Ayo Netizen

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Oleh: Aris Abdulsalam Selasa 24 Feb 2026, 11:58 WIB
Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)

AYOBANDUNG.ID -- Bagi banyak orang di luar komunitas Muslim, Ramadan sering dipahami secara sederhana sebagai the Islamic fasting month. Terjemahan ini tidak salah, tetapi terlalu ringkas untuk menjelaskan kompleksitas yang terjadi selama satu bulan penuh di Indonesia.

Di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia ini, Ramadan bukan hanya praktik keagamaan personal. Periode ini mengubah ritme kota, pola konsumsi, jam kerja, hingga dinamika sosial. Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Berikut 15 istilah Ramadan yang paling sering digunakan, beserta konteks sosial dan budayanya.

1. Ramadan

Islamic holy month of fasting

Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam. Dalam Al-Qur'an, bulan ini disebut sebagai periode turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad.

Selama Ramadan, umat Muslim berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam. Namun di Indonesia, Ramadan juga berarti perubahan jam kerja, suasana religius yang lebih terasa, dan meningkatnya aktivitas sosial di malam hari.

2. Puasa (Sawm)

Fasting

Puasa berarti menahan diri dari makan, minum, dan beberapa aktivitas lain sejak fajar hingga matahari terbenam.

Berbeda dengan fasting dalam konteks diet atau kesehatan, puasa Ramadan berorientasi pada disiplin spiritual dan pengendalian diri. Selain itu, puasa juga dimaknai sebagai sarana membangun empati sosial terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

3. Imsak

Pre-dawn cutoff time

Imsak adalah penanda waktu beberapa menit sebelum fajar, saat seseorang harus berhenti makan dan bersiap memulai puasa.

Di Indonesia, jadwal imsak biasanya diumumkan melalui kalender resmi, aplikasi ponsel, atau pengeras suara masjid. Istilah ini penting karena menunjukkan bagaimana Ramadan membentuk kesadaran waktu yang lebih presisi dalam kehidupan sehari-hari.

4. Sahur

Pre-dawn meal

Sahur adalah makan dini hari sebelum fajar sebagai persiapan berpuasa.

Di banyak keluarga Indonesia, sahur menjadi momen kebersamaan. Ada tradisi membangunkan warga menjelang subuh, baik melalui pengeras suara maupun aktivitas komunitas. Sahur bukan hanya soal nutrisi, tetapi juga pengalaman sosial.

5. Berbuka/Iftar

Breaking the fast

Iftar adalah momen makan pertama setelah matahari terbenam.

Di kota seperti Jakarta, waktu berbuka sering ditandai dengan lonjakan lalu lintas dan kepadatan restoran. Banyak orang memilih berbuka di luar rumah bersama kolega atau keluarga. Iftar menjadi peristiwa kolektif yang terjadi hampir bersamaan di seluruh kota.

6. Takjil

Light snacks for breaking the fast

Takjil merujuk pada makanan ringan (biasanya manis) yang dikonsumsi saat berbuka sebelum makan utama.

Selama Ramadan, pasar takjil bermunculan di berbagai sudut kota. Fenomena ini menciptakan peluang ekonomi musiman bagi pedagang kecil dan menjadi bagian khas dari budaya Ramadan di Indonesia.

7. Tarawih

Special nightly Ramadan prayer

Tarawih adalah salat malam tambahan yang hanya dilakukan selama Ramadan.

Biasanya dilaksanakan berjamaah di masjid setelah salat Isya. Masjid menjadi lebih ramai selama bulan ini, mencerminkan peningkatan aktivitas religius di ruang publik.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)

8. Tadarus

Qur’an recitation session

Tadarus adalah kegiatan membaca atau mengkaji Al-Qur'an secara bersama-sama.

Kegiatan ini sering dilakukan setelah tarawih atau pada waktu-waktu tertentu sepanjang Ramadan. Tadarus menunjukkan dimensi intelektual dan spiritual Ramadan, bukan sekadar ritual fisik.

9. Zakat

Obligatory almsgiving

Zakat adalah kewajiban bagi Muslim yang memenuhi syarat tertentu untuk menyisihkan sebagian hartanya bagi yang membutuhkan.

Selama Ramadan, pembayaran zakat meningkat signifikan. Dalam perspektif ekonomi, zakat berfungsi sebagai mekanisme redistribusi pendapatan yang membantu kelompok rentan.

10. Zakat Fitrah

End-of-Ramadan charity

Zakat fitrah adalah bentuk zakat khusus yang dibayarkan menjelang akhir Ramadan sebelum Idul Fitri.

Biasanya dibayarkan dalam bentuk bahan makanan pokok atau nilai uang setara. Tujuannya adalah memastikan semua orang dapat merayakan hari raya dengan layak.

11. Lailatul Qadar

The Night of Power

Lailatul Qadar diyakini sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Terjadi pada salah satu dari sepuluh malam terakhir Ramadan, malam ini menjadi momentum peningkatan ibadah. Masjid-masjid biasanya lebih penuh dibanding hari-hari sebelumnya.

12. Nuzulul Qur’an

Commemoration of the Qur’an’s revelation

Nuzulul Qur’an adalah peringatan turunnya wahyu pertama.

Di Indonesia, momen ini biasanya diisi dengan ceramah, pengajian, atau diskusi keagamaan. Istilah ini memperlihatkan bahwa Ramadan juga memiliki aspek historis dan reflektif.

13. Ngabuburit

Waiting time before sunset

Ngabuburit adalah istilah khas Indonesia yang berarti menghabiskan waktu menjelang berbuka.

Bentuknya bisa beragam: berjalan sore, berburu takjil, mengikuti kajian, atau berkumpul bersama teman. Ngabuburit mencerminkan adaptasi budaya lokal terhadap praktik global Ramadan.

14. Buka Bersama (Bukber)

Communal breaking of the fast

Buka bersama adalah tradisi berbuka puasa secara kolektif bersama teman, kolega, atau komunitas.

Selain bernilai religius, bukber juga menjadi ruang sosial dan bahkan ruang networking informal. Banyak perusahaan dan komunitas menjadikan bukber sebagai agenda tahunan.

15. Idul Fitri

Eid al-Fitr

Idul Fitri adalah hari raya yang menandai berakhirnya Ramadan.

Di Indonesia, Idul Fitri identik dengan tradisi mudik (perjalanan kembali ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga). Mobilitas nasional meningkat drastis, menjadikannya salah satu pergerakan manusia terbesar dalam setahun.

Baca Juga: Puasa Perisai Konsumtif

Bagi nonmuslim dan warga asing yang tinggal atau bekerja di Indonesia, memahami istilah-istilah ini membantu menjelaskan perubahan ritme kehidupan selama satu bulan.

Mengapa restoran lebih ramai di malam hari? Mengapa jam kerja berubah? Mengapa ada lonjakan perjalanan nasional menjelang hari raya?

Jawabannya terletak pada istilah-istilah tersebut. Ramadan bukan hanya praktik spiritual, tetapi juga siklus sosial-ekonomi tahunan yang memengaruhi konsumsi, mobilitas, dan interaksi sosial. (*)

Reporter Aris Abdulsalam
Editor Aris Abdulsalam