kemudian ia membantu Kang Moel memandikan atau memberi makan ular-ular kepunyaan Kang Moel itu. Rupanya perkenalan itu membuat Dika terbiasa dan berani menangkap ular. Ketika sedang mencari belut, Dika melihat ular. Saat itulah ia menangkapnya. Setelah itu, tanpa rasa takut ia menangkap ular demi ular.
Dalam sebuah video, Dika suatu waktu tampak membawa ular sanca berukuran cukup besar. Ular itu dimasukkan ke kain hitam yang digulung. Dalam video lain, bocil tersebut membawa ular sebanyak sepuluh jenis. Ular-ular itu dibawanya dengan tangan, dan sebagian lainnya diselipkan ke dalam kausnya.
Tak sekadar menyetorkan, Dika berharap agar ular-ular tangkapannya itu bisa dibeli oleh Kang Moel. Kang Moel kadang butuh ular buat pakan ular lagi. Dari penjualan itu, uangnya dipakai Dika untuk jajan bersama adiknya.
Dika biasanya bisa mendapatkan uang senilai Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Aksi Dika kerap diabadikan oleh Kang Moel dan diunggah ke media sosialnya. Video Dika yang lucu sambil membawa ular membuat konten itu viral di media sosial.
Setelah videonya viral, sejumlah komunitas pegiat reptil, Panji Petualang, Dede Inoen, hingga Heru Gundul, langsung datang menemui Dika. Mereka datang memberikan edukasi tentang penangkapan ular. Kang Panji mengatakan, kalau video ini dilihat Kan Dedi Mulyadi (KDM), pasti Dika akan diundang KDM ke Lembur Pakua. Apalagi kalau KDM tahu Dika kini tak sekolah.
Rupanya omongan Panji benar. Melalui tayangan Youtube channel KDM Dika tampak diundang l KDM ke Lembur Pakuan. Dika datang bersama mamahnya dan Kang Moel.
Baca Juga: Suara yang Disapu Banjir
Benar, ternyata Dika anak putus sekolah. Ia bersekolah hingga kelas 4. Dika merupakan anak pertama dari 4 bersaudara dari pasangan Dedi Saepuloh (27) dan Reka Noviyanti (25). Dalam kesehariannya, sang ayah bekerja sebagai kuli bangunan, sementara ibunya kerap berjualan perabotan di pasar minggu di Ciherang.
Selain keluarga Dika, ada tujuh orang lagi yang menempati rumah milik ibunya Bapak Dedi itu. Dua orang di antaranya sakit—TBC dan depresi. Di Lembur Pakuan, KDM selain memberi uang Rp10 juta kepada keluarga Dika, juga berjanji akan mengobati dua keluarga Dika yang sakit itu.
“Dika tidak boleh mencari ular lagi ya. Kan ular di sawah ada gunanya. Fokus sekolah aja dulu,” kata KDM. (*)