Ayo Netizen

Mengenal Dunia Pelayanan Sosial Melalui Magang Berdampak

Oleh: lina indriyani Jumat 12 Jun 2026, 13:09 WIB
Kegiatan Penjemputan Mahasiswa Magang oleh Pihak Kampus & Pihak Mitra.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlibat dan berperan sebagai pendamping dan asisten pekerja sosial yang membantu proses pelayanan kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Keterlibatan tersebut memberikan pemahaman bahwa proses rehabilitasi sosial tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah yang dihadapi klien, tetapi juga bertujuan membangun kembali keberfungsian sosial dan kemandirian mereka.

Salah satu kegiatan yang menjadi fokus selama magang adalah Project Pendampingan Wirausaha Klien. Program ini merupakan bentuk tindak lanjut rehabilitasi sosial yang dirancang untuk membantu klien meningkatkan kemampuan ekonomi melalui usaha produktif. Dalam kegiatan ini, mahasiswa terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari asesmen kebutuhan usaha, koordinasi melalui Case Conference (CC), hingga pendampingan mulai dari survei harga barang, penyaluran bantuan modal usaha, pembelanjaan, monitoring perkembangan usaha, hingga pemberian motivasi kepada klien. 

Pendampingan dilakukan kepada beberapa klien dengan latar belakang yang beragam, seperti mantan pemulung, pengamen, dan masyarakat yang mengalami kerentanan sosial ekonomi. Setiap klien mendapatkan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, dan minat usahanya masing-masing. Selain bantuan modal usaha, klien juga memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan sederhana, pengembangan usaha, serta pentingnya membangun kemandirian ekonomi secara bertahap.

Salah satu mahasiswa peserta magang menjelaskan bahwa keterlibatan dalam program ini memberikan pengalaman nyata mengenai proses pemberdayaan masyarakat. “Kami belajar bahwa pemberdayaan bukan hanya tentang memberikan bantuan modal, tetapi juga mendampingi proses perubahan seseorang agar memiliki kesempatan untuk berkembang dan mandiri. Setiap klien memiliki cerita, tantangan, dan potensi yang berbeda sehingga proses pendampingannya pun harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” ujarnya.

Hasil pendampingan menunjukkan bahwa program ini mampu memberikan dampak positif bagi para klien. Sebagian klien berhasil memulai usaha produktif, sementara yang lainnya memperoleh peluang kerja yang lebih baik setelah mengikuti proses pendampingan. Meskipun perkembangan setiap klien berbeda-beda, program ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya berbicara tentang bantuan ekonomi, tetapi juga tentang membangun harapan, kepercayaan diri, dan kemampuan individu untuk bangkit dari kondisi rentan menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Melalui pengalaman magang ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang Pendidikan Masyarakat, tetapi juga belajar bahwa perubahan sosial dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Kolaborasi antara pemerintah, pekerja sosial, keluarga, masyarakat, dan mahasiswa menjadi kekuatan penting dalam menciptakan peluang baru bagi mereka yang sedang berjuang membangun kembali kehidupannya.

"Karena setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, dan pemberdayaan adalah tentang membantu mereka menemukan jalan untuk bangkit kembali.” (*)

Reporter lina indriyani
Editor Aris Abdulsalam