Ayo Netizen

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Oleh: bram herdiana
Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)

Pertandingan Persib Bandung versus FC Seoul, Korea Selatan pertengahan September 2026 ini, di Seoul World Cup Stadium tidak saja menjadi pengalaman berharga dari sisi kompetisi sepak bola, tetapi memberikan banyak inspirasi tentang bagaimana sebuah klub profesional membangun ekosistem pertandingan yang nyaman, aman, dan berkelas dunia. Stadion yang digunakan FC Seoul menunjukkan bahwa sepak bola modern selain berbicara tentang kualitas permainan di lapangan tetapi juga tentang pengalaman para penonton yang datang untuk menikmati pertandingan dengan indah secara bersama-sama.

Saat menyaksikan atmosfer pertandingan di Seoul, banyak penyuka sepak bola Indonesia, khususnya bobotoh, membayangkan betapa manisnya jika Persib Bandung suatu hari nanti memiliki stadion dengan standar yang setara Seoul World Cup Stadium. Stadion tersebut termasuk salah satu stadion terbaik di Asia. Infrastruktur yang tertata rapi, akses transportasi yang mudah, kursi yang nyaman, area makanan yang bersih, hingga sistem keamanan yang profesional menjadi bagian dari pengalaman menonton yang menyenangkan.

Penonton dapat datang lebih awal, menikmati suasana stadion, berbincang dengan teman-teman, mencicipi jajanan, lalu menyaksikan pertandingan tanpa rasa khawatir. Sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia dengan basis suporter yang sangat besar, Persib layak memiliki stadion yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat sekaligus ikon sepak bola nasional. Stadion tersebut bukan hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga pusat aktivitas olahraga, hiburan, dan wisata yang hidup sepanjang tahun.

Namun, kemegahan stadion saja tidak cukup. Yang jauh lebih penting adalah budaya menonton yang tumbuh di dalamnya. Salah satu hal yang patut diapresiasi dari banyak stadion modern di dunia adalah tingginya kesadaran penonton untuk menjaga kenyamanan bersama. Mereka datang untuk mendukung tim kesayangan, bukan untuk menciptakan keributan atau mengganggu orang lain.

Di Indonesia, termasuk dalam beberapa pertandingan sepak bola, masih ditemukan perilaku yang perlu diperbaiki. Lemparan botol ke lapangan, tindakan menghina pemain atau suporter lawan, hingga munculnya ujaran yang mengandung unsur rasisme masih sesekali terjadi. Padahal tindakan-tindakan tersebut tidak memberikan manfaat apa pun bagi tim yang didukung. Sebaliknya, perilaku seperti itu justru merugikan klub karena dapat mengakibatkan sanksi, denda, bahkan larangan penonton pada pertandingan tertentu.

Sudah saatnya sepak bola Indonesia memasuki era baru, di mana stadion menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi semua orang. Anak-anak, perempuan, lansia, maupun keluarga harus dapat datang ke stadion tanpa rasa takut. Mereka harus bisa menikmati pertandingan dengan tenang, merasakan atmosfer dukungan yang luar biasa, dan pulang membawa kenangan yang menyenangkan.

Budaya saling menghormati juga perlu menjadi bagian dari identitas baru sepak bola Indonesia. Rivalitas dalam olahraga adalah sesuatu yang wajar dan bahkan membuat pertandingan menjadi lebih menarik. Namun rivalitas tidak boleh berubah menjadi kebencian. Menghormati lawan, menghargai perbedaan, dan menolak segala bentuk rasisme merupakan tanda kedewasaan sebuah komunitas suporter.

Stadion Si Jalak Harupat di Soreang yang jadi markas Persib Bandung dan Persikab. (Sumber: Pemkab Bandung)

Persib Bandung memiliki sejarah panjang dan basis pendukung yang terkenal loyal. Bobotoh selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki klub. Dengan jumlah yang sangat besar, Bobotoh sebenarnya memiliki peluang untuk menjadi contoh positif bagi perkembangan budaya sepak bola nasional. Dukungan yang kreatif, koreografi yang menarik, nyanyian yang membangkitkan semangat, serta sikap yang tertib dapat menciptakan citra positif yang membanggakan.

Bayangkan suatu hari Persib memiliki stadion modern berstandar internasional. Penonton datang melalui sistem transportasi yang terintegrasi. Tiket dibeli secara digital sehingga proses masuk stadion berlangsung cepat dan tertib. Area stadion dipenuhi ruang publik yang nyaman. Tersedia toko resmi klub, museum Persib, area bermain anak, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Sebelum pertandingan dimulai, para suporter dapat menikmati secangkir bajigur atau bandrek hangat sambil berbincang mengenai peluang tim kesayangan mereka. Berbagai pilihan makanan ringan tersedia dengan penyajian yang praktis dan ramah lingkungan.

Ketika pertandingan berlangsung, seluruh perhatian tertuju pada aksi para pemain di lapangan. Tidak ada lemparan botol. Tidak ada tindakan provokatif. Tidak ada penghinaan terhadap pemain, wasit, maupun suporter lawan. Tidak ada ujaran rasis yang mencederai nilai-nilai olahraga. Yang terdengar hanyalah dukungan penuh semangat dan sportifitas tinggi. Suasana seperti ini bukan sesuatu yang mustahil. banyak negara telah membuktikan bahwa budaya menonton yang positif dapat dibangun melalui pendidikan empati, keteladanan, regulasi yang tegas, serta kerja sama antara klub, suporter, operator liga, dan pemerintah.

Perubahan memang tidak dapat terjadi dalam semalam. Dibutuhkan proses yang panjang dan konsisten. Namun setiap perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil. Mengurangi perilaku negatif di stadion, menjaga kebersihan, menghormati lawan, serta mendukung tim dengan cara yang positif dan belajar berempati adalah bagian penting dari proses tersebut.

Pengalaman bermain di kandang FC Seoul perlu menjadi inspirasi, bukan sekadar kenangan. Inspirasi bahwa sepak bola dapat dinikmati dalam suasana yang aman, nyaman, dan berkelas dunia. Inspirasi bahwa stadion bukan hanya tempat pertandingan, tetapi juga tempat berkumpulnya masyarakat untuk merayakan kecintaan terhadap olahraga. Harapan terbesar tentu adalah melihat Persib Bandung suatu hari memiliki stadion yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga dipenuhi oleh budaya suporter yang matang dan membanggakan.

Jika impian itu dapat diwujudkan, maka Persib Bandung tidak hanya akan dikenal sebagai klub besar karena prestasinya di lapangan, tetapi juga sebagai simbol kemajuan sepak bola Indonesia yang modern dan berkelas dunia. (*)

Reporter bram herdiana
Editor Aris Abdulsalam