AYOBANDUNG.ID -- Kementerian Haji (Kemenhaj) saat ini menjadi sorotan usai Chiki Fawzi, yang tiba-tiba dicopot dari Petugas Haji 2026. Kegaduhan ternyata sudah ada sejak seleksi tes Computer Assisted Test (CAT).
Salah seorang calon petugas haji 2026 yang tidak ingin disebutkan namanya, menceritakan pengalamannya ketika mengikuti seleksi CAT. Ia telah melalui tahapan seleksi administrasi, CAT, hingga wawancara.
Kala itu, seleksi dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 18 Desember 2026, bersama ribuan pendaftar lainnya, Menurut data Kemenhaj, jumlah pendaftar PPIH via web tahun ini mencapai rekor tertinggi, yakni 11.349 pendaftar. Dari jumlah itu, yang lolos verifikasi aplikasi sebanyak 6.803 orang.
Kemenhaj mencatat, ada 6.227 pendaftar yang submit persyaratan administrasi di aplikasi, yang 5.201 di antaranya berhasil lolos verifikasi untuk mengikuti seleksi CAT.
Dari banyaknya minat pendaftar, ia menyayangkan bahwa pelaksanaan tes tidak dibarengi dengan sistem yang memadai, hingga menimbulkan sejumlah kendala dalam proses seleksi.
“Sayangnya, tingginya minat pendaftar ini tidak dibarengi dengan sistem yang memadai sehingga menimbulkan sejumlah kendala dalam proses pelaksanaan seleksi,” ungkapnya kepada Ayobandung Rabu, 28 Januari 2026.
Selain itu, dirinya menceritakan beberapa pengalamannya ketika mengikuti seleksi dari mulai sesi 1 hingga akhir. Menurutnya, seleksi tersebut adalah yang terburuk yang pernah dialaminya.
“Seleksi CAT PPIH 2026 menjadi seleksi terburuk yang pernah saya alami. Seleksi sesi 1 dijadwalkan dilakukan pada pukul 09.00 WIB, selama dua jam, kami harus mengisi 100 soal tentang kejurnalistikan, kehajian, juga beberapa tentang ayat dan hadits, di dalam aplikasi khusus. Dalam aplikasi ini, kami bisa langsung melihat skor hasil CAT di akhir,” katanya.
Setelahnya, peserta yang sudah selesai mengerjakan tidak langsung keluar ruangan, dan masih menunggu di dalam saling mengobrol dengan peserta lain, hingga suasana ruangan menjadi gaduh. Ternyata, semua hasil CAT peserta yang sudah tertera di aplikasi tercatat dengan nilai nol, alias salah semua.
“Ruangan menjadi gaduh, sangat gaduh. Ternyata, semua hasil CAT peserta di aplikasi tercatat nol alias salah semua. Usaha kami sia-sia selama dua jam,” ungkapnya lagi.
Tes Ulang CAT hingga Tiga Kali
Karena adanya kesalahan sistem, panitia dari Kemenhaj mengumumkan adanya tes ulang pada pukul 12.30 WIB dengan mendadak, bahkan beberapa peserta belum sempat makan siang. Para peserta pun melaksanakan tes kedua dengan soal yang sama namun urutan yang berbeda.
Belum selesai urusan sistem, ternyata hasil ujian kedua masih error, dan ruangan kembali gaduh sama seperti tes sebelumnya. Tak hanya itu, beberapa peserta kedapatan menggunakan dua ponsel hingga membuat aplikasi AI.
“Gongnya adalah, ternyata hasil ujian kedua pun error. Satu jam setelah tes kedua dimulai, ruangan kembali gaduh, semua bersuara, mengobrol, kursi yang bersusun rapi sudah berbentuk tak karuan. Tidak seperti tes pada umumnya, yang ketat. Bahkan ada pula yang menggunakan dua ponsel, juga membuka aplikasi AI seperti ChatGPT,” ungkapnya lagi.
Dirinya merasa tenaga yang pikiran yang telah dikerahkan untuk menjadi sia-sia, hingga pada akhirnya peserta melakukan tes ketiga kalinya pada pukul 15.30 WIB dengan soal yang sama.
Pada tes ketiga ini, hasil skor muncul dengan benar di aplikasi. Seleksi pun dilanjutkan dengan tes wawancara pukul 19.00 WIB yang seharusnya dijadwalkan pukul 11.00 WIB.
“Beruntungnya skor akhir kali ini (mungkin) muncul dengan benar di aplikasi. Seleksi wawancara baru dilakukan pukul 19.00 WIB, padahal sebelumnya dijadwalkan pukul 11.00 WIB, yang artinya molor hingga 8 jam,” jelasnya.
Seleksi Dinilai Tidak Adil dan Transparan
Menurutnya, seleksi Petugas Haji 2026 ini dinilai tidak adil dan transparan karena adanya kendala sistem hingga harus melakukan tes sebanyak tiga kali dengan soal yang sama.
“Sangat tidak transparan dan tidak adil karena peserta harus melakukan tiga kali tes imbas aplikasi eror dengan soal yang sama. Peserta kemungkinan besar sudah mencari jawaban akan soal yang mereka tidak mengerti. Lalu bagaimana dengan peserta yang jujur?” keluhnya.
Selain itu, seleksi dirasa tidak disiplin dan ketat hingga para peserta terlihat dengan bebas bertanya hingga membuka dua ponsel dan menggunakan AI.
“Seleksi juga tidak dibuat disiplin dan ketat sehingga semua orang bisa bebas bertanya, bebas membuka dua ponsel, dan membuka chatbot AI. Padahal kami diawasi juga oleh aparat,” ujarnya lagi.
Evaluasi untuk Seleksi Petugas Haji 2026
Akan kejadian tersebut, sebagai calon petugas haji yang mengikuti seleksi CAT, ia berkata bahwa tahapan seleksi CAT wajib dievaluasi.
“Seluruh tahapan seleksi CAT wajib dievaluasi karena sangat buruk. Bahkan peserta sesi 2 harus menunggu hingga dini hari untuk mengikuti seleksi ini, padahal beberapa dari mereka ada yang berasal dari luar pulau. Aplikasi wajib diperbaharui, termasuk untuk soal-soal cadangan,” katanya.
Selain itu, diharapkan ada kompensasi yang memadai bagi peserta karena energinya telah terkuras selama tes yang hampir seharian tersebut.
“Tidak ada kompensasi yang memadai untuk peserta yang terkuras habis energinya selama pelaksanaan tes. Hanya satu kotak nasi dengan satu telur rebus dan sesendok sayur oseng ala kadarnya, tanpa sendok,” tandasnya.
Sebelumnya, Chiki Fawzi mengumumkan kabar kurang menyenangkan tentang dirinya terkait sebagai petugas haji. Anak Ikang Fawzi ini mengungkapkan dirinya mendadak dicopot sebagai petugas haji tahun ini.
Padahal dia sudah menjalakan serangkaian tes bahkan terakhir mengikuti pelatihan. Namun dia mendadak ditelpon oleh pihak Kementerian Haji kalau dirinya harus gagal menjadi petugas haji.
"Semalam aku dicopot dari petugas haji. Tiba-tiba pemberitahuannya, ada arahan dari atasan kalau nggak salah," bebernya dalam video yang diunggahnya di akun pribadinya pada Selasa, 27 Januari 2026.
Chiki menerima apapun keputusan itu, meski bertanya-tanya apa alasan dia dicopot secara mendadak, namun dia tak mempertanyakan lebih lanjut saat dihubungi.
"Aku nggak nanya-nanya lebih lanjut," tambahnya.
Sampai dia mengunggah video tersebut, dia mengaku masih mencerna pencopotan dirinya secara mendadak dari petugas haji. Dia mengaku sangat sedih karena keinginannya menjadi petugas haji adalah hal yang sudah lama diimpikan.
"Ini tuh aku masih nyerna juga. Jujur sedih banget karena one of my bigget dream itu jadi petugas haji. Haji sambil melayani tamu-tamu Allah," ungkapnya sambil menahan tangis.
Meski gagal jadi petugas haji tahun ini tanpa alasan jelas, Chiki tetap mengucapkan terima kasih pada kementerian haji yang sudah sempat menerimanya bahkan berproses bersama.
"Terimakasih @kemenhaj.ri udah sempat memberiku kesempatan berharga ini. I really apprecate it with my whole heart. Bismillah smg suatu saat ada jalannya," tulisnya. (Reporter/Dina Miladina Dewimulyani)