Jurnalisme Islami: Ideal, tetapi Sulit Diwujudkan?

Mudhia Sakina
Ditulis oleh Mudhia Sakina diterbitkan Rabu 07 Jan 2026, 10:18 WIB
Jurnalis sedang meliput peristiwa. (Sumber: Pixabay | Foto: Fajrul_Falah)

Jurnalis sedang meliput peristiwa. (Sumber: Pixabay | Foto: Fajrul_Falah)

Jurnalisme Islami menjadi pembahasan yang cukup menarik di kalangan mahasiswa yang mempelajari dunia komunikasi dan media. Konsep ini dianggap relevan karena berhubungan dengan nilai moral dalam proses pemberitaan.

Bagi mahasiswa, jurnalisme Islami bukan hanya teori yang tersampaikan di kelas, tetapi juga cerminan dari bagaimana kerja jurnalistik seharusnya memberi manfaat dan tidak merugikan siapa pun. Hal ini membuat mereka tertarik menilai sejauh mana konsep tersebut bisa diterapkan di tengah perkembangan media saat ini.

Secara sederhana, jurnalisme Islami menekankan kejujuran, keadilan, verifikasi yang teliti, serta menghindari unsur fitnah dan sensasional. Prinsip ini mengajak jurnalis berpikir lebih hati-hati terhadap dampak pemberitaan, tidak hanya mengejar fakta semata. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar pembelajaran mahasiswa ketika memahami proses liputan, penulisan berita, hingga tanggung jawab seorang jurnalis terhadap publik.

Meskipun ideal, penerapan jurnalisme Islami di media arus utama tidaklah mudah. Industri media bergerak cepat dan sangat dipengaruhi kebutuhan untuk menarik perhatian pembaca. Judul harus mencuri perhatian, berita harus segera terbit, dan konten yang ramai sering kali lebih diprioritaskan. Tekanan dari persaingan media, kebutuhan trafik, dan kepentingan tertentu menyebabkan prinsip etis tidak selalu menjadi pilihan utama. Inilah salah satu alasan mahasiswa melihat jurnalisme Islami sulit diterapkan secara konsisten dalam praktik nyata.

Ilustrasi jurnalis. (Sumber: Pexels/Nur Andi Ravsanjani Gusma)
Ilustrasi jurnalis. (Sumber: Pexels/Nur Andi Ravsanjani Gusma)

Mahasiswa menyadari adanya jarak antara apa yang mereka pelajari dan apa yang mereka temui di lapangan. Saat melakukan tugas liputan atau mengikuti magang, mereka merasakan ritme kerja yang menuntut kecepatan dan ketepatan dalam waktu singkat. Namun meskipun situasinya tidak ideal, nilai-nilai Islami tetap mereka jadikan pegangan.

Mereka berusaha menjaga integritas, memeriksa informasi dengan lebih saksama, dan menghindari pengemasan berita yang berlebihan. Pengalaman-pengalaman ini membuat mereka semakin memahami bahwa jurnalisme Islami bukan hanya soal konsep, tetapi juga soal komitmen pribadi.

Mahasiswa percaya bahwa jurnalisme Islami tetap dapat diterapkan jika ada upaya bersama. Penguatan materi etika dalam pembelajaran, pelatihan lapangan yang lebih dekat dengan kondisi nyata, serta keberanian untuk menyajikan informasi secara lebih bertanggung jawab menjadi langkah awal.

Baca Juga: Opini dan Fakta dari Perspektif Jurnalistik

Kehadiran media independen yang tidak sepenuhnya bergantung pada tren sensasional juga membuka peluang baru bagi praktik jurnalisme yang lebih etis dan seimbang. Mahasiswa melihat bahwa perubahan tidak harus besar, tetapi dimulai dari kebiasaan kecil dalam proses menulis maupun meliput.

Bagi mahasiswa, jurnalisme Islami adalah gambaran ideal yang tetap layak diperjuangkan meskipun penuh tantangan. Nilai-nilai yang mereka pelajari menunjukkan bahwa jurnalisme tidak hanya tentang menyampaikan informasi dengan cepat, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan publik.

Dengan semangat belajar dan komitmen yang terus tumbuh, mahasiswa yakin bahwa jurnalisme Islami masih memiliki ruang untuk diwujudkan dalam berbagai bentuk media dan dapat menjadi arah baru bagi praktik jurnalistik yang lebih manusiawi dan bertanggung jawab. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Mudhia Sakina
Tentang Mudhia Sakina
@uinsgdbandung

Berita Terkait

Menjaga Etika Jurnalistik

Ayo Netizen 21 Okt 2025, 20:51 WIB
Menjaga Etika Jurnalistik

News Update

Ayo Netizen 25 Jan 2026, 13:38 WIB

Gali Potensi, Raih Prestasi

Pengalaman LDKB menjadi bekal berharga bagi kita untuk terus menggali potensi diri, memperbaiki diri, meraih prestasi
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 11:05 WIB

Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Transportasi publik dalam konteks ini, dipahami sebagai ruang interior bergerak yang dialami secara nyata oleh pengguna/penumpang.
Bus listrik metro. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 24 Jan 2026, 21:30 WIB

Menyelami Dinamika Properti Indonesia: Antara Regulasi, Pasar, dan Integritas Developer

Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti.
Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti. (Sumber: Freepik)
Beranda 24 Jan 2026, 09:15 WIB

Memaknai Filosofi Warna Wayang Golek sebagai Cermin Karakter dan Arti Kehidupan

Tak hanya posisi mahkota, warna pada wajah wayang juga menjadi kunci untuk memahami filosofi karakter.
Tatang Ruhiana dan koleksi wayan goleknya yang dijual di galeri Alan Ruchiat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 22:10 WIB

Normalisasi Sungai Mandiri: Kepemimpinan RT/RW Menjawab Tantangan Banjir

Kabupaten Bandung termasuk wilayah yang hampir setiap musim penghujan mengalami banjir di sejumlah titik.
Ketua RT 02 dan warga membersihkan tumbuhan liar dan semak semak di aliran sungai. (Foto: Jumali indrayanto)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 20:43 WIB

Kualitas Perjalanan Warga Bandung Menurun, Evaluasi Infrastruktur Transportasi Mengemuka

Kemacetan di Bandung membuat perjalanan harian warga lebih lama, menurunkan produktivitas, dan menurunkan kenyamanan mobilitas. Perlu pengaturan lalu-lintas lebih baik.
Pengendara terjebak macet di Buah Batu Ketika hujan turun, Senin (01/12/2025). (Foto: Nabila Khairunnisa P)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 19:47 WIB

Lisa Blackpink di Bandung Barat: Antara Gengsi Global dan Ujian Tatakrama Kita

Lisa Blackpink syuting di Bandung Barat? Intip alasan Netflix memilih Citatah dan bagaimana warga menyikapi bocornya lokasi syuting tersebut.
Salah satu tebing karst yang terus dijaga bersama adalah Tebing Citatah 125 karena di sinilah sejarah panjat tebing Indonesia bermula. (Sumber: Eiger)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 17:24 WIB

Industri Sepak Bola Putri Indonesia Sedang Bertumbuh di Tengah Kekosongan Liga Resmi

Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat.
Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat. (Sumber: MilkLife Soccer Challenge)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:58 WIB

Menata Ulang Wajah Transportasi Bandung

Lalu lintas Bandung yang terbilang sangat padat telah menjadi masalah bagi warga sejak tahun 2024.
Kemacetan Bandung Pada malam hari (21.52 WIB) di Jln. Terusan Buah Batu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Muhammad Airell Fairuzia)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:24 WIB

Kota Wisata dengan Beban Mobilitas Tinggi: Tantangan Tata Transportasi Bandung

Pemerintah sudah mencoba menerapkan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan kemacetan, namun masih tak kunjung menemukan solusi yang tepat.
Kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan Buah Batu, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, menjadi pemandangan sehari hari bagi warga yang melintas (03/12/2025). (Sumber: Ramadhan Dwiadya Nugraha)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 15:58 WIB

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Krisis Fiskal: Strategi Obligasi dan Sukuk Jawa Barat

Ekonomi Jawa Barat pada Triwulan II 2025 tumbuh solid sebesar 5,23% year-on-year. Namun, di balik angka yang tampak menjanjikan itu, terdapat bayangan tantangan fiskal yang semakin nyata.
Ilustrasi obligasi dan sukuk daerah memperluas inklusi keuangan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 15:01 WIB

Ketika Mobilitas Tersendat, Kepercayaan Publik Ikut Tergerus

Kemacetan yang terus menerus terjadi membuat masyarakat Bandung semakin resah.
Pengendara mobil dan motor yang menunggu macet di malam hari (02/11/2025). (Foto: Sherina Khairunisa)
Ayo Jelajah 23 Jan 2026, 14:03 WIB

Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Judi online jaringan Kamboja menjalar hingga Bandung lewat iklan kerja digital. Anak muda direkrut sebagai operator dari rumah kontrakan atau luar negeri dengan janji gaji bulanan yang terlihat wajar.
Ilustrasi judi Kamboja.
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 13:38 WIB

Dana Indonesiana Tertunda, Pelestari Budaya Ngada Alami Tekanan Mental

Dana Indonesiana belum cair, program budaya Ngada tertunda, pelakunya menghadapi tekanan sosial dan mental di kampungnya sendiri.
Desa Adat Bena. (Sumber: Arsip pribadi narasumber)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 12:08 WIB

Catatan Awal Tahun dari Wargi Bandung

Januari 2026 tiba, udara Bandung terasa berbeda.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 10:07 WIB

Semestinya Kita Berefleksi dari Bencana Sumatra

Peristiwa ini bukan sekadar kabar duka dari satu wilayah, melainkan cermin rapuhnya kesiapsiagaan kita menghadapi bencana yang berulang.
Sisa banjir di Sumatra Barat pada awal Desember 2025. (Sumber: pkp.go.id)
Beranda 23 Jan 2026, 06:49 WIB

Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Akun ini tidak ingin dipandang sebagai media yang semata-mata mengutamakan kecepatan, namun juga tidak memilih gaya bahasa yang saklek, kaku, atau terlalu formal.
Owner dan founder @infoantapani, Venda Setya Nugraha. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 06:33 WIB

Bunderan Cibiru dan Tumpukan Kendaraan

Bunderan Cibiru menjadi salah satu titik macet yang ada di Bandung.
Macet menjelang Malam Natal dan Tahun Baru. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 22 Jan 2026, 21:00 WIB

Hanya 'Keajaiban' yang Bisa Menuntaskan Masalah Kemacetan di Kota Bandung

Macetnya Kota Bandung kerap menjadi sorotan, bagaimana cara mengatasinya?
Padatnya Kota Bandung pada sore hari, Rabu (3/12/2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Venecia Fiantika)
Ayo Biz 22 Jan 2026, 18:39 WIB

Industri Belajar Bernapas Hijau: Ketika Sustainability Jadi Nafas Baru

Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan.
Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan. (Sumber: Freepik)