Ayo Netizen

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Oleh: Chelsea Annisa Dona
Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya pembangunan infrastruktur Indonesia saat ini, jembatan dengan jalur ganda masih tergolong langka. Hanya ada satu jembatan yang memiliki akses dua jalur, yaitu Jembatan Cirahong. Jembatan yang berada di antara Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya ini dibangun pada masa Hindia Belanda oleh perusahaan kereta Belanda. Keberadaan jembatan pada zamannya berperan penting sebagai jalur penghubung antara daerah Galuh dengan Tasikmalaya.

Sampai saat ini Jembatan Cirahong terus mengalami renovasi, dan bertahan dengan banyaknya mobilitas yang menggunakan jalur tersebut sebagai akses antar daerah. Jembatan Cirahong bukan hanya jembatan yang memiliki akses dua jalur saja, tetapi juga berperan sebagai relasi sosial dan penggerak ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

Pelopor pertama jalur kereta api pada masa Hindia Belanda adalah Pulau Jawa. Jalur pertama kereta api tersebut dimulai dari daerah Semarang-Vorstenlanden (Nederandsch-Indische Spoorweg Maatschappij, Aantekeeningen, Conssesien En Vergunningen, 1902) yang dibagun pada tanggal 17 Juni 1864 diawali di desa Kemijen Semarang (Santoso, 1988).

Setelah pembangunan jalur pertama di Jawa, mulai dibagun jalur-jalur baru di Pulau Jawa. Pembangunan jalur kereta api ini disebabkan oleh perkembangan perkebunan di Hindia Belanda yang mengalami peningkatan, sehingga membutuhkan infrastruktur yang memadai sebagai pengangkutan panen yang akan dijual di pasar Eropa.

Permasalahan seperti ini ditemukan juga di daerah Priangan sebagai penghasil kopi di Hindia Belanda. Dengan kondisi tersebut, tidak sedikit pihak swasta mengajukan proposal kepada pemerintahan Hindia Belanda yang menawarkan pembangunan jalur kereta api di Priangan mulai dari stasiun Bandung. Pihak swasta menawarkan pembangunan jalur yang dibagi menjadi dua jalur yaitu, jalur utama dan jalur cabang. Jalur utama membentang dari barat hingga timur Priangan melewati kabupaten-kabupaten yang ada di Priangan. Pembangunan jalur ini melewati Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, dan Galuh (Fahmi & Prasetyo, 2022)

Jalur Warung Bandrek-Cilacap adalah salah gua satu jalur utama, yang melewati Kabupaten Galuh dan Tasikmalaya. Pembangunan jalur kereta api di Kabupaten Galuh ditandai dengan didirikannya Jembatan Cirahong, melalui pengajuan perusahaan Staatsspoorwegen pada bulan Juli 1892. Pembangunan jembatan ini juga merupakan pengusulan dari mantan Bupati RAA Koesoemadiningrat kepada pemerintah Hindia Belanda.

Pembangunan Jembatan Cirahong ini membutuhkan ribuan tenaga kerja lokal dengan proses yang begitu panjang, dan membutuhkan material rangka baja dari Eropa sebagai fondasi konstruksi di atas Sungai Citanduy. Jembatan ini memiliki total panjang 202 meter dan berada di ketinggian 66 meter di atas Sungai Citanduy, dan dapat digunakan secara umum pada tanggal 18 November 1893. Pengoperasian transportasi sangat menguntung bagi pihak Staatsspoorwegen.

Bagi masyarakat Kabupaten Galuh dan Tasikmalaya yang menjadi tempat pembangunan Jembatan Cirahong, tentunya masyarakat terkena dampak yang signifikan. Jembatan Cirahong merupakan urat nadi ekonomi bagi masyarakatnya, karena perkembangan dalam sektor perkebunan banyak perusahaan asing maupun pribumi yang membuka perusahaan perkebunan di wilayah Kabupaten Galuh (Fahmi & Prasetyo, 2022).

Kabupaten Galuh dan Tasikmalaya merupakan wilayah yang cukup padat penduduk. Dengan lembangunan jembatan, maka terjadinya interaksi dan mobilitas antara dua daerah yang menciptakan relasi sosial. Pembangunan Jembatan Cirahong juga mendorong terbukanya akses wilayah yang terisolasi menjadi lebih mudah untuk dijangkau.

Perawatan dan renovasi yang dilakukan perusahaan kereta Belanda dimulai pada bulan Januari 1934, tujuannya menguatkan bagian pilar dan peremajaan besi dan selesai pada bulan Juni 1935. Staatsspoorwegen kembali melakukan perubahan dan perawatan jembatan sebagai renovasi lanjutan pada tahun 1937. Renovasi ini didukung oleh pemerintah Kabupaten Ciamis. Bantuan yang diberikan Kabupaten Ciamis ini ditujukan untuk memperlancar kegiatan mobilitas dan memperkuat posisi jembatan sebagai jalur ekonomi.

Kondisi Jembatan Cirahong saat ini terus diperhatikan dan dirawat oleh pemerintah setempat. Menurut Ciamis.info, perawatan dan perbaikan Jembatan Cirahong yang dilakukan pada tahun 2021 bulan Juli ini, menghasilkan keputusan bahwa jalur bawah Jembatan Cirahong hanya boleh dilewati oleh pengguna motor dan pejalan kaki saja.

Keputusan yang diambil oleh pemerintah setempat bertujuan untuk menjaga kenyamanan warga dan mempertahankan kegunaan jembatan ini dalam jangka panjang. Pemerintah setempat terus melakukan perawatan untuk Jembatan Cirahong, mulai dari peningkatan penerangan, kualitas jalur kendaraan, dan jalur kereta. Usaha perawatan yang dilakukan oleh pemerintah setempat menimbulkan interaksi warga yang semakin kompleks dan mobilitas meningkat di dua daerah, yaitu Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya.

Jembatan Cirahong tidak hanya menjadi warisan infrastruktur dari Hindia Belanda, tetapi sebagai simbol penghubung dua daerah dari masa ke masa. Sejak pemerintahan Hindia Belanda menyetujui pembangunan Jembatan Cirahong, bangunan ini berperan penting dalam memperkuat ekonomi perkebunan masyarakat dan membuka ruang interaksi di wilayah setempat.

Dengan perannya sebagai jembatan dua jalur, yang membantu menghubungkan kepentingan transportasi kereta api dan juga kendaraan umum. Seiring berjalannya waktu, peran penting Jembatan Cirahong tidak memudar, melainkan terus berkembang mengikuti zaman dan masyarakat yang sudah modern. Walaupun mengalami berbagai perawatan atau renovasi oleh pemerintah dan warga setempat, jembatan ini tetap berdiri kokoh.

Dengan besarnya dampak yang dirasakan oleh masyarakat dan pemerintah sekitar dari adanya keberadaan Jembatan Cirahong, maka perlu kita jaga kualitas jembatan. Jembatan Cirahong bukan hanya sebagai peninggalan dari Hindia Belanda, tetapi juga menjadi jejak masa lalu, identitas wilayah, dan simbol penghubung sosial Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya, sehingga Jembatan Cirahong perlu terus kita rawat dan lestarikan. (*)

Reporter Chelsea Annisa Dona
Editor Aris Abdulsalam