Ayo Netizen

Kemilau Emas Luar Biasa, Bikin Pegadaian Kian Perkasa

Oleh: Sri Maryati Jumat 30 Jan 2026, 19:36 WIB
Deposit Bank Emas (Sumber: sahabat.pegadaian.co,id)

Pada saat nilai tukar rupiah dan bursa saham di negeri ini melemah, emas kian menunjukkan kedigdayaannya.  Eksistensi emas yang sesungguhnya adalah mata uang sejati. Bahkan emak-emak yang notabene rakyat jelata seperti saya semakin yakin bahwa logam mulia yang bernama emas adalah aset yang aman dan terpercaya.

Media sosial diwarnai dengan kekaguman dan rasa terima kasih kepada emas yang kini nilai tukarnya luar biasa. Sebagai mata uang sejati yang berlaku dari abad ke abad, emas terus menobatkan dirinya sebagai standar paripurna yang nilainya terus menjulang tinggi hingga angkasa raya.

Sesuai dengan asal usulnya pembentukannya,  emas ternyata bukan unsur logam asli yang berasal dari Planet Bumi. Emas datang ke Bumi dari luar angkasa dengan proses pembentukan yang sangat dahsyat dan menakjubkan. fakta bahwa emas itu menjadi begitu berharga karena proses pembentukannya itu melibatkan banyak struktur kosmis; hingga dapat dikatakan bahwa emas adalah logam yang bukan berasal dari bumi.

Ilustrasi perdagangan emas (Sumber: sahabat.pegadaian.co.id)

PT Pegadaian Cetak Keuntungan Besar Karena Emas

Harga emas Antam hari ini, Jumat (30/1/2026) di Pegadaian kembali mengalami kenaikan. Perubahan harga emas antam itu tercermin pada harga jual maupun harga buyback di hampir seluruh ukuran. Berdasarkan daftar harga resmi Pegadaian, emas batangan ukuran 1 gram dibanderol Rp 3.485.000, dengan harga buyback Rp3.055.000 per gram.

Sebagai salah satu nasabah PT Pegadaian untuk tabungan emas, saya berharap agar BUMN ini semakin meningkatkan pelayanan dan lebih amanah menjaga kepentingan nasabah.

Sebagai BUMN, PT Pegadaian mencatatkan kinerja yang hebat pada 2025, berhasil memperoleh laba bersih yang tumbuh 23,1 persen secara tahunan (YoY) mencapai Rp 3,58 triliun pada semester I-2025. Kolaborasi dengan BRI dan PNM memperkuat jangkauan pasar, meningkatkan laba bersih menjadi Rp5,67 triliun pada kuartal III-2025.

Itu semua karena berkah lonjakan penjualan emas sebesar 331,4 persen YoY. Pertumbuhan ini ditopang oleh tingginya minat masyarakat pada produk investasi emas, tabungan emas, dan layanan Bank Emas atau bullion services.

Lonjakan penjualan emas PT Pegadaian mencapai Rp 27,34 triliun pada semester I-2025, menjadi kontributor terbesar pendapatan usaha yang melonjak 148 % YoY menjadi Rp 39,87 triliun.

Sukses penjualan emas diikuti dengan keberhasilan Layanan Bank Emas (Bullion Ecosystem). Layanan baru ini mencakup Deposito Emas, Perdagangan Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Pinjaman Modal Kerja Emas.

Pertumbuhan Tabungan Emas PT Pegadaian juga terus meningkat tajam  mendorong pertumbuhan pengguna aplikasi digital Tring! menjadi 1,35 juta nasabah per Oktober 2025.

Hingga Oktober 2025, PT Pegadaian berhasil mencatatkan pertumbuhan aset 28,9 persen menjadi Rp129,2 triliun, memperkuat posisinya sebagai leader dalam ekosistem emas di tanah air.

Harga emas yang melonjak tinggi membuat masyarakat lebih memilih untuk melakukan gadai dibandingkan menjual. Masyarakat merasa sayang jika perhiasan dijual habis, sehingga banyak nasabah yang memilih untuk menggadaikannya karena dapat dicicil dan ditebus kembali.

Pegadaian yang telah genap berusia 124 tahun  telah melakukan transformasi bisnis. Bersama BRI dan PNM, Pegadaian berkomitmen untuk mengembangkan UMKM, salah satunya dengan menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah.

Produk tabungan emas kini merupakan garis depan Pegadaian dalam ekosistem produk-produk keuangan. Untuk bisa terus tumbuh dan berinovasi, Pegadaian menerapkan Konsep G-Star Generation melalui strategi 5G’s. Yakni Grow Core (menumbuhkan bisnis utama), Grab New (menangkap peluang baru), Groom Talent (mengembangkan talenta internal), Gen-Z Tech (teknologi generasi terkini) dan Great Culture (budaya perusahaan yang hebat).

Usaha pegadaian harus semakin dekat dengan kaum perempuan, terutama golongan ekonomi lemah. Dari data Pegadaian, nasabah dengan jenis kelamin perempuan mendominasi sebesar 72 persen dan laki-laki hanya 28 persen. Pegadaian menjadi saksi tentang peran kaum ibu dalam menghalau krisis ekonomi sangat besar. Tak bisa dimungkiri, selama ini ibu memiliki instrumen penghalau krisis yang hebat.

Masyarakat selama ini menjadikan pegadaian sebagai katup penyelamat kebutuhan mendesak keluarga. Transformasi bisnis dan inovasi Pegadaian diharapkan tidak menjauh dari entitas pedagang kecil atau usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).

Ilustrasi emas Antam (Sumber: ayo.bogor.com)

Emas Ciptakan Stabilitas Harga Jangka Panjang dan Cegah Inflasi Berlebih

Sejarah penerapan emas sebagai mata uang resmi tercatat pertama kali di kerajaan Lydia, yang sekarang wilayah Turki sekitar tahun 600 SM. Sejak saat itu, kerajaan-kerajaan besar seperti Romawi mengadopsi emas sebagai standar nilai.

Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, dunia menganut sistem perekonomian dengan Standar Emas. Dalam sistem ini, nilai mata uang suatu negara dipatok langsung pada sejumlah emas tertentu. Artinya, setiap lembar uang kertas yang beredar dijamin oleh cadangan emas fisik di bank sentral. Sistem ini menciptakan stabilitas harga jangka panjang dan mencegah inflasi berlebih, namun juga membatasi kemampuan pemerintah untuk menstimulasi ekonomi saat krisis karena jumlah uang beredar dibatasi oleh jumlah emas yang dimiliki.

Baca Juga: Swarabakti dan Epentesis: Ketika Huruf “E” Menyelinap ke Dalam Kata

Pasca Perang Dunia II, tatanan ekonomi dunia diubah melalui Perjanjian Bretton Woods. Dolar Amerika Serikat (USD) ditetapkan sebagai mata uang cadangan dunia yang dipatok ke emas (pada harga 35 Dolar AS per ons), sementara mata uang negara lain dipatok ke Dolar AS. Ini menjadikan emas sebagai jangkar tidak langsung bagi ekonomi global.

Sistem tersebut runtuh pada 1971 ketika Presiden AS Richard Nixon memutuskan hubungan langsung antara Dolar dan emas. Sejak saat itu, dunia memasuki era uang yang nilainya didasarkan pada kepercayaan terhadap pemerintah penerbit, bukan pada komoditas fisik. Namun, ternyata peran emas belum berakhir. Justru semakin kuat dan terpercaya.

Hingga hari ini, bank sentral di seluruh dunia seperti The Fed (AS), Bundesbank (Jerman), hingga Bank Indonesia, telah menyimpan ribuan ton emas. Hal Itu karena cadangan emas adalah bentuk diversifikasi yang mengurangi ketergantungan pada Dolar AS. Selain itu kepemilikan emas fisik juga memberikan kredibilitas dan kepercayaan pasar terhadap stabilitas moneter suatu negara.  (*)

Reporter Sri Maryati
Editor Aris Abdulsalam