Bandung dan Cirebon termasuk kota yang masuk ke wilayah Jawa Barat tapi menariknya kedua kota ini memiliki cuaca dan suhu udara yang berbeda.
Sebagai warga yang tinggal lama di Kota Bandung saya pribadi lebih menikmati cuaca yang cenderung lebih dingin. Bahkan ketika beberapa tahun terakhir cuaca Bandung mulai berubah ke arah panas, tubuh saya tetap cenderung lebih menyukai udara dingin.
Dua tahun yang lalu saya pernah berkunjung ke kota Cirebon untuk sebuah penelitian di sebuah pesantren perempuan. Ditengah ruangan yang dialiri udara dari kipas angin dan AC, badan saya tetap merasakan panas. Keringat bercucuran tak henti-hentinya. Rasanya saya ingin langsung mencari sumber air yang bisa dijadikan untuk merendam tubuh dalam panasnya cuaca Cirebon.
Dan tahun ini saya kembali mengunjungi kota yang panas ini untuk suatu keperluan pendidikan. Jauh sebelum sampai di kota ini saya sudah membayangkan bagaimana teriknya matahari dari pagi hingga udara yang panas di malam hari. Dan benar saja sepanjang bulan ini Kota Cirebon masih belum terguyur hujan. Informasi ini saya dapatkan dari penjaga kos yang memang orang lokal Cirebon.
Sebagai orang Bandung jujur saya merasa pusing ketika tinggal di daerah yang panas. Suhu udara yang meningkat awalnya membuat kepala saya menjadi kurang kosentrasi dan selanjutnya timbul keringat yang membuat diri harus terus terpapar angin dengan saya mengibaskan barang yang bisa dijadikan kipas.
Baca Juga: Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda
Menurut saya perbedaan cuaca ke dua kota ini, pertama karena perbedaan ketinggian wilayah. Sebagaimana yang kita ketahui kalau Bandung berada di daerah dataran tinggi sekitar 768 meter di atas permukaan laut. Hal tersebut menjadi alasan ketika daerah semakin tinggi berada di atas permukaan laut maka suhu udaranya akan semakin dingin. Sementara untuk daerah Cirebon sangat dekat dengan pesisir laut atau daerah rendah dengan ketinggian sekitar 5 meter di atas permukaan laut sehingga udaranya cenderung lebih panas.
Meski udaranya panas saya cukup senang tinggal di Kota Cirebon karena ragam budaya, bahasa serta ornamen sejarah yang masih kental jika dilihat dari sisi bangunan. Adapun tips ketika ingin mengeksplorasi kota ini di siang hari maka pastikan menggunakan krim tabir surya dan jangan lupa mengenakan baju tertutup yang tentunya dapat menyerap keringat. Bahkan jika diperlukan tempat wisata dikunjungi dengan berjalan kaki maka pastikan menggunakan payung. (*)