D'Renced meracik musik sebagai intstrumen yang kalem tapi berisik, sebuah lagu tercurah dari pikiran berdasakan konteks menjadikannya lirik hingga melahirkan sebuah nada. Kehadiran D'Renced bagian dari kehidupan manusia yang resah berdasarkan peristiwa hidup dalam mengungkapkan rasa. Sajian genre Pop Punk ini mempunyai tujuan untuk memberi pengaruh terhadap kondisi suasana hati dan emosi, sehingga ada keterikatan membangun emosional untuk saling berinteraksi agar memiliki kecakapan praktikal.
Setiap lirik menjadi ikonik, D'Renced memiliki kekuatan khusus yang mampu melampaui pikiran sehingga menjadi pembahasan multitafsir. D'Renced bukan sekadar Band, siapapun boleh bergabung di dalamnya dan membawa nama itu untuk terus berlayar. Suara-suara menjadi gelombang, menjadi getaran yang mengirimkan isyarat kepada otak sampai berteriak.
Sabtu-Minggu, 26-27 September 2026. Studio 512 Bandung mengajak D'Renced untuk rekaman lagu, salah satu Band Pop Punk asal Majalengka ini mendapatkan apresiasi untuk membuka peluang di dunia musik. Lagu-lagu yang penuh kritik sosial mengajak masyarakat untuk memahami makna lirik yang disampaikan secara konteks dan penuh emosi seperti lagu : Mandor Tua, Mars Renced, BaBiBu, dan Mampus Pelan-Pelan (MPP).

Alasan D'Renced memilih rekaman secara langsung karena berpikir band-band sekarang mulai mengandalkan Artificial Inteligence (AI) sebagai instrumen atau bahkan lirik itu sendiri. AI tidak memiliki rasa kecewa, AI tidak memilki semangat untuk berkarya karena hal itu hanya sebuah robot yang diperintah. D'Renced memiliki cara tersendiri dalam bermusik secara murni dan utuh, bahkan sampai suara vokalis serak sekalipun demi meluapkan berbagai rasa "Marah, Kecewa, Sedih, dan sebagainya" dengan berbagai fenomena yang ada.
Moga (Gitaris), Sugil (Vokalis) DJ (Drummer) dan Udok (Bassist) berangkat dengan latar belakang berbeda tapi ia bisa menyatu dari musik itu sendiri dengan harmoni memberi edukasi. Bermain musik bukan sekadar, tapi ada pendidikan di dalamnya tentang terapi musik itu untuk mengenal suara-suara, semesta hadir apa adanya. Pemaknaan dari lirik yang tertulis merupakan perjalanan dari ketidakmungkinan memperbesar kemungkinan.
Bobi selaku pemilik Studio 512 mengungkap bahwa: "Sebuah ide harus menjadi sesuatu, kalau sekadar melamun maka hasilnya pun merupakan lamunan. Tapi jika ide ini di produksi walau dengan proses yang terus menerus diperbaiki, pasti hasilnya pun akan memuaskan. D'Renced harus terus maju dalam menuturkan semangatnya." Lirik yang bagus memang harus memiliki filosifis, yang pasti respon untuk D'Renced harus menjiwai sehingga ketika pentas nanti ada karakter yang menjadi ikonik bagi D'Renced.

Perjalanan tak selalu berjalan mulus, memiliki karya berarti merdeka dalam berpikir. Proses rekaman berlangsung dioperatori oleh Bobi dan proses akhir dibantu oleh Aldi selaku kawan Bobi di Bob Project. Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya, maka D'Renced akan selalu beregenarasi. (*)