HARI itu hari Minggu, hari yang ditunggu warga Bumi Parahyangan Kencana, Cangkuang, Kabupaten Bandung. Tampaknya, cuaca hari itu sedang berbaik hati. Matahari memancarkan sinarnya dengan begitu lembut. Tidak seperti cuaca hari-hari kemarin di mana hampir merata se-Bandung dan sekitarnya dari subuh hujan terus—memaksa orang-orang ogah beraktivitas dan lebih menarik selimutnya kembali.
Sebenarnya hari dengan cuaca cerah seperti itu tidak hanya ditunggu para warga, tetapi juga harapan para pedagang Pasar Kaget atau Pasar Minggu. Kami menyebutnya Pasar Senggol—pasar yang ada setiap hari Minggu—di lapangan atau jalan lebar tempat bertemunya para pedagang dan pembeli; tempat tujuan para warga sambil jalan-jalan berolahraga dan diakhiri dengan jajan kulineran. Barang yang dijual di Pasar Kaget sangat beragam, mulai dari makanan, pakaian, mainan, sampai barang-barang rumah tangga.
Tidak hanya di tempat ini saja adanya Pasar Kaget, Pasar Senggol, Pasar Minggu atau entahlah apa namanya. Pasar Kaget ini ada di berbagai tempat. Di Kabupaten Bandung, misalnya: Di Warung Lobak; Ciherang; Jelekong; Pemda Kab. Bandung; Taman Kopo Indah; Baleendah; Sapan; Solokanjeruk; GBA; Stadion si Jalak Harupat. Di Kota Bandung: Punclut; Gedebage; Terusan Kiaracondong; Arcamanik; sekitar Masjid Salman; Babakansari; Pasirjati; Cisaranten Kulon; Gasibu; Cipadung; Cikadut; Tegallega: Batununggal; Cibaduyut.
Barangkali dinamai Pasar Kaget karena aktivitasnya berupa “pasar dadakan” yang muncul di tempat tertentu dan waktu tertentu aja. Warga tidak perlu belanja ke pasar tradisional resmi yang cukup jauh dari tempat tinggalnya. Kita cukup berjalan kaki atau berlari pagi sambil olahraga. Menikmati pemandangan, pulangnya membawa belanjaan.
Baca Juga: Antara Privilege dan Pendidikan: Menilik Konten 'Kuliah Itu Scam' yang Sempat Viral
Bukan itu saja, yang bikin pasar kaget menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan. Bayangin aja, tiba-tiba ada puluhan pedagang dengan berbagai barang dagangan yang unik dan harga yang kadang lebih murah daripada di toko biasa. Kadang, barang-barang yang dijual di Pasar Kaget ini juga tidak selalu bisa ditemukan di tempat lain, jadi ada sensasi tersendiri buat pengunjung yang bisa dapat barang yang langka atau spesial.
Selain itu, Pasar Kaget juga jadi ajang buat masyarakat sekitar buat silaturahmi dan berinteraksi. Biasanya, orang-orang yang datang ke Pasar Kaget nggak cuma buat belanja, tapi juga buat cuci mata, saling hai ketemu tetangga, atau sekadar jalan-jalan pagi. Jadi, Pasar Kaget ini nggak cuma jadi tempat transaksi jual beli, tapi juga tempat sosialisasi yang seru dan menyenangkan
Nah, buat para pedagang dan UMKM, Pasar Kaget ini juga jadi kesempatan emas buat ngenalin produk mereka ke lebih banyak orang. Karena pasar ini dadakan dan ramai pengunjung, para pedagang bisa dapet exposure lebih besar. Ditambah lagi, biaya sewa tempat di Pasar Kaget biasanya lebih murah dibandingkan di pasar tradisional atau mall. Biasanya kita bayar sewa lapak dan biaya kebersihan. Jadi cocok buat mereka yang baru mulai usaha atau pengen nambah pemasukan.
Minusnya adanya Pasar Kaget bisa menimbulkan kemacetan. Lalu Lintas tersendat. Biasanya para pedagang baredetong menjajakan dagangannya tumpah ke jalan. Juga tidak jarang menyisakan sampah di mana-mana. (*)