Pernikahan bukanlah sebuah ajang perlombaan. Siapa yang cepat dialah yang akan menjadi pemenang.
Menikah juga bukan termasuk bagian dari prestasi. Siapa yang buru-buru menikah dialah yang layak mendapatkan piala penghargaan.
Menikah itu sangat berhubungan erat dengan kesiapan seseorang. Meliputi kesiapan jiwa, raga, finansial hingga kesiapan mental.
Banyak orang yang setelah menikah tetapi mentalnya ngedrop. Tidak kuat dengan himpitan ekonomi, tidak siap dan tidak becus mengurus anak, dan tidak mampu memenuhi tanggung jawab yang harus diemban oleh suami atau istri.
Oleh karena itulah seseorang yang ingin menikah harus mempersiapkan diri terlebih dahulu. Bukan persiapan sehari dua hari. Tetapi persiapan yang telah dipikirkan secara matang dan panjang.
Termasuk memikirkan calon pasangan hidup kita. Apakah kita sudah mengenal baik karakter pasangan kita ataukah hanya mengenal sifatnya di permukaannya saja?
Sebab, tak jarang orang yang sebelum menikah tampak bersikap manis dan menyenangkan, akan tetapi setelah menikah karakter aslinya tampak dan menimbulkan persoalan yang serius.
Misalnya, seseorang saat masih pacaran atau tahap perkenalan, biasanya sifat-sifat dan kebiasaan-kebiasaan yang baik saja yang ditampakkan.
Sementara kebiasaan-kebiasaan buruknya berusaha disembunyikan. Dan begitu pernikahan sudah dilaluinya, akan tampaklah karakter aslinya.

Ada begitu banyak hal-hal yang mestinya dibicarakan dengan calon pasangan hidup kita sebelum menikah. Jangan sampai kita membohongi pasangan hidup kita tentang sesuatu hal, apalagi sesuatu yang sangat urgen dan bisa mengguncang bahtera pernikahannya kelak.
Misalnya, menutupi suatu penyakit yang dideritanya. Atau menutupi utang-utangnya yang banyak. Mungkin hal seperti ini dianggap sepele oleh sebagian orang. Padahal dampaknya sangat fatal ketika ia sudah berumah tangga.
Betapa kagetnya kita saat sudah menikah ternyata pasangan hidup kita memiliki utang yang banyak.
Betapa kagetnya kita ketika sudah menikah ternyata pasangan hidup kita menderita penyakit parah sejak lama dan mengharuskan kita untuk merawatnya.
Betapa kagetnya kita ketika setelah menikah, ternyata suami kita tidak memiliki pekerjaan. Dan seterusnya.
Tentu lain persoalan ketika kita sudah tahu kekurangan dan kelebihan calon pasangan kita sebelum menikah. Jadi ketika sudah menikah kita hanya fokus pada solusi untuk memecahkan persoalan yang sudah kita ketahui sebelum menikah.
Baca Juga: Bandung Starts Here Menjadi Simbol Kolaborasi Ritel dan Komunitas Kreatif
Bicara tentang pernikahan memang akan sangat panjang pembahasannya. Namun yang jelas, orang yang akan menikah harus mempelajari dulu seputar ilmu tentang pernikahan agar kelak dia bisa melewati segala suka dan dukanya.
Jangan sampai seseorang menyesal telah menikah gara-gara tidak mempersiapkan segalanya atau karena setelah menikah ternyata indahnya pernikahan yang dibayangkan tidak sesuai dengan kenyataan. (*)