Ayo Netizen

Mengintip Capaian Pendidikan lewat Tes Kemampuan Akademik Siswa

Oleh: Untung Wahyudi Kamis 22 Jan 2026, 11:56 WIB
Anak sekolah di Indonesia. (Sumber: indonesia.go.id)

Meskipun pertama kali dilaksanakan, Tes Kemampuan Akademik (TKA) berjalan dengan lancar dan tertib. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, kepada awak media, di Jakarta, Kamis (6/11/2025). Menurutnya, pelaksanaan TKA bisa menjadi acuan serta kemampuan siswa dalam menyerap materi pelajaran di kelas.

Dilansir dari laman kemendikdasmen.go.id, pelaksanaan TKA melibatkan lebih dari 50 ribu pengawas, 1.710 penyelia perguruan tinggi, serta lebih dari 60 ribu proktor yang tersebar di satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Selain itu, pemantauan pelaksanaan TKA dilakukan oleh tim dari seluruh provinsi.

Toni menegaskan bahwa sistem dan kesiapan satuan pendidikan di lapangan sampai saat ini sangat solid. Menurut pantauan dashboard di posko teknis pusat, tidak ditemukan kendala teknis yang berarti. Lebih jauh, Toni menekankan pentingnya nilai integritas dalam pelaksanaan TKA. Di dalam setiap tes, yang sesungguhnya itu diuji bukan hanya kemampuan berpikir, tetapi juga karakter yang melekat pada diri murid kita.

TKA ini menghadirkan tantangan bagi para murid, namun juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa integritas itu adalah nilai yang tidak boleh ditawar. Kami selalu mengimbau kepada sekolah, guru, orang tua, maupun media untuk mengedukasi murid dalam hal kejujuran, ketertiban, dan berlaku adil tanpa ada yang dirugikan (kemendikdasmen.go.id).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menejelaskan bahwa, pelaksanaan TKA secara umum juga berjalan lancar. Seluruh proses dilaksanakan berbasis Computer Based Testing (CBT), tanpa ujian manual. Adapun kendala yang muncul, seperti pemadaman listrik akibat cuaca ekstrem atau murid yang berhalangan karena sakit, dapat ditangani melalui mekanisme ujian susulan.

Lancarnya pelaksanaan TKA juga disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 4 Palangka Raya. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan TKA tahun 2025 . Kepsek berharap agar hasil TKA dapat menjadi bahan refleksi dan evaluasi bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Dengan terselenggaranya TKA, SMA Negeri 4 Palangka Raya berharap hasil yang diperoleh dapat menjadi dasar dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi (jendelasekolah.disdikkalteng.id).

Dilansir dari laman ung.ac.id, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sukses melaksanakan perannya sebagai perguruan tinggi penyelia pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa SMA sederajat yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 3 hingga 6 November 2025 tersebut, terlaksana dengan lancar dan tertib tanpa kendala berarti.

Ilustrasi siswa sekolah di Jawa Barat. (Sumber: Pemprov Jabar)

UNG melalui tim pelaksana penjaminan mutu TKA yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan (tendik), menjalankan tugas pengawasan dan penyeliaan secara profesional, memastikan seluruh tahapan pelaksanaan ujian berjalan sesuai ketentuan.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan UNG Darman, S.Kom., M.Ap., selaku koordinator pelaksana TKA menjelaskan, UNG mendapatkan kepercayaan dari Kemendikdasmen sebagai perguruan tinggi penyelia dalam pelaksanaan TKA tahun 2025. UNG terpilih sebagai salah satu dari 16 perguruan tinggi negeri pelaksana ujian untuk siswa SMA sederajat se Indonesia oleh Kemendikdasmen.

TKA Tidak Menentukan Kelulusan

Perlu dicatat bahwa pelaksanaan TKA yang diterapkan Kemendikdasmen bukan sebagai penentu kelulusan siswa. Tes ini dilaksanakan untuk mengetahui sekaligus pemetaan capaian pendidikan yang selama ini dilaksanakan.

Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa TKA dirancang sebagai asesmen yang memiliki tiga fungsi utama, yakni assessment of learning untuk memotret capaian, assessment for learning sebagai dasar perbaikan pembelajaran, serta assessment as learning yang menjadi bagian dari sistem penilaian komprehensif pendidikan. Ia juga mengatakan bahwa hasil TKA tidak menentukan kelulusan, namun dapat digunakan dalam sejumlah kebijakan, termasuk sebagai salah satu pertimbangan pada jalur seleksi masuk perguruan tinggi berdasarkan prestasi. 

Toni Toharudin menjelaskan bahwa TKA merupakan bagian dari sistem asesmen nasional yang berorientasi pada perbaikan mutu pembelajaran. Menurutnya, hasil TKA tidak dimaksudkan untuk memberi label atau peringkat kepada murid, melainkan sebagai gambaran capaian kemampuan akademik yang dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan dan pemerintah daerah dalam merancang tindak lanjut pembelajaran yang tepat sasaran (kemendikdasmen.go.id).

Pengumuman Hasil TKA

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menegaskan bahwa pengelolaan hasil TKA dilaksanakan secara tertib, transparan, dan bertanggung jawab. Pengumuman hasil TKA dilakukan melalui mekanisme resmi dan berjenjang untuk memastikan keakuratan data serta melindungi hak murid. Satuan pendidikan memiliki peran penting dalam mengakses DKHTKA dan menyampaikan informasi hasil TKA kepada murid secara tepat.

Baca Juga: PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Ia menambahkan bahwa meskipun SHTKA baru diterima murid mulai 5 Januari 2026, satuan pendidikan dapat menyampaikan informasi hasil TKA kepada murid sejak 23 Desember 2025 melalui DKHTKA. Langkah ini dilakukan agar murid dan orang tua memperoleh informasi hasil asesmen secara resmi dan terverifikasi.

Keberhasilan pelaksanaan TKA tahun ini semoga bisa menjadi acuan sekaligus evaluasi untuk pelaksanaan TKA di tahun-tahun mendatang. BSKAP memastikan pemanfaatan hasil TKA selaras dengan prinsip keadilan dan pemerataan layanan pendidikan. Data hasil TKA menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah serta menyusun kebijakan peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. (*)

Reporter Untung Wahyudi
Editor Aris Abdulsalam