Ayo Netizen

Bagaimana jika Kencan Pertama Kita Diawali dengan Rencana Menggulingkan Rezim

Oleh: Dias Ashari
Memikirkan romantisme di tengah negara yang carut-marut rasanya seperti kita menghilangkan empati. Kecuali jika kencan pertama kita diisi dengan rencana menggulingkan rezim (Sumber: pexels)

Aku adalah seorang perempuan yang tidak terlalu tertarik dengan kisah romantisme. Apa itu pacaran ? jika yang kita penuhi hanya sejumlah pertanyaan keluarga saat kumpul di hari raya. Apa itu cinta jika hanya berdasarkan dari nafsu yang menggebu saja. Apa itu menikah jika hanya didasarkan pada tuntutan tradisi masyarakat dan tidak peduli dengan ekonomi yang melarat.

Aku tidak tertarik, kecuali jika kencan pertama kita diawali dengan rencana menggulingkan rezim, bagaimana?

Seorang laki-laki di sebrang meja itu sedikit terhenyak, antara kagum dan kaget dengan perempuan yang dianggapnya pendiam selama ini ternyata memiliki keberanian sebesar itu.

Bolehkah aku bertanya, kenapa kamu punya rencana seambis itu ? bukankah negara kita tidak akan banyak berubah ? sekeras apapun kita mencoba memperbaikinya

Sayang sekali, nilaimu berkurang 10 poin karena kamu terlihat gampang menyerah-- padahal obrolan kita akan cukup panjang. Menjawab pertanyaanmu, karena aku sudah lelah diam saja melihat semua orang menormalisasi kegilaan pemimpin kita, baik dari segi ucapan yang terlontar dalam mulutnya ataupun setiap kebijakan nyelenehnya.

Aku minta maaf, bukan berarti aku mudah menyerah tapi aku sempat lelah karena suara siapapun tidak pernah benar-benar terdengar oleh pemimpin tertinggi negara ini.

Lelah tidak apa. Ku pikir kita hanya manusia biasa. Jeda sejenak untuk mengambil energi lebih banyak itu bukan hal yang salah. Tapi tidak semestinya kita diam saja karena kemalangan tidak langsung menimpa kita. Coba kamu bayangkan berapa banyak warga negara kita yang mati karena penanganan bencana yang tidak jelas. Berapa banyak anak bangsa ini yang mati karena program yang jelas-jelas banyak buruknya tapi tak kian di evaluasi.

Jadi kita bisa mulai dari mana untuk menggulingkan rezim ini di tengah gempuran dan informasi yang tersebar di media sosial. Kamu tau sendiri orang yang berniat baik akan dikira "Londo Ireng" dan mereka yang berniat jahat justru adalah pahlawan.

Aku punya rencana untuk menyebarkan program MMB ke masyarakat mulai dari kelas ekonomi yang beragam dari anak kecil hingga manula.

Apa itu MMB ?

Membaca, Menulis dan Berbagi

Boleh kamu jelaskan konsep utamanya seperti apa ?

Oke. Menurutku ketiga hal ini adalah langkah kecil yang jika terus dijalankan secara konsisten akan memberikan dampak yang cukup besar dan meluas. Jadi aku ingin masyarakat kita bisa menumbuhkan minat baca semakin tinggi lagi karena aku lihat dibeberapa kota sudah banyak yang mendirikan komunitas buku.

Setuju, menurutku negara kita sudah banyak yang peduli dengan membaca buku hanya saja akses untuk membaca buku itu yang perlu terus kita upayakan. Mungkin kita bisa bekerja sama dengan para pemilik komunitas buku itu, agar buku-buku bisa menjangkau daerah terpencil.

Betul aku sangat suka dengan ide brilianmu. Selanjutnya setelah masyarakat kita punya kebiasaan yang baik untuk membaca maka langkah yang kedua adalah kita harus mengajak mereka untuk mau menulis. Dengan menulis bukan saja apa yang mereka dapatkan bisa transfer ke dalam bentuk tulisan saja. Melainkan dengan menulis juga mereka bisa bersuara tentang banyak ketimpangan dan ketidakadilan yang terjadi di negeri kita. Tak hanya itu suara yang mereka tulis akan menjadi abadi dan tidak akan lekang oleh zaman. Sehingga keberanian-keberanian itu akan terus mengudara untuk zaman anak dan cucu.

Baca Juga: Sesi Cukur Malam

Baik, lalu apa yang kamu maksud dengan berbagi itu ?

Nah maksudnya adalah kita perlu memanfaatkan media sosial untuk membagikan segala informasi dan media untuk menyuarakan suara-suara mereka yang terpinggirkan. Seseorang yang membaca bisa membagikan ide atau wawasan yang didapatnya melalui buku dengan cara menjadi bookstagram. Seseorang yang menulis pun bisa membagikan karyanya melalui media sosial yang bisa menjangkau pembaca di seluruh dunia.

Oke kalau begitu apakah ini bisa dikatakan sebagai kencan pertama kita ? ucap lelaki sebrang meja itu yang sedari tadi tak sabar menunggu jawaban

Aku rasa kamu tahu jawabannya.

Untuk menggulingkan rezim memang dibutuhkan masyarakat yang memiliki suara yang sama. Untuk memiliki suara yang sama kita perlu membaca banyak buku dan belajar dari sejarah negara kita sendiri. Kita mesti tahu jejak kelam mereka yang keras bersuara tapi dilenyapkan begitu saja. Kita juga perlu menulis agar suara itu menjadi saksi di masa yang akan datang. Selanjutnya berbagilah kedua hal itu untuk kebaikan. (*)

Reporter Dias Ashari
Editor Aris Abdulsalam