Ayo Netizen

Kilas Balik Kepopuleran Mobil Toyota Corolla di Indonesia Era 70-an

Oleh: Karima Faika Supyan Kamis 04 Jun 2026, 16:16 WIB
Toyota Corolla 1970-1975. (Sumber: Wikimedia Commons)

Masuknya mobil Toyota Corolla di tahun 1970-an disambut baik oleh masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, desain mobil ini sangat menarik perhatian sehingga mereka yang menyukainya terpincut dengan kehadiran mobil ikonik ini. Apa yang membuat masyarakat Indonesia menyambut baik kedatangan Toyota Corolla? Sebelum datangnya Toyota Corolla, masyarakat Indonesia menggunakan mobil-mobil buatan Eropa yang saat itu mendominasi dalam dunia otomotif sebagai transportasi sehari-hari.

 Setelah datangnya Toyota Corolla, masyarakat sangat antusias menyambut karena dilihat dari segi harganya yang ekonomis dan mesinnya yang tangguh sangat cocok untuk wilayah di Indonesia. Mobil ini diterima baik oleh masyarakat karena meskipun sederhana, tetapi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Generasi pertama Toyota Corolla diproduksi di tahun 1966 dengan seri mobil KE-10 sedan, bermesin 1.100cc dan ciri khasnya yang memiliki lampu utama berbentuk bulat dan spion yang terletak di kap mobil. Pada saat itu hanya negara Australia saja yang mendapatkan pendistribusian. Baru di tahun 1971 saat Indonesia bersedia menjadi salah satu negara pendistribusian, Toyota Corolla masif dipasarkan.

Masyarakat sangat antusias dengan kehadiran mobil ini meskipun masuknya Toyota Corolla di Indonesia baru sempat di generasi kedua. Dengan kondisi ekonomi Indonesia saat itu belum sestabil seperti sekarang, agaknya sulit untuk memilih Indonesia sebagai negara pendistribusian. Setelah ekonomi mulai membaik ditambah adanya dukungan dari sektor para pemodal asing, maka Toyota resmi memilih Indonesia sebagai salah satu negara pendistribusian.

Wajah mobil Toyota Corolla generasi kedua KE-20 (Sumber: Kanal Youtube Back To Old Wheels, 18 Maret 2020)

Toyota Corolla generasi kedua hadir dengan seri mobil sedan KE-20 bermesin 3K 1.200 cc, transmisi manual, tipe mobil yang masuk ke Indonesia persis memiliki empat pintu lengkap dengan fitur-fitur modern pada masanya, yaitu memiliki sandaran kepala, AC, radio AM/FM, dan banyak fitur lainnya. Dari deskripsi ini sudah jelas sekali mengapa masyarakat banyak menyukainya kala itu.

Ada hal yang menarik dari mobil Toyota Corolla, di tahun 1970-an mobil ini memiliki sebutan khusus oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat menjuluki mobil ini dengan sebutan "Corbet". Apa itu Corbet? Dikutip dari Autos.id edisi 10 November 2025 dahulu mobil ini memiliki sebutan khusus, yaitu Corbet yang merupakan sebuah singkatan dari Corolla Betawi.

Masyarakat memanggilnya dengan sebutan Corbet karena di tahun tersebut sebagian besar pembeli adalah orang-orang Betawi yang menjual tanah untuk membeli mobil ini. Hal inilah yang menyebabkan Toyota Corolla generasi kedua lebih dikenal khususnya di Indonesia dengan sebutan Corbet.

Setelah melihat bahwa ternyata Toyota Corolla generasi kedua ini disambut baik oleh masyarakat Indonesia, Toyota Corolla hadir kembali pada generasi ketiganya di tahun 1979. Mobil ini sebenarnya tidak memilki perubahan signifikan dari model mesin. Seri mobil sedan KE-30 ini masih sama dengan generasi sebelumnya yaitu bermesin 3K 1.200 cc, tetapi hal yang berbeda terletak dari bagian belakang awak mobil, generasi ketiga ini cenderung memiliki potongan kaku seperti berbentuk kotak.

Awak mobil Toyota Corolla generasi ketiga KE-30 (Sumber: Sumber: Kanal Youtube Motomobi, 27 Januari 2024)

Tidak hanya di generasi kedua yang memiliki sebutan khusus, generasi ini pun dinamai oleh masyarakat sebagai mobil "Corvet", yaitu sebuah singkatan dari Corolla Veteran. Jika di generasi kedua disebut Corbet karena banyak masyarakat betawi yang membelinya, hal ini pun terjadi di Corvet karena banyak mantan tentara yang membeli mobil ini.

Penyebutan nama khusus terhadap mobil Toyota Corolla merupakan hal unik yang terjadi di masyarakat karena mobil-mobil ini memiliki sebutan khusus tidak hanya disebut Toyota Corolla saja seperti di tempat lain.

Selain digunakan sebagai transportasi sehari-hari, ternyata mobil Toyota Corolla juga digunakan sebagai roda perputaran ekonomi. Hal ini sangat menarik bahwa Toyota Corolla bukan hanya sekedar mobil biasa yang hype pada masanya, melainkan juga sebagai roda perekonomian kala itu. Toyota Corolla digunakan sebagai mobil transportasi umum atau taksi di perkotaan.

Toyota Corolla hadir sebagai President Taxi (Sumber: kanal Youtube old channel, 13 Maret 2021)

President Taksi adalah salah satu perusahaan taksi di Indonesia yang menggunakan mobil Toyota Corolla sebagai kendaraan operasionalnya. Uniknya, mobil taksi ini dicat berwarna kuning sehingga sangat menonjol di jalanan ibu kota bahkan banyak masyarakat mengakui masih ingat dengan taksi ini yang hadir di antara mereka.

Taksi ini berjaya sekitar 1970-an awal sampai sepuluh tahun lamanya. Namun, sayangnya masa kejayaan President Taksi tidak berlangsung lama seperti perusahaan taksi lain karena hal-hal seperti argometer yang tidak wajar sehingga penumpang sering mengeluhkan biaya yang terlampau besar, sopir yang kurang ramah terhadap pelayanannya hingga pada akhirnya citranya meredup.

Dari semua yang sudah dipaparkan ternyata kehadiran Toyota Corolla di Indonesia diterima dan digunakan baik oleh masyarakat Indonesia, mobil produksi Toyota ini dirancang sedemikian rupa supaya cocok untuk penggunaan sehari-hari dan mesinnya yang tangguh cocok dengan medan di Indonesia. Selain itu, desain yang estetik ini membuat mobilnya disukai oleh banyak orang khususnya oleh orang-orang Indonesia.

Uniknya, ternyata masyarakat memiliki sebutan khusus untuk kedua generasi Toyota Corolla yaitu "Corbet" yang berarti Corolla Betawi dan "Corvet" yang berarti Corolla Veteran. Hal ini sangat menjelaskan bahwa ternyata masyarakat zaman itu lebih suka memanggil kedua jenis mobil ini dengan penamaan khusus mereka.

Selain digunakan untuk sehari-hari ternyata di tahun tersebut mobil Toyota Corolla menjadi kendaraan operasional transportasi umum atau taksi yang membuat mobil Toyota Corolla ini semakin ikonik pada masanya. (*)

Reporter Karima Faika Supyan
Editor Aris Abdulsalam