Ayo Netizen

Eksistensi Arumba sebagai Musik Tradisional Sunda di Tengah Modernisasi

Oleh: Zaikha Kamila Andharinie
Kegiatan siswa memainkan Arumba sebagai bentuj pelestarian seni musik tradisional Sunda di lingkungan sekolah (Sumber: dokumentasi pribadi)

Arumba merupakan alat musik tradisional dari Sunda yang masih eksis hingga saat ini meskipun berada di tengah arus modernisasi. Arumba merupakan alat musik tradisional yang menggunakan bahan bambu dan berasal dari Jawa Barat, dan juga dikenal sebagai singkatan dari "Alunan Rumpun Bambu". Alat musik ini mulai berkembang sekitar tahun 1960-an (Daryana & Murwaningrum, 2018), sebagai hasil perkembangan dari beberapa alat musik bambu lain seperti angklung dan calung. Dengan begitu, eksistensi Arumba merupakan bukti bahwa seni tradisional tetap bisa disukai masyarakat, meski banyak perkembangan pada musik modern.

Seiring dengan perkembangan zaman, Arumba juga mengalami perkembangan dalam cara penyajiannya. Pada awalnya, Arumba dimainkan secara tradisional dengan memakai alat musik seperti angklung dan calung. Namun seiring berjalannya waktu, penampilan Arumba pun mengalami perkembangan dalam hal aransemen serta cara penyajiannya. Perkembangan ini mencerminkan pengembangan aransemen musik serta inovasi pada penampilan tontonan tersebut.

Saat ini, Arumba tidak hanya dimainkan dengan cara tradisional, tetapi juga digabungkan dengan alat musik modern dalam penampilannya, sepertu gitar, drum, dan keyboard. Perubahan ini menunjukkan kemampuan Arumba untuk beradaptasi dengan kemajuan musik modern tanpa kehilangan identitas tradisionalnya.

Penampilan Arumba oleh Sanggar Seni Kartika pada acara Good Day Schoolicious di SMA Kartika XIX - 1 Bandung. pertunjukan ini menunjukkan perkembangan penyajian Arumba yang dapat dipadukan dengan konsep pertunjukan modern tanpa menghilangkan unsur tradisionalnya (Sumber: dokumentasi pribadi)

Tidak Hanya mengalami perkembangan dalam penyajiannya, Arumba juga mengalami perubahan fungsi dalam masyarakat. Jika sebelumnya hanya digunakan sebagai sarana hiburan, kini kesenian ini juga dimanfaatkan sebagai media pendidikan dan sarana pertunjukan seni. Bahkan, Arumba kini sudah diajarkan di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan seni sebagai bagian dari pembelajaran budaya lokal. Ini menandakan bahwa Arumba tidak hanya berkembang dalam aspek musik, tetapi juga memiliki posisi yang lebih besar dalam kehidupan masyarakat.

Arumba sebagai alat musik tradisional Sunda yang masih bertahan di tengah arus modernisasi yang berkembang. Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan pada penampilannya dari yang awalnya sederhana menjadi semakin beragam dengan setuhan modern, sehingga tetap menarik bagi masyarakat. Selain itu, Arumba mengalami perubahan dalam fungsinya, yaitu tidak lagi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan dan pertunjukan seni.

Upaya pelestarian melalui kegiatan pendidikan dan budaya, turut mendukung keberadaan Arumba agar tetap dikenal, terutama oleh generasi muda. Dengan adanya perkembangan dan pelestarian tersebut, Arumba tetap memiliki peran penting sebagai bagian dari budaya Sunda yang perlu dijaga dan dilestarikan. (*)

Reporter Zaikha Kamila Andharinie
Editor Aris Abdulsalam