Cirebon adalah kota yang salah satunya kaya akan sejarah, baik dari segi peninggalan artefak yang masih berdiri hingga hari ini. Selain itu juga kota Cirebon masih mempertahankan gaya arsitektur gapura dengan batu merah pada setiap bangunan seperti kantor pemerintahan, sekolah juga alun-alun. Cirebon juga terkenal dengan batik Mega mendungnya. Hingga berbagai macam kulinernya yang melanglang buana.
Dari sekian wisata sejarah di Cirebon saya tertarik dengan salah satu destinasi bernama Taman Wisata Goa Sunyaragi yang ada di Jl. Sunyaragi No.5, Sunyaragi, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45132. Wisata ini buka dari jam 8 pagi hingga 5 sore. Datang ke tempat ini sangat direkomendasikan di pagi atau sore hari karena matahari yang tidak terlalu menyengat. Sementara siang hari adalah waktu - waktu kritis yang tidak hanya membuat sekujur tubuh mengeluarkan keringat tapi juga membuat kulit lebih gelap.
Dari jalan Rajawali menuju Goa Sunyaragi hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit menggunakan ojek online. Sesampainya di gerbang menuju lokasi , pengunjung harus memasuki loket dan membayar uang sebesar Rp. 15.000.
Pengunjung bisa memilih menggunakan tour guide jika ingin mendapatkan informasi sejarah lebih detail. Namun bagi pengunjung yang lebih menyukai eksplorasi maka berjalan sendiri menjadi pilihan yang menarik.
Saya pribadi memilih eksplorasi tanpa guide. Dari gerbang masuk saya mulai memasuki pintu kayu. Cuaca panas langsung menyengat ke kulit tapi beruntungnya saya membawa masker dan payung juga tidak lupa menggunakan sunscreen.
Baca Juga: BRT Bandung Dibangun untuk Mengurai Kemacetan, Mengapa Masyarakat Justru Menanggung Dampaknya?
Di area tempat masuk pertama terdapat tangga yang bisa digunakan untuk istirahat atau melihat gua dari jarak jauh. Lokasi ini juga cukup bagus untuk dijadikan spot kenang-kenang dalam berfoto. Melanjutkan perjalanan menuju lapangan besar yang terdapat beberapa kursi untuk berteduh di bawah pohon.
Daerah ini juga terdapat masjid yang bisa digunakan bagi pengunjung yang akan melaksanakan ibadah. Bangunannya cukup unik dan khas ornamen tempo lama. Melewati masjid selanjutnya terdapat jembatan kecil yang di seberangnya terlihat ada sumur. Masuk ke bagian atas terdapat gua yang tersusun dari batu- batu semacam terumbu karang. Sementara di sekitarnya terdapat makam peninggalan zaman dahulu.
Untuk mengelilingi lokasi ini diperlukan kehati-hatian karena beberapa lokasi terdapat batu yang licin serta ruang yang sempit.
Bagi yang suka dengan sejarah maka tempat ini bisa menjadi lokasi yang seru untuk dikunjungi. (*)