Ayo Netizen

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Oleh: siffa nurfauziah
Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)

Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan datang ke fasilitas kesehatan ketika tubuh mulai terasa sakit. Pengetahuan tentang deteksi dini, pertolongan pertama, hingga kesehatan psikologis juga menjadi bekal penting bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi sehari-hari.

Pesan itu menjadi bagian dari kegiatan “Sehat untuk Semua Warga Desa Nagarawangi” yang berlangsung di Balai Desa Nagarawangi, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan masyarakat dengan tenaga kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan, edukasi, dan konsultasi.

Kisah tentang seorang warga yang pernah tersedak biji salak turut menjadi pengingat mengenai pentingnya pengetahuan pertolongan pertama. Saat kejadian itu berlangsung, orang-orang di sekitar korban disebut belum memahami tindakan yang harus dilakukan sehingga mereka harus menunggu bantuan medis. Korban kemudian meninggal dunia.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pengingat bagi masyarakat bahwa situasi darurat dapat terjadi kapan saja dan tidak selalu menunggu tenaga kesehatan berada di sekitar korban. Pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama dibutuhkan agar masyarakat dapat mengambil tindakan yang tepat sambil menunggu bantuan medis.

Program yang digagas Kelompok 5 dan 6 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nusantara tersebut berkolaborasi langsung dengan Puskesmas Kecamatan Rancakalong. Kegiatan menyasar masyarakat Desa Nagarawangi dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia.

Salah satu layanan yang diberikan kepada masyarakat adalah pemeriksaan melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemeriksaan menjadi ruang bagi warga untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini sekaligus memperoleh informasi mengenai langkah yang perlu dilakukan setelah mendapatkan hasil pemeriksaan.

Selain pemeriksaan kesehatan, peserta mendapatkan edukasi mengenai pertolongan pertama dalam situasi darurat. Materi tersebut disampaikan agar masyarakat memiliki pengetahuan dasar mengenai tindakan yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat sebelum bantuan tenaga medis tiba.

Kegiatan tidak hanya menyasar kesehatan fisik. Peserta dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah juga mendapatkan edukasi psikologis yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan mereka.

Pendekatan tersebut memperluas cara pandang mengenai kesehatan. Anak dan remaja tidak hanya membutuhkan tubuh yang sehat, tetapi juga lingkungan yang memungkinkan mereka merasa aman, didengar, dan mampu mengelola emosi.

Program “Sehat untuk Semua Warga Desa Nagarawangi” dirancang sebagai kegiatan promotif dan preventif yang menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari balita, anak-anak, remaja, ibu hamil, dewasa hingga lansia. Program tersebut menggabungkan edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan.

Dalam rancangan kegiatan, pemeriksaan kesehatan mencakup tekanan darah, dan gula darah, sebagai bagian dari deteksi dini penyakit tidak menular. Warga juga mendapatkan kesempatan berkonsultasi dengan tenaga medis Puskesmas.

Kolaborasi dengan Puskesmas Kecamatan Rancakalong menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Dimana dokter dan tenaga kesehatan Puskesmas sebagai narasumber sekaligus pelaksana pemeriksaan, sedangkan kader Posyandu dan Posbindu berperan mendampingi warga.

Edukasi kesehatan bagi anak dan remaja juga menjadi perhatian. Materi psikologis disampaikan dengan menyesuaikan karakteristik peserta yang hadir agar informasi mengenai kesehatan mental dapat diterima dengan lebih mudah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sekitar satu dari tujuh remaja berusia 10–19 tahun mengalami kondisi kesehatan mental. Kecemasan, depresi, dan gangguan perilaku termasuk persoalan yang dapat memengaruhi kehidupan remaja, termasuk pendidikan dan hubungan sosial.

Di Desa Nagarawangi, edukasi tersebut menjadi ruang bagi anak dan remaja untuk mengenali kondisi psikologis serta memahami pentingnya mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang sulit mereka tangani sendiri.

Bagi masyarakat dewasa dan lansia, kegiatan juga memberikan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gizi, serta pencegahan penyakit tidak menular. Kegiatan ini juga mencakup pada berbagai aspek seperti yang telah dicantumkan yaitu seperti: hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung sebagai beberapa penyakit yang menjadi perhatian dalam edukasi dan deteksi dini.

Kegiatan “Sehat untuk Semua Warga Desa Nagarawangi” pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang pemeriksaan kesehatan. Program tersebut juga berupaya membangun pengetahuan masyarakat agar mampu mengenali risiko, mengambil tindakan awal dalam keadaan darurat, serta memahami pentingnya kesehatan psikologis.

Cerita tentang warga yang tersedak biji salak menjadi pengingat bahwa keadaan darurat dapat terjadi di tengah kehidupan sehari-hari. Ketika pengetahuan mengenai pertolongan pertama belum dimiliki, masyarakat di sekitar korban dapat mengalami kepanikan dan tidak mengetahui tindakan yang harus dilakukan.

Edukasi pertolongan pertama menjadi salah satu upaya untuk mengisi celah pengetahuan tersebut. Masyarakat tidak dituntut menggantikan peran tenaga medis, tetapi dibekali pemahaman mengenai tindakan awal yang tepat sambil menunggu bantuan profesional.

Kesehatan pun tidak berhenti pada angka hasil pemeriksaan. Ia juga mencakup kemampuan seseorang menjaga diri, membantu orang lain dalam keadaan darurat, serta memperhatikan kesehatan psikologis sejak usia dini.

Melalui kolaborasi mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Nagarawangi, Puskesmas Kecamatan Rancakalong, kader kesehatan, dan masyarakat, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. (*)

Reporter siffa nurfauziah
Editor Aris Abdulsalam