Ayo Netizen

Kenapa Biaya Publish Scopus Berbeda? Simak Alasannya!

Oleh: Suhendi Al Wasim
Ilustrasi akademisi sedang menyusun jurnal ilmiah. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)

Pernahkah Anda mendengar dua akademisi menyebut biaya publikasi Scopus dengan angka yang berbeda sangat jauh, padahal keduanya sama sama benar?

Fenomena ini bukan karena salah satu berbohong, melainkan karena struktur biaya publikasi jurnal internasional memang tidak tunggal.

Sayangnya, kesalahpahaman soal biaya inilah yang sering membuat dana riset terbuang, entah karena masuk ke jurnal yang keliru, atau karena tergiur penawaran yang terlihat murah tetapi berujung masalah.

Sebagai praktisi yang sehari hari mendampingi dosen dan peneliti dalam proses publikasi ilmiah, saya melihat pola kesalahan yang sama terus berulang. Artikel ini merangkum hal mendasar yang perlu dipahami sebelum Anda menganggarkan dana publikasi.

Mengapa Biaya Publikasi Jurnal Scopus Tidak Seragam?

Hal pertama yang perlu diluruskan, Scopus bukanlah penerbit.

Scopus adalah database pengindeks milik Elsevier yang menyeleksi dan mengindeks jurnal dari ribuan penerbit di seluruh dunia. Penulis tidak membayar apa pun kepada Scopus.

Biaya publikasi sepenuhnya ditetapkan oleh penerbit jurnal, dan di sinilah variasinya muncul.

Jurnal dengan model berlangganan umumnya tidak memungut biaya dari penulis karena operasionalnya didanai institusi pelanggan. Sebaliknya, jurnal open access membebankan biaya pemrosesan artikel kepada penulis karena artikelnya dibuka gratis untuk publik.

Ditambah lagi, reputasi penerbit, kuartil jurnal, dan layanan yang disertakan ikut memengaruhi besarannya. Wajar jika angka yang beredar berbeda beda.

Apa Itu Article Processing Charge dan Kapan Dibayarkan?

Article processing charge atau APC adalah biaya yang ditagihkan jurnal open access untuk menutup proses editorial, peer review, dan produksi artikel.

Satu prinsip penting yang jarang diketahui akademisi pemula, APC yang sah ditagihkan setelah naskah dinyatakan diterima melalui proses review.

Jika ada pihak yang meminta pembayaran penuh di muka sebelum ada keputusan editorial, itu tanda yang patut dicurigai.

Sebagian penerbit juga menyediakan kebijakan waiver atau keringanan APC bagi penulis dari negara tertentu. Kebijakan ini layak selalu diperiksa sebelum menyingkirkan sebuah jurnal dari daftar kandidat hanya karena alasan biaya.

Bagaimana Cara Mengetahui Biaya Resmi Sebelum Submit?

Satu satunya sumber angka yang layak dijadikan pegangan adalah laman resmi jurnal tujuan, biasanya pada halaman Author Guidelines atau Publication Fees.

Langkah praktisnya, pastikan dulu jurnal benar benar terindeks dengan mengeceknya di Scopus Source List, buka website resmi penerbitnya, lalu baca ketentuan biayanya secara utuh, termasuk apakah ada submission fee yang tidak dikembalikan bila naskah ditolak.

Untuk gambaran menyeluruh tentang struktur biaya menurut kuartil dan faktor yang memengaruhinya, Anda dapat mempelajari ulasan lengkap tentang biaya publikasi jurnal Scopus yang membahasnya secara terperinci.

Dengan memahami struktur ini, Anda bisa membandingkan beberapa jurnal kandidat secara apel dengan apel, bukan termakan angka yang beredar tanpa konteks.

Apa Risiko Tergiur Biaya Murah dan Janji Terbit Kilat?

Di sinilah dana riset paling sering terbuang.

Popularitas Scopus dimanfaatkan jurnal predator dan perantara tidak bertanggung jawab yang menjual janji terbit sangat singkat dengan tarif tertentu, tanpa proses review yang jelas.

Risikonya berlapis. Artikel bisa terbit di jurnal yang kemudian dikeluarkan dari indeksasi, tidak diakui untuk kebutuhan angka kredit maupun kelulusan, dan nama penulis ikut tercoreng.

Gerakan internasional Think. Check. Submit. menyediakan daftar periksa sederhana untuk menilai kredibilitas jurnal sebelum mengeluarkan biaya sepeser pun. Prinsipnya satu, kenali dulu jurnalnya, baru bicara biayanya.

Bagaimana Menyusun Anggaran Publikasi yang Realistis?

Berdasarkan pengalaman mendampingi banyak proses publikasi, anggaran yang sehat disusun dari jurnal tujuannya, bukan sebaliknya.

Tentukan dulu dua sampai tiga jurnal kandidat yang sesuai bidang dan kualitas naskah Anda, cek tarif resmi masing masing, baru tetapkan anggaran, termasuk komponen pendukung seperti proofreading atau penerjemahan jika naskah ditulis dalam bahasa Inggris.

Jangan lupa memeriksa apakah institusi Anda menyediakan skema bantuan atau insentif publikasi, karena banyak kampus memilikinya namun jarang dimanfaatkan.

Publikasi di jurnal bereputasi memang investasi, tetapi investasi hanya masuk akal jika dikeluarkan di tempat yang benar. Pahami strukturnya, verifikasi sumbernya, dan dana riset Anda akan bekerja sebagaimana mestinya. (*)

Sumber:

  • https://academiaopenpublisher.com/blog/biaya-publikasi-jurnal-scopus/
Reporter Suhendi Al Wasim
Editor Aris Abdulsalam