Ayo Netizen

Bunderan Cibiru Belum Bebas Macet, Apa yang Perlu Dibenahi?

Oleh: Adisty Dhona Restu Ramadhani
Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)

Bagi pengguna jalan yang melintasi kawasan Bandung Timur, kemacetan di Bunderan Cibiru bukanlah pemandangan yang asing.

Pada jam-jam sibuk, terutama ketika aktivitas masyarakat mulai berakhir pada sore hari, kendaraan dari berbagai arah memadati jalan.

Perjalanan yang seharusnya dapat ditempuh dalam waktu singkat pun bisa melambat ketika arus kendaraan mulai mengantre.

Kepadatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan banyaknya kendaraan yang melintas. Kondisi jalan dan aktivitas di sepanjang jalur Cibiru-Cileunyi juga turut memengaruhi kelancaran lalu lintas.

Mulai dari penyempitan ruas jalan, kendaraan yang keluar-masuk persimpangan, hingga aktivitas antar-jemput siswa menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Salah satu penyebab kemacetan adalah penyempitan jalur setelah Bunderan Cibiru. Menurut pemberitaan detikJabar pada Juli 2025, arus dari Jalan Soekarno-Hatta yang semula memiliki 4 lajur menyempit menjadi dua lajur di ruas Cibiru-Cileunyi.

Penyempitan lajur dan pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah membuat lalu lintas semkain padat, terutama pada jam sibuk.

Aktivitas antar-jemput siswa turut memengaruhi kelancaran lalu lintas. Pemberitaan detikJabar pada Juli 2025 mencatat bahwa kendaraan orang tua kerap berhenti di bahu jalan.

Sementara, aktivitas penyeberangan siswa dan orang tua membuat kendaraan melambat. Kondisi ini dapat memperparah kemacetan, terutama saat jam masuk dan pulang sekolah.

Selain aktivitas sekolah, angkutan kota dan elf yang berhenti untuk menunggu penumpang juga menjadi penyebab kepadatan.

Berbagai hambatan tersebut saling berkaitan. Penyempitan jalan, kendaraan yang berhenti, dan pertemuan arus dari persimpangan dapat memperlambat lalu lintas dan membuat kepadatan semakin sulit diurai.

Persoalan ini telah mendapat perhatian dari pihak terkait. Pada Juli 2025, Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat juga menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan di sejumlah titik rawan kemacetan, termasuk Bunderan Cibiru, serta menegur pengemudi angkot yang parkir di badan jalan.

Baca Juga: Anak Muda Sunda Harus Bisa Bahasa Jepang, tetapi Masih Bisakah Berbahasa Sunda?

Meski pengaturan lalu lintas dan penertiban telah dilakukan, penyempitan jalan, aktivitas sekolah, serta kendaraan yang keluar-masuk akses lain masih menjadi hambatan.

Karena itu, penanganan kemacetan perlu disesuaikan dengan kondisi dan waktu terjadinya kepadatan, bukan hanya mengandalkan penertiban sesekali.

Penanganan kemacetan dapat dilakukan melalui penataan lokasi antar-jemput siswa, pengaturan tempat berhenti angkutan umum, serta pengawasan pada jam sibuk.

Evaluasi titik penyempitan jalan dan persimpangan secara berkala, disertai koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan pengelola sekolah, juga diperlukan agar pengaturan lalu lintas lebih efektif.

Kemacetan Bunderan Cibiru tidak akan teratasi hanya dengan penertiban sesaat. Diperlukan penanganan yang konsisten dan menyeluruh agar berbagai hambatan lalu lintas dapat dikurangi dan kelancaran masyarakat lebih terjamin. (*)

Sumber Referensi

  1. detikJabar — Jalan Cileunyi-Cibiru yang Menguji Kesabaran (18 Juni 2025).

    https://www.detik.com/jabar/berita/d-7969588/jalan-cileunyi-cibiru-yang-menguji-kesabaran

  2. detikJabar — Dishub Minta Angkutan Umum Tak Berhenti Sembarangan di Cibiru (29 Maret 2025).

    https://www.detik.com/jabar/berita/d-7847317/dishub-minta-angkutan-umum-tak-berhenti-sembarangan-di-cibiru

  3. Tribratanews Polda Jabar — Polda Jabar Tertibkan Parkir Sembarangan di Bundaran Cibiru, Dukung Operasi Patuh Lodaya 2025 (15 Juli 2025).

    https://tribratanews.jabar.polri.go.id/polda-jabar-tertibkan-parkir-sembarangan-di-bundaran-cibiru-dukung-operasi-patuh-lodaya-2025

Reporter Adisty Dhona Restu Ramadhani
Editor Aris Abdulsalam