Ayo Netizen

13 Abreviasi yang Paling Sering Muncul di Bulan Ramadan

Oleh: Aris Abdulsalam Jumat 27 Feb 2026, 17:12 WIB
Ilustrasi suasana Bulan Puasa di Tanah Sunda. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)

AYOBANDUNG.ID -- Ramadan di Indonesia bukan cuma soal jadwal imsak dan menu takjil. Namun juga musim panen singkatan.

Dari obrolan santai sampai dokumen resmi, semuanya serba ringkas. Semakin padat aktivitas, semakin hemat kata.

Berikut 15 abreviasi (baik itu singkatan ataupun akronim) yang paling sering muncul sepanjang bulan suci, dari yang lahir di tongkrongan sampai yang punya daya hukum.

1. Bukber — Buka Bersama

Ini mungkin juaranya. Satu kata yang otomatis berarti reuni, reservasi restoran, dan 200 chat di grup. “Bukber kapan?” lebih cepat dan terasa lebih akrab daripada menyebut lengkapnya.

2. Bubar — Buka Bareng

Versi lebih santai dari bukber. Biasanya dipakai di lingkar pertemanan yang lebih cair. Intinya sama: kumpul, makan, foto, pulang kenyang.

3. Kultum — Kuliah Tujuh Menit

Ceramah singkat sebelum atau sesudah tarawih. Namanya sendiri sudah mencerminkan esensinya: ringkas, padat, langsung ke poin.

4. Tarling — Tarawih Keliling

Tradisi berpindah-pindah masjid saat salat tarawih. Selain ibadah, ada unsur silaturahmi dan dinamika sosial di dalamnya.

5. SOTR — Sahur On The Road

Biasanya identik dengan anak muda dan komunitas. Konsepnya sahur bersama di jalan, meski dalam praktiknya sering diatur agar tetap tertib dan aman.

6. Sanlat — Pesantren Kilat

Program khas sekolah saat Ramadan. Dalam satu kata, sudah termasuk kajian, tadarus, hingga lomba-lomba Islami.

7. PHBI — Peringatan Hari Besar Islam

Istilah yang biasa muncul di proposal atau surat kegiatan Ramadan. Lebih administratif, tapi tetap familiar di lingkungan masjid dan sekolah.

8. MTQ — Musabaqah Tilawatil Qur’an

Kompetisi membaca Al-Qur’an yang rutin digelar di berbagai tingkat. Singkatannya sudah sangat mapan dan dipahami luas.

9. LTQ — Lembaga Tilawatil Qur’an

Biasanya menjadi penyelenggara atau pengelola kegiatan MTQ di tingkat daerah.

10. THR — Tunjangan Hari Raya

Empat huruf yang ditunggu banyak orang. Begitu cair, pusat belanja ramai dan tiket mudik cepat habis. Secara ekonomi, efeknya terasa nyata setiap tahun.

11. ZIS — Zakat, Infak, Sedekah

Istilah yang sering muncul dalam kampanye penggalangan dana Ramadan. Ringkas, jelas, dan mudah diingat.

12. ZISWAF — Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf

Versi lebih lengkap dari ZIS. Biasanya digunakan dalam konteks lembaga filantropi Islam.

13. BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional

BAZNAS adalah lembaga resmi yang mengelola zakat secara nasional. Singkatannya begitu kuat sampai banyak orang jarang menyebut nama panjangnya.

Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)

Kenapa Ramadan Penuh Singkatan?

Jawabannya sederhana, aktivitas meningkat, komunikasi harus efisien. Dalam satu bulan, orang mengatur jadwal ibadah, pertemuan sosial, hingga urusan finansial. Bahasa pun ikut menyesuaikan diri.

Singkatan membuat koordinasi lebih cepat. Ia menghemat ruang di spanduk, mempercepat percakapan di chat, dan memadatkan istilah resmi dalam dokumen negara. Dari bukber yang santai sampai ZISWAF yang administratif, semuanya menunjukkan satu hal: Ramadan bukan hanya momentum spiritual, tapi juga ruang sosial dan ekonomi yang bergerak cepat. (*)

Reporter Aris Abdulsalam
Editor Aris Abdulsalam