Catatan obyektif ini disampaikan untuk menjadi wujud partisipasi masyarakat agar terwujudnya pelayanan publik yang jauh lebih baik untuk jangka panjang. Pasalnya, warga Kota Bandung masih merasa skeptis terhadap pembangunan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung M. Farhan.
Pertama ada infrastruktur jalan dan penerangan, menjadi permasalahan fundamental yang sangat memengaruhi kenyamanan dari masyarakat. Terkhusus pada area-area di pinggir kota yang masih terlihat rusak sekali dan penerangan yang masih minim sangat menjadikan masyarakat kurang aman dan nyaman.
Selanjutnya ada susahnya mengurus izin dan dokumen kependudukan di kantor kelurahan, merasa sangat dipersulit dengan menghabiskan waktu yang lama. Banyak warga yang merasa birokrasi yang sangat panjang dan banyak membuat pengerjaan yang tidak efisien dan bahkan curiga adanya dugaan pungli.
Di sektor transportasi publik, proses integrasi Bus Trans Metro Bandung dan angkot ini berjalan lambat, padahal penyatuan kedua hal ini dapat membantu dan mempermudah mobilitas bagi masyarakat. Dan tidak adanya halte bus yang memadai serta jadwal keberangkatan yang tidak terstruktur menjadi salah satu alasan masyarakat malas untuk menggunakan bus.
Selanjutnya permasalahan sampah di Kota Bandung pun seringkali lambat untuk dibenahi, lambat untuk diangkut sehingga terjadinya penumpukan sampah dan menimbulkan bau yang tidak nyaman. Masalah ini memerlukan tindak lanjut yang cepat dari Pemerintah Kota Bandung agar menjaga kesehantan dan estetikanya.
Adapun permasalahan di bagian kesehatan yaitu puskesmas, banyak di beberapa fasilitas puskesmas memiliki fasillitas yang kurang memadai. Dan kurangnya jumlah tenaga medis yang professional mempengaruhi layanan kesehatannya.
Saran saya, untuk mengatasi masalah infrastruktur jalan harus dilakukan adalah pengaspalan atau penambalan ulang secara menyeluruh. Dan dibersamai dengan penambahan lampu penerangan disetiap jalan yang memang sekiranya kurang pencahayaan, agar menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat.
M. Farhan selaku Wali Kota Bandung harus segera membuat inovasi berbasis digital untuk membenahi proses pengurusan izin kependudukan, agar jelas dan memiliki transparansi. Sehingga dapat juga secara efisien memangkas waktu dan mencegah adanya pungli atau suap itu.
Pengintegrasian Bus Trans Metro Bandung dengan angkot pun harus dipercepat proses kerjanya karena ini merupakan solusi yang baik untuk mempermudah mobilitas masyarakat. Dan jangan lupa untuk membangun kembali halte yang layak serta pemembuat jadwal keberangkatan yang terstruktur agar warga tidak bingung.
Baca Juga: Kabupaten Brebes Pasar Raya Geowisata Kelas Dunia
Dan untuk memperbaiki pengelolaan sampah, Pemerintah dapat menambah armada untuk mengangkut sampah yang lebih tepat waktu. Selain itu dapat melakukan edukasi kepada masyarakat untuk pemilahan sampah secara berkala.
Terakhir, Wali Kota Bandung perlu menambah anggaran untuk penambahan peralatan medis yang lebih memadai atau canggih. Dan dibarengi dengan merekrut lebih banyak tenaga medis yang ahli untuk menjaminnya standar layanan kesehatan masyarakat.
Kami, Warga Kota Bandung sangat berharap M. Farhan dapat menindaklanjuti masalah krusial dan penting ini, anda harus ingat janji dan memiliki skala prioritas mana yang harus anda benahi dulu. Dengan rencana kerja yang terstruktur dan juga transparansi yang jelas, masa depan Kota Bandung yang cerah ditentukan oleh pemimpin yang peduli dan mau mendengarkan masukan dari rakyatnya. (*)