Di bawah rindangnya pepohonan di Jalan Dipatiukur No.87 Bandung, pada Minggu (02/11/2025), aroma gurih kaldu menyeruak dari sebuah gerobak sederhana bertuliskan Cilok Urat Daging Tiga Putera. Uap panas membumbung dari panci besar, berpadu dengan tawa pelanggan yang sabar mengantri. Dari sanalah lahir cita rasa khas yang kini jadi favorit warga sekitar.
Irfan, pedagang Cilok Urat Daging Tiga Putera, menceritakan bahwa owner mulai merintis bisnis ini sejak tahun 2019. Awalnya, ia hanya berjualan di depan rumah menggunakan resep keluarga. Namun, berkat kreativitas dan ketekunannya, cilok buatannya kini dikenal hingga ke beberapa wilayah Bandung seperti Dipatiukur, Cihapit dan Saparua.
“Awalnya saya ingin membantu ekonomi keluarga. Waktu ikut berjualan cilok urat daging karena beda dari yang lain. Eh, ternyata banyak yang suka,” ujar Irfan sambil tersenyum saat ditemui di lapaknya.
Cilok Urat Daging Tiga Putera menawarkan sensasi kenyal berpadu dengan gurihnya daging sapi urat yang terasa di setiap gigitan dan menyuguhkan varian seperti isi keju quickmelt, cincang dan isian unik lainnya. Tak hanya itu, saus sambal racikan sendiri menjadi kunci utama kelezatan jajanan ini kental, manis-gurih, dan sedikit pedas.
Selain menjaga kualitas rasa, Cilok Urat Daging Tiga Putera juga memperhatikan aspek kebersihan dan penyajian. Setiap pagi menyiapkan bahan baru tanpa pengawet, memastikan cilok tetap segar dan higienis.
“Biar cuma jualan cilok, saya tetap jaga kebersihan. Pembeli sekarang kan banyak yang sadar soal makanan sehat,” tuturnya.
Harga seporsi cilok dibanderol mulai Rp5.000 hingga Rp10.000, tergantung pilihan bumbu dan isiannya. Menu favorit pelanggan adalah Cilok Urat Komplit, yang disajikan dengan bumbu chili oil, kecap dan saus sambal.
Seiring perkembangan zaman, pun tak ketinggalan memanfaatkan media sosial. Cilok Urat Daging Tiga Puteramempromosikan jualannya lewat Instagram dan WhatsApp, serta mendaftarkan usahanya di layanan pesan antar seperti GoFood dan GrabFood. Strategi ini berhasil memperluas jangkauan pembeli, bahkan hingga luar kecamatan.
Kini, Cilok Urat Daging Tiga Putera tidak hanya menjadi jajanan pinggir jalan, tetapi simbol semangat wirausaha kecil yang mampu bertahan di tengah persaingan kuliner modern. Irfan memberitahu bahwa owner mempersiapkan langkah berikutnya membuka kedai tetap dengan konsep sederhana namun nyaman.
“ Harapannya, nanti ada tempat duduk biar orang bisa makan santai dan juga mau tambah menu baru kayak cilok bakar,” ujarnya.
Dengan cita rasa otentik, harga terjangkau, serta ketulusan dalam setiap racikan, Cilok Urat Daging Tiga Putera membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap bisa beradaptasi dan berkembang tanpa kehilangan jati diri. (*)