Ayo Netizen

Bagaimana Perusahaan Kosmetik Global Membentuk Opini Publik di Era Media Sosial?

Oleh: Dahliana sekartaji
Kunci keberhasilan strategi PR digital dalam membentuk opini publik yang positif dan berkelanjutan. (Ilustrasi oleh AI)

Pada aspek penggunaan kata kunci, website resmi Sephora maupun Instagram perusahaan sama-sama menampilkan istilah yang berkaitan dengan beauty, self-expression, diversity, confidence, dan inclusivity. Pada website, kata-kata tersebut muncul dalam artikel, kampanye, dan informasi produk yang lebih rinci. Sementara itu, pada Instagram, kata kunci yang sama digunakan dalam bentuk caption singkat dan "#SephoraSale" yang lebih mudah menarik perhatian pengguna media sosial. Kesamaan penggunaan kata kunci ini menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam mempertahankan identitas brand yang menekankan keberagaman dan kebebasan berekspresi dalam dunia kecantikan.

Pada aspek teknik penulisan, website Sephora menggunakan gaya penulisan yang lebih formal, informatif, dan terstruktur. Informasi mengenai produk maupun kampanye dijelaskan secara rinci sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada pembaca. Sebaliknya, Instagram menggunakan teknik penulisan yang lebih singkat, komunikatif, dan interaktif agar sesuai dengan karakteristik audiens media sosial. Meskipun berbeda dalam penyajian, kedua platform tetap menyampaikan pesan yang sejalan mengenai nilai dan identitas perusahaan.

Dalam aspek konsistensi gaya komunikasi, Sephora mempertahankan identitas visual yang relatif seragam melalui penggunaan warna khas, visual produk yang profesional, serta pesan yang berfokus pada keberagaman dan pemberdayaan individu. Website maupun Instagram sama-sama menampilkan citra brand yang modern, inklusif, dan dekat dengan konsumen. Konsistensi ini membantu publik mengenali karakter komunikasi Sephora meskipun informasi diterima melalui media yang berbeda.

Meskipun demikian, menurut saya masih terdapat perbedaan yang cukup terlihat antara kedalaman informasi yang disampaikan pada website dan media sosial Sephora. Website lebih menekankan aspek edukasi dan informasi yang rinci, sedangkan media sosial lebih berfokus pada interaksi dan daya tarik visual untuk meningkatkan keterlibatan audiens. Perbedaan tersebut memang dapat dipahami karena karakteristik masing-masing platform tidak sama. Namun, menurut saya, upaya menjaga keselarasan pesan dan identitas komunikasi tetap perlu diperhatikan agar publik memperoleh pemahaman yang lebih konsisten mengenai nilai dan citra yang ingin dibangun oleh perusahaan melalui berbagai media digital yang digunakan.

Temuan dari analisis ketiga aspek komunikasi digital di atas sejalan dengan argumen para ahli bahwa konsistensi pesan lintas platform merupakan kunci keberhasilan strategi PR digital dalam membentuk opini publik yang positif dan berkelanjutan. (*)

Sumber Sitasi

  • Ewing, M., Men, L. R., & O’Neil, J. (2019). Using Social Media to Engage Employees: Insights from Internal Communication Managers. International Journal of Strategic Communication, 13(2), 110–132. https://doi.org/10.1080/1553118X.2019.1575830
  • Kietzmann, J. H., Hermkens, K., McCarthy, I. P., & Silvestre, B. S. (2011). Social media? Get serious! Understanding the functional building blocks of social media. Business Horizons, 54(3), 241–251. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2011.01.005
  • Mangold, W. G., & Faulds, D. J. (2009). Social media: The new hybrid element of the promotion mix. Business Horizons, 52(4), 357–365. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.03.002
  • Sephora. (2024). Beauty News & Articles. Sephora. https://www.sephora.com/beauty/news
  • Sephora [@sephora]. (2024). Instagram profile. Instagram. https://www.instagram.com/sephora
  • Swani, K., Milne, G. R., Brown, B. P., Assaf, A. G., & Donthu, N. (2017). What messages to post? Evaluating the popularity of social media communications in business versus consumer markets. Industrial Marketing Management, 62, 77–87. https://doi.org/10.1016/j.indmarman.2016.07.006
Reporter Dahliana sekartaji
Editor Aris Abdulsalam