Ayo Netizen

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Oleh: Muh Husen Arifin
Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Instruksi Wali Kota Bandung tentang fasilitas kesehatan di kota Bandung harus mendahulukan pasien atau masyarakatnya bukan sekadar administrasi mengundang perhatian luas dan membangun sebuah kepercayaan masyarakat tentang pelayanan publik yang mulai mendapat perhatian. 

Setelah banyaknya keluhan dan aspirasi masyarakat, keputusan dari Wali Kota Bandung menjadi mata kebahagiaan.

Identitas Bandung mengalami perubahan signifikan. Identitas yang sangat ditunggu-tunggu agar perubahan yang muncul mencirikan bahwa pemerintah Kota Bandung benar-benar melakukan pekerjaannya sebagai pengambil kebijakan yang terbaik.

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan. Kesehatan merupakan kunci utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari masyarakat. 

Berkaitan dengan itu, tahun 2018 terdapat peristiwa yang terjadi adanya penolakan dari rumah sakit terhadap pasien, sampai Ridwan Kamil eks Wali Kota Bandung saat itu langsung memerintahkan jajaran dinas kesehatan untuk memverifikasi kebenaran kejadian.

Akibatnya ada preseden buruk tentang layanan kesehatan di kota Bandung yang belum berpihak kepada masyarakat.

Dari sini kita mengapresiasi atas instruksi Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan yang meletakkan dasar kebutuhan masyarakat, nyawa pasien didahulukan daripada sekadar menunggu administrasi yang sangat lama.

Hadirnya Kebijakan Pemerintah 

Jumlah rumah sakit di Kota Bandung berdasarkan data, terdapat 41 Rumah Sakit. Jumlah yang cukup banyak. Yaitu rumah sakit yang dimiliki oleh pemerintah kota Bandung, rumah sakit yang dimiliki oleh kementerian kesehatan, rumah sakit yang dimiliki oleh TNI atau Polri, rumah sakit yang dimiliki oleh Swasta, BUMN, atau yayasan. 

Maka bukan hal sulit jika pemerintah menghadirkan kebijakan tentang kesehatan yang solutif dan representatif kepada masyarakat, sebab rumah sakit yang sudah tersedia sangat lengkap dan juga didukung oleh Puskesmas dan klinik yang memadai untuk mendorong kesehatan bagi masyarakat secara keseluruhan.

Upaya pemerintah hadir dalam kebijakan turut mendukung masyarakat untuk selalu menjaga pola sehat yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan taat dengan peraturan yang sudah diberikan. 

Selain itu kemandirian masyarakat untuk waspada dan memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat secara rutin juga menjadikan kebijakan tersebut berfungsi dan peranan masyarakat untuk mengedepankan sehat sebagai alasan utama mendorong pertumbuhan ekonomi di kota Bandung.

Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: uji kanggo gumilang)

Kolaborasi Dua Arah

Pembenahan infrastruktur jalan dan bangunan juga semakin intens, menggagas tentang jalan yang aman dan ramah bagi pejalan kaki. Trotoar diperbaiki. 

Selain itu, fasilitas kesehatan yang solutif kepada masyarakat merupakan perwujudan atas program berkala dan membutuhkan konsistensi yang wajib dijaga ritmenya.

Menjaga dan merawatnya adalah salah satu pilihan dari dukungan masyarakat kota Bandung untuk kejayaan kota Bandung. Dari dan untuk untuk masyarakat.

Bagaimanapun program terbaik jika tanpa dukungan dari masyarakat tidak menghasilkan apa-apa. Maka sudah seharusnya program kesehatan yang diberikan oleh pemerintah kota Bandung harus didukung dengan semangat kebersamaan.

Konsistensi terhadap bidang kesehatan ini harus dibarengi pula kebijakan kepada pelayanan kesehatan, baik sebagai dokter, perawat dan pelaku kesehatan lainnya sehingga tidak ada komentar negatif, sekaligus menjunjung kesejahteraan secara holistik.

Seperti yang sering disampaikan dalam kampanye politik, sehat rakyatnya, jaya kotanya. Maka keberhasilan mendesain kota Bandung diperlukan kolaborasi yang efektif dan efisien. 

Masyarakat membutuhkan layanan, pemerintah memberikan layanan, dan muaranya adalah kesejahteraan. Apakah permasalahan sudah tuntas? Bagi pemerintah kota Bandung adalah selalu memperbaiki kotanya, merawat masyarakatnya, bertumbuh dalam kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan. (*)

Reporter Muh Husen Arifin
Editor Aris Abdulsalam