Ayo Netizen

Ada Apa dengan Tanjakan Emen?

Oleh: Dalfa Nurmaulida
Kondisi sekarang jalan tanjakan Emen. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Haerul Nurjaman)

Di Subang, terdapat banyak sekali berbagai sejarah di dalamnya. Salah satunya ialah sejarah jalanan tanjakan yang legendaris dan terkenal oleh masyarakat Subang yang sering kita sebut dengan Tanjakan Emen. Tanjakan Emen tepatnya berada di Ciater, yang terkenal oleh curamnya tanjakan dan cerita mistis yang terjadi di tanjakan tersebut sehingga mengakibatkan banyak terjadi kecelakaan.

Terdapat asal usul yang beredar mengenai penamaan jalan tanjakan ini menjadi “Emen”. Yang pertama, nama Emen ini diambil dari seorang kernet mobil yang tewas karena kecelakaan murni tanpa keterlibatan orang lain di tanjakan tersebut, sekitar tahun 1969. Diterangkan, bahwa mobilnya mogok ditanjakan tersebut, Emen sempat ingin mengganjal ban mobilnya dengan batu.

Namun sangat disayangkan, karena tanjakannya yang terlalu curam, sehingga mobilnya tidak dapat menahan dengan remnya, sehingga terjadi rem blong dan Emen terlindas oleh mobil tersebut. Kemudian, ada pula yang menceritakan bahwa Emen mengalami tabrakan yang cukup tragis sehingga mengakibatkan dirinya tewas di tempat. Tetapi, mayatnya tidak dikuburkan dengan semestinya, melainkan hanya disimpan dipinggir jalan dan ditimbun oleh tanah atau rerumputan supaya tidak diketahui oleh penduduk setempat.

Peristiwa asal-usul di atas, ada yang dibenarkan oleh anak dari seorang bapak yang bernama Emen. Tetapi, ia mengelak dan tidak membenarkan terhadap adanya setiap peristiwa kecelakaan di tanjakan, yang disangkut pautkan dengan bapaknya. Hal ini disebabkan karena warga setempat meyakini bahwa setiap terjadinya kecelakaan di tanjakan Emen, sudah pasti disebabkan oleh “Emen” yang melakukan balas dendam kepada para pengemudi, karena arwahnya yang tidak tenang dan tidak terima atas kematiannya yang tragis.

Disebutkan pula terdapat beberapa mitos agar terhindar dari kecelakaan tersebut. Ada yang menyebutkan bahwa jika kita melewati tanjakan “Emen”, maka para pengemudi harus melemparkan koin sebanyak 5-10 biji, 2 batang rokok dan mengklakson sebanyak 3 kali. Hal tersebut diyakini agar arwah tidak memiliki rasa dendam terhadap pengemudi yang lewat dan dipercaya manjur pada mitos yang dilakukannya.

Namun, di balik semua mitos atas penyebab terjadinya kecelakaan di tanjakan Emen, tentunya terdapat beberapa penyebab yang secara faktual dan logis. Seperti yang telah disebutkan di awal, tanjakan Emen cukup terkenal dengan tanjakannya yang curam karena berada di jalur pegunungan tinggi dan berkelok di Kecamatan Ciater yang menghubungkan Bandung-Subang. Sumber dari Kompas.id dan VIVA.co.id menyebutkan pula sebagai “jalur tengkorak”, karena rawan kecelakaan akibat rem blong dan turunan panjang.

Pada Liputan6.com, terdapat catatan kecelakaan yang cukup tragis di tanjakan Emen pada tanggal 10 Februari 2018. Hal ini menimpa bus pariwisata yang berisi penumpang sebanyak 35-40 orang. Kapolres Subang mengatakan, saat itu bus tersebut mengalami rem blong pada turunan hingga jatuh terbalik dan sempat menabrak tebing. Sehingga kecelakaan ini menewaskan hingga 27 korban salah satunya pengendara motor dari lawan arah yang tertabrak oleh bus tersebut.

Lalu, para petugas kepolisian pun membuat “Tugu Mobil” di jalanan tanjakan Emen, untuk menghimbau serta mengingatkan para pengemudi agar berhati-hati dalam berkendara. Sekaligus membuat plang untuk mengurangi kecepatan jika ke arah turunan dan memastikan rem para pengemudi tetap aman. Di laman detik.com, terdapat wawancara petugas kepolisian, menurutnya, tugu tersebut cukup efektif menurunkan angka kecelakaan. "Alhamdulillah itu efektif. Saat ini tugu tersebut ada 1 aja," ujar Risman petugas di Polresta Bandung.

Tanjakan Emen ini menyimpan beberapa misteri dan cerita mistis yang terkenal di masyarakat. Meskipun banyak sekali yang menduga bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh orang yang bernama “Emen”, namun tidak bisa dikatakan sepenuhnya benar. Karena tentunya terdapat beberapa fakta secara logis yang menyebabkan kecelakaan tersebut. Kemudian terdapat Tugu Mobil sebagai pengingat para pengemudi agar lebih berhati-hati dalam berkendara. (*)

Reporter Dalfa Nurmaulida
Editor Aris Abdulsalam